Hobi

Bisnis Tanaman Hias Rumah Aglonema, Jual Ribuan Pot dalam Enam Bulan hingga ke Papua

person access_time 8 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1034 Kali
Bisnis Tanaman Hias Rumah Aglonema, Jual Ribuan Pot dalam Enam Bulan hingga ke Papua

Novi Linda Herawati mendirikan Rumah Aglonema sejak 10 tahun lalu. (giarti ibnu lestari/kaltimkece.id)

Terdapat 109 jenis tanaman aglonema bisa ditemukan di Rumah Aglonema Melinda Busra.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
30 Januari 2021

 

kaltimkece.id Tren tanaman hias tak pernah meredup di Indonesia. Belakangan yang sedang populer, adalah aglonema. Popularitasnya juga tak terbendung di Samarinda. Tak heran tanaman hias ini sampai dijuluki “Ratu Daun”.

Di Samarinda, bahkan berdiri tempat khusus yang dinamakan Rumah Aglonema Rumah Aglonema Melinda Busra. Dibangun dengan lebar sekira 3 meter persegi dan panjangnya 10 meter persegi. Bisa ditemui di Jalan Durian, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.

Ruman Aglonema Melinda Busra adalah kepemilikan Novi Linda Herawati. Perempuan kelahiran Samarinda, 4 November 1978, tersebut sudah 10 tahun terakhir mendirikan Rumah Aglonema. Didorong kecintaan terhadap Si Ratu Daun.

"Rumah Aglonema ini tercetus karena suami saya. Jika saya sedang bekerja di kantor, suami dan anak-anak saya yang akan membantu mengurus tanaman," ucap Novi.

Pada Maret 2020, pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Membatasi seluruh aktivitas masyarakat. Warga dianjurkan berkegiatan dari rumah saja. Novi yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kantor Bahasa Kaltim, akhirnya banyak bekerja dari rumah.

Sebulan kemudian, sebagai kolektor dan pecinta tanaman aglonema, Novi memutuskan menjual koleksi aglonema miliknya secara online melalui media sosial. “Saya memberanikan diri menjual tanaman-tanaman yang dikoleksi untuk dijual. Dan tanggapan masyarakat Samarinda sangat positif," sebutnya.

Selain aglonema lokal, Novi mengoleksi aglonema yang didatangakan dari luar negeri. Salah satunya aglonema jenis red stardust dari Thailand. Secara keseluruhan, terdapat 109 jenis tanaman aglonema di Rumah Aglonema Melinda Busra.

"Harga tanaman aglonema antara Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah. Yang beli di atas Rp 500 ribu biasanya kolektor. Sementara ini konsumen saya yang paling jauh dari Papua," jelas Novi.

Melayani pembeli dari luar daerah, Novi memperhatikan benar pengiriman dagangannya. Kondisi tanaman harus dipastikan tetap bagus. Dikemas paralon sedemikian rupa sehingga terjaga kesegarannya hingga sampai ke pembeli.

"Anglonema tidak suka kelembaban. Media tanam aglonema menggunakan campuran sekam (gabah) bakar, sekam mentah, dan cocopeat. Penyiraman hanya dua kali seminggu. Insya Allah subur. Jangan perlakukan aglonema ini seperti tanaman hias lainnya yang banyak menggunakan unsur tanah. Aglonema sebaliknya. Dia lebih suka dengan sekam," urai Novi.

Dalam enam bulan terakhir, Novi telah menjual seribu pot tanaman dari Rumah Aglonema. Dalam sehari terjual 10—40 pot. Meraup hingga Rp 3 juta sehari. Selain tanaman Aglonema, Novi juga menjual tanaman anthurium dan kaktus.

Kaktus biasanya dibeli para pekerja kantoran untuk diletakkan di atas meja kerja. Apalagi dengan perawatannya yang mudah. Cukup disiram dan ditaruh di bawah sinar matahari satu minggu sekali.

Selain menjual koleksinya, Novi juga membantu para penjual tanaman lain untuk mengembangkan kemampuannya. Baik itu cara menanam, merawat, hingga menawarkannya kepada calon pembeli secara online melalui media sosial.

Pada Januari 2021, Novi mempelopori eksibisi tanaman hias di Taman Lampion Garden (MLG). Sejumlah kolektor dan pedagang tanaman hias dikumpulkan dalam acara tersebut.

Selanjutnya pada Februari mendatang, acara serupa digelar di tempat yang lebih luas, dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

Novi berharap di tengah aktivitas yang serba terbatas, masyarakat bisa menghilangkan kejenuhan di rumah dengan bercocok tanam. Baik itu tanaman hias, sayur mayur, dan tanaman lainnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar