Olahraga

Anomali Prestasi Olahraga Kaltim

person access_time 5 months ago remove_red_eyeDikunjungi 265 Kali
Anomali Prestasi Olahraga Kaltim

Foto: IDN Times

Satu per satu prestasi dari dunia olahraga mengharumkan nama Kaltim di kancah nasional. Namun di satu sisi, tak sedikit fasilitas olahraga yang tak terurus.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
25 Januari 2019

kaltimkece.id Perkembangan olahraga Katim kian diperhitungkan kancah nasional. Bukan sekadar para atlet, stakeholder terkait pun ikut mengharumkan nama provinsi ini.

Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI adalah ajang tahunan gelaran Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia atau Siwo PWI. Tahun ini, KONI Kaltim terpilih meraih award KONI Provinsi Terdinamis. Diberikan 8 Februari 2019, bertepatan puncak peringatan Hari Pers Nasional atau HPN di Surabaya, Jawa Timur.

Kabar itu diterima Zuhdi Yahya, ketua KONI Kaltim, pada 21 Januari 2019. Penghargaan tersebut adalah rangkaian dari puncak HPN yang digelar 9 Februari 2019 di Grand City Convention, Surabaya, Jawa Timur. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan hadir.

Terpilihnya KONI Kaltim sebagai salah satu pemenang, disebabkan beberapa faktor. KONI Kaltim dinilai memiliki kantor representatif dan tertib administrasi. Selain itu, ada hubungan harmonis dengan Pemprov, DPRD, serta BUMD setempat. Sinergi itu memicu Kaltim memiliki sarana dan prasarana olahraga bertaraf nasional maupun internasional.

Kaltim memenuhi target finis lima besar dalam ajang PON XIX 2016 Jawa Barat. Kontingen Benua Etam pulang dengan 25 emas, 41 perak, dan 72 perunggu. Provinsii ini juga mengirim 53 atletnya mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya berhasil menyumbangkan medali.

Baca juga:
 

Aliran dana dari APBD ke KONI Kaltim juga salah satu alasan. Prestasi provinsi ini di kancah nasional ikut terangkat. Perwakilan Kaltim rutin mengikuti kejurnas, termasuk partisipasi di ajang PON. Kaltim juga aktif menggelar porda.

Pada 2018, KONI Kaltim mendapat suntikan dari APBD Kaltim sebesar Rp 20 miliar. Keran anggaran bertambah setelah APBD Perubahan 2018 mengalokasikan Rp 6 miliar untuk KONI Kaltim. Selain alokasi tersebut, persediaan dana sebenarnya masih tersimpan dari sisa anggaran 2017.

Diungkapkan Zuhdi, tiap tahun anggaran yang didapat KONI Kaltim tidak selalu sama. Contohnya, pada 2019 ini untuk persiapan PON XX Papua 2020, membutuhkan biaya yang lebih besar. Praktis suntikan dana dari Pemprov Kaltim kembali disesuaikan. Namun, berapa yang diterima dari APBD tahun ini, Zuhdi belum bersedia mengekspos.

 Wali Kota Samarinda juga Menang

 Terdapat tiga kategori dalam Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI 2019. Selain yang dimenangkan KONI Kaltim, ada penghargaan utama untuk atlet dan pelatih, terbagi kategori umum dan Disabilitas. Sedangkan penghargaan khusus diberikan untuk Pembina Penggerak Prestasi, Bupati Peduli Olahraga, Gubernur Peduli Olahraga, dan Koni Provinsi Terdinamis. Kategori terakhir adalah Penghargaan Kehormatan bagi CDM terbaik, Inspirator Go Internasional, Inovator Go Internasional, Darmabakti Kejayaan Olahraga, dan Lifetime Achievement.

Zuhdi Yahya bersyukur Kaltim masuk jajaran pemenang. Penghargaan itu menjadi motivasi tambahan untuk mempersiapkan PON XX 2020 di Papua.“Penghargaan ini bentuk pengakuan dari wartawan, masyarakat Kaltim, khususnya masyarakat olahraga yang merupakan hasil kerja keras seluruh staf KONI Kaltim,” sebut Zuhdi.

Selain KONI Kaltim, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang terpilih menjadi Wali Kota Peduli Olahraga. Jaang dianggap memenuhi kriteria mencintai olahraga, peduli pengembangan dan pembinaan prestasi olahraga di daerah, membangun fasilitas, dan mengalokasikan dana olahraga signifikan dalam APBD.

Soal kategori terakhir, kasat mata memang bisa jadi perdebatan. Sudah rahasia umum bila fasilitas olahraga Kaltim banyak yang tak terurus dengan baik. Misalnya beberapa fasilitas di Stadion Utama Palaran, GOR Sempaja, dan kompleks olahraga Polder Air Hitam. Padahal, venue tersebutselama ini lokasi digelarnya event olahraga besar. Contohnya turnamen pramusim Piala Gubernur Kaltim yang digelar di Stadion Utama Palaran.

“Mudah-mudahan fasilitas olahraga di Kaltim eks PON seperti di kompleks Stadion Utama Palaran, kompleks oleharaga polder Air Hitam dan di GOR Sempaja bisa terus digunakan untuk pembinaan para atlet. Seperti selekprov, Kejurprov hingga persiapan Pra PON,” imbuh Zuhdi. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar