Olahraga

Anissa Safitria, Pegulat Junior Kaltim yang Naik Kelas, Raih Emas di Pra-PON Pertama

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 280 Kali
Anissa Safitria, Pegulat Junior Kaltim yang Naik Kelas, Raih Emas di Pra-PON Pertama

Annisa Safitria di podium pertama gelaran Pra-PON cabor gulat di Jakarta. (istimewa)

Usianya masih begitu muda. Tapi sederet prestasi telah diraihnya.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
05 Januari 2020

kaltimkece.id Annisa Safitria tersenyum manis. Juru foto membidik wajahnya. Saat itu, ia sedang menjalani sesi foto untuk kartu tanda pengenal atlet Kaltim di PON XX 2020 Papua. Nissa, sapaan akrabnya, merupakan atlet cabang olahraga gulat. Baru saja berganti status dari pegulat junior menjadi pegulat senior.

"Kalau junior dulu, saya terbilang naik kelas terus dari 39, 42, 46, 48 kilogram. Dan saat ini saya senior paling kecil adalah kelas 50 kilogram," ucap Nissa kepada kaltimkece.id.

Annisa Safitria lahir di Tenggarong, 6 maret 1999. Gadis yang memiliki perawakan ideal tersebut memiliki tinggi badan 163 sentimeter. Berat badannya 52 kilogram.

Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang olahraga gulat digelar Oktober 2019 di Jakarta. Ajanag tersebut merupakan yang pertama diikuti Nissa. Dan ia berhasil memastikan lolos PON XX 2020 di Papua. Satu medali emas diraihnya.

"Pastinya senang banget bisa bermain di Pra-PON dan bisa bermain bersama senior. Sekarang saya menuju PON," ucap gadis 22 tahun tersebut dengan mata berbinar.

Putri pasangan Muhammad Husni Thamrin dan Nurhayati mengaku awalnya diajak sang paman dan sepupu mengikuti olahraga gulat. Mengenal gulat sejak di bangku sekolah dasar kelas III. Orangtua selalu mendukung. Terlebih lagi tentang olahraga. “Saya sangat suka dengan olahraga gulat. Hingga saat ini tujuan saya menjadi profesional. Dan orangtua sangat senang saya menjadi atlet gulat," ungkapnya.

Annisa Safitria menamatkan pendidikan SMA di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional atau SKOI Kaltim pada 2017. Selepas itu, ia belum melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Memilih fokus dengan kariernya sebagai pegulat profesional.

Nissa yang memiliki hobi mendengarkan musik itu telah banyak mengikuti kejuaraan. Baik antardaerah hingga internasional. Yang paling diingatnya adalah kejuaraan International Sport School di Thailand dan dua kali menjadi juara.

Menurut Nissa, pegulat yang menjadi lawan terberat dari daerah lain adalah Jawa Barat dan Jawa Timur. Namun, kekuatan para pegulat Kaltim tidak bisa disepelekan. Nissa juga berkeinginan dapat bertanding melawan pegulat dari luar negeri. Salah satunya Jepang yang mempunyai banyak juara dunia perempuan.

"Kalau di Indonesia saya lebih suka mencoba semua orang dan dari situ saya bisa menunjukkan kualitas diri saya. Kalau di luar negeri saya ingin juga melawan pegulat-pegulat luar, terutama Jepang," ujar pecinta warna putih itu.

Berlatih setiap hari pun memberi kejenuhan. Capek sudah biasa. Namun itu hanya sesaat. “Dan itu semua dihilangkan dengan dibawa refreshing. Salah satunya jalan-jalan.”

"Saya banyak kurangnya saat ini. Tapi saya pasti kerja keras untuk mengharumkan nama daerah saya sendiri terutama, Kaltim dan Indonesia," tutup Nissa. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar