• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • ARENA
  • OLAHRAGA
  • Dari Sekolah ke Lapangan, Kisah Siswi-Siswi Mengejar Mimpi Masuk Timnas

ARENA

Dari Sekolah ke Lapangan, Kisah Siswi-Siswi Mengejar Mimpi Masuk Timnas

MilkLife Soccer Challange Samarinda Seri 2 disebut melahirkan bibit-bibit pesepak bola perempuan. Para pemain terbaik akan mewakili kota di tingkat nasional.
Oleh Giarti Ibnu Lestari
27 April 2026 18:03
Partai final MilkLife Soccer Challenge Samarinda kelompok usia (KU) 10 mempertemukan SD 009 Samarinda Seberang vs SD 008 Palaran, Ahad, 26 April 2026. FOTO: GIARTI IBNU LESTARI-KALTIMKECE.ID
Partai final MilkLife Soccer Challenge Samarinda kelompok usia (KU) 10 mempertemukan SD 009 Samarinda Seberang vs SD 008 Palaran, Ahad, 26 April 2026. FOTO: GIARTI IBNU LESTARI-KALTIMKECE.ID

kaltimkece.id Sorak-sorai penonton di Stadion Segiri, Samarinda, bukanlah sesuatu yang risih bagi Adiba Sanas Primayuga. Sejak lama, dara kelahiran Samarinda, 28 April 2014, itu sudah terbiasa mendengar gemuruh pertandingan. Pasalnya, rumahnya di Jalan KH Agus Salim hanya selemparan batu dari stadion. Ia pun kerap memanfaatkan Stadion Segiri sebagai ruang bermain dan belajar.

Selain sebagai siswi kelas V di SD 002 Samarinda Kota, Adiba tengah meniti karier sepak bola. Ia dikenal lincah di lapangan. Sebuah penghargaan telah diraihnya. Ia menjadi pemain terbaik dalam turnamen MilkLife Soccer Challange Samarinda Seri 2 (2025-2026) kelompok usia (KU) 12 yang digelar pada 23-26 April 2026 di Borneo FC Training Center, Kompleks GOR Kadrie Oening.

"Bahagia karena sekolah kami, SD 002 Samarinda Kota, juara satu dan saya jadi best player," ucap Adiba saat ditemui Ahad, 26 April 2026.

Adiba Sanas Primayuga bersama ibunya, Rahayu. FOTO: GIARTI IBNU LESTARI - KALTIMKECE.ID

Adiba Sanas Primayuga bersama ibunya, Rahayu. FOTO: GIARTI IBNU LESTARI - KALTIMKECE.ID

Adiba mengaku menekuni karier sepak bola sejak berusia empat tahun. Lingkungan tempat tinggal yang didominasi aktivitas sepak bola turut membentuk karakternya. Ia kerap bermain bersama teman-temannya, termasuk anak laki-laki, tanpa merasa canggung. Baginya, sepak bola adalah ruang yang menyenangkan.

Saat berusia sembilan tahun, Adiba masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Nahusam. Di situ, pola latihannya semakin terarah dan terstruktur. Saat latihan, ia kerap ditemani ibundanya, Rahayu.

"Cita-cita saya mau jadi pesepak bola dan masuk tim nasional," ucapnya.

Rahayu setia mendukung Adiba. Perempuan berusia 41 tahun itu mengaku tidak ragu dengan pilihan anaknya, meski yang dipilih adalah sepak bola, olahraga yang kerap dianggap identik dengan pria.

"Dari kecil memang dia sudah main bola terus di lapangan. Saya sebagai orang tua pasti support saja apa yang dia suka," kata Rahayu.

Ia mengatakan Adiba hampir setiap hari menyaksikan aktivitas sepak bola, bahkan kerap berinteraksi langsung dengan para pemain. Hal ini membuat Adiba banyak belajar dari atmosfer sepak bola profesional. Rahayu melihat perubahan positif dalam diri putrinya sejak aktif berlatih. Kedisiplinan anaknya disebut mulai terbentuk, begitu pula dengan semangat dan tanggung jawab.

"Penampilannya luar biasa. Saya bangga sekali," ucapnya seraya menambahkan, "Yang penting dia jalani dengan senang dan tetap jadi anak yang baik."

Oky Molvindo Satria adalah guru olahraga sekaligus pelatih Adiba Sanas Primayuga dan tim sepak bola SD 002 Samarinda Kota. Ia mendampingi para siswa sejak mereka duduk di kelas 3 SD atau dua hingga tiga tahun yang lalu.

Oky mengatakan latihan untuk menghadapi turnamen dilakukan selama satu bulan dengan frekuensi satu kali dalam seminggu. Latihan juga melibatkan kerja sama dengan sekolah lain karena keterbatasan lapangan. Berbeda dengan futsal yang lebih mudah diakses, sepak bola membutuhkan fasilitas yang lebih luas.

Dalam proses melatih, Edo--sapaan akrab Oky Molvindo Satria--mengatakan terdapat perbedaan pendekatan antara siswa laki-laki dan perempuan. Menurutnya, siswa perempuan membutuhkan pendekatan yang lebih lembut dan penuh motivasi. Jika siswa laki-laki dapat diarahkan dengan ketegasan, siswa perempuan justru perlu dibimbing dengan pendekatan emosional agar tidak kehilangan semangat.

"Turnamen ini menjadi pengalaman pertama bagi tim putri kami. Saya bangat bangga melihat semangat anak-anak, meskipun harus berlatih dan bertanding di bawah cuaca panas selama beberapa hari," kata pria berusia 26 tahun itu.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain, Edo selalu memberikan motivasi sebelum pertandingan dengan menekankan bahwa sepak bola harus dimainkan dengan rasa senang dan tanpa tekanan. Ia juga mengingatkan agar para pemain tidak saling menyalahkan karena seluruhnya masih dalam tahap belajar.

Metode latihan yang diterapkan mengacu pada hasil coaching clinic yang ia ikuti. Fokus materinya ialah teknik dasar seperti passing, dribbling, dan shooting. Latihan dikemas dalam bentuk permainan serta uji tanding dengan sekolah lain agar lebih menyenangkan sekaligus menambah pengalaman dan relasi sosial siswa.

Menurut Edo, proses pembinaan sepak bola putri membutuhkan waktu lebih panjang karena keterbatasan sarana pertandingan. Di sekolah, ia telah membentuk tim futsal putra dan putri. Kesempatan bertanding lebih banyak diberikan kepada tim putra sementara tim putri cenderung hanya menjalani latihan. Ia sesekali mengadakan mini trofeo khusus putri agar para siswi tetap termotivasi dan tidak jenuh.

Mengenai potensi sepak bola putri, Edo menilai peluang di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, cukup besar. Ia melihat peningkatan motivasi dari para pemain muda, terutama setelah melihat perkembangan tim nasional putri. Ia juga menaruh harapan pada salah satu siswinya, Adiba, agar dapat terus berkembang dan berpeluang menembus tim nasional di masa depan.

Ia berharap ajang MilkLife Soccer Challenge dapat terus diselenggarakan di Samarinda agar potensi pemain putri dari daerah dapat berkembang dan memiliki kesempatan tampil di tingkat nasional. Menurutnya, banyak sekolah yang memiliki minat tinggi, namun belum semuanya mendapat kesempatan untuk berpartisipasi.

Hasil Latihan Dua Pekan

Selain Adiba Sanas Primayuga, Girana Natasha juga seorang pesepak bola perempuan. Girana merupakan siswa kelas III dan tergabung dalam tim Kelompok Usia (KU) 10 tahun SD 008 Palaran. Ia mengharumkan nama sekolahnya setelah mencetak satu gol saat melawan SD 009 Samarinda Seberang di partai final. Gol tunggal itu membawa SD 008 Palaran menjadi kampiun KU 10.

Girana Natasha bersama sang ibu, Isnatalia. FOTO: GIARTI IBNU LESTARI - KALTIMKECE.ID

Girana Natasha bersama sang ibu, Isnatalia. FOTO: GIARTI IBNU LESTARI - KALTIMKECE.ID

Kepada kaltimkece.id, Girana mengaku baru latihan sepak bola secara serius dalam dua minggu sebelumnya. Sebenarnya, ia lebih sering menghabiskan waktu bermain bulu tangkis di rumah. Di sekolah, ia lebih menyukai pelajaran matematika dan memiliki cita-cita menjadi dokter.

Walau demikian, dalam waktu berlatih sepak bolah yang relatif singkat, Girana menujukkan perkembangan yang cukup baik. Dari yang awalnya belum mampu menendang bola dengan baik, ia berhasil lolos seleksi di tim sekolahnya. Gol di partai final itu menjadi pengalaman berharga tidak hanya bagi dirinya tetapi juga sang ibu, Isnatalia, yang setia mendampingi.

"Senang ikut main bola, pengen ikut lagi nanti," ucap Girana malu-malu.

Isnatalia, 31 tahun, mengaku tidak menyangka anaknya bisa berkembang secepat itu. Awalnya, ia hanya mengikuti keinginan sang anak tanpa ekspektasi tinggi, mengingat sepak bola bukanlah bidang yang sebelumnya ditekuni Girana.

"Awalnya dia tidak bisa menendang, apalagi mencetak gol. Tapi setelah latihan, akhirnya bisa juga. Itu jadi momen yang tidak saya sangka," tuturnya.

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan singkat Girana. Meski sempat muncul komentar miring tentang sepak bola yang identik dengan laki-laki, Isnatalia tetap memberikan kebebasan kepada anaknya untuk berlatih.

Dalam dua minggu terakhir, ia melihat perubahan sikap pada Girana, terutama dalam hal kedisiplinan. Jadwal latihan yang rutin disebut membuat anaknya lebih teratur dalam mengatur waktu dan tanggung jawab.

Pelatih tim sepak bola putri SD 008 Palaran KU 10 tahun, Muhammad Andhika, mengaku baru mulai mendampingi tim tersebut sekitar dua minggu terakhir karena permintaan pihak sekolah. Meski demikian, pelatih berusia 19 tahun itu menyebut proses adaptasi berjalan cukup baik.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyesuaikan pendekatan kepada anak-anak yang masih dalam usia muda. Ia menilai sebagian besar pemain masih membutuhkan waktu untuk memahami instruksi pelatih, meskipun secara perlahan mulai menunjukkan pemahaman.

Dalam dua minggu pertama, program latihan dibagi menjadi beberapa sesi. Tiga hari awal difokuskan pada latihan fisik, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknik dasar sepak bola.

"Untuk murid perempuan memang masih sangat baru dalam mengenal sepak bola, jadi butuh pendekatan yang lebih perlahan," jelasnya.

Sebagian besar pemain KU 10 merupakan siswa kelas 3 dan 4 SD yang baru direkrut tanpa latar belakang sepak bola sebelumnya. Untuk membangun kepercayaan diri pemain, Andhika menekankan pentingnya motivasi dari pelatih, dukungan orang tua, serta lingkungan sekolah.

Melihat masa depan sepak bola putri di Samarinda dan Kalimantan Timur, Andhika optimistis perkembangan akan semakin baik, terutama dengan adanya turnamen usia dini seperti MilkLife Soccer Challenge. Ia menilai banyak potensi pemain muda yang bisa berkembang menjadi atlet profesional di masa depan.

"Potensinya sangat banyak. Apalagi dari turnamen ini terlihat banyak bakat-bakat muda perempuan," katanya.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, mengatakan bahwa tim talent scouting telah mencatat lebih dari 40 nama pemain yang memiliki potensi. Para pemain tersebut akan kembali mengikuti sesi latihan tambahan sebelum diseleksi menjadi 23-25 pemain. Jumlah tersebut akan dipangkas menjadi 16 pemain untuk mewakili Kaltim di ajang All Star di Kudus.

Ia mengakui hampir selalu hadir menyaksikan pertandingan dalam turnamen untuk memantau perkembangan teknik, fisik, dan mental para pemain. Jacksen menilai pembinaan sepak bola putri di Kaltim masih perlu banyak penguatan, terutama dari sisi teknis dasar. Ia menyebut keterbatasan sekolah sepak bola (SSB) yang secara khusus membina pemain putri menjadi salah satu tantangan utama.

"Kalau kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan berkomitmen, saya rasa tidak ada yang perlu diragukan lagi," ucap Direktur Akademi Borneo FC Samarinda itu.

Ia berharap semakin banyak SSB yang membuka kelas khusus sepak bola putri sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih terarah. Menurutnya, saat ini sebagian besar pemain putri masih berlatih bersama pemain putra sehingga diperlukan pendekatan yang lebih spesifik.

Dalam kesempatan ini, Jacksen menyampaikan kelas khusus putri di Borneo FC Samarinda akan dibuka pada 17 Mei sebagai langkah awal pengembangan pembinaan berjenjang.

Mengenai potensi pemain, Jacksen menyebut banyak nama yang menonjol dalam turnamen ini, termasuk Adiba Sanas Primayuga sebagai pemain terbaik di KU 12 dan Asiah Nur Fatimah sebagai top skor. Ia menilai potensi pemain putri Kaltim sangat merata di berbagai posisi.

Menurutnya, kunci utama pengembangan adalah penanganan yang serius, terstruktur, dan sesuai kebutuhan masing-masing pemain. Pasalnya, karakter pembinaan sepak bola putra dan putri disebut memiliki pendekatan yang berbeda.

Sebagai informasi, MilkLife Soccer Challenge Samarinda Seri 2 (2025-2026) diselenggarakan oleh Bayan Peduli. Turnamen sepak bola putri ini digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife. Para pesertanya sebanyak 642 siswi, terdiri dari 44 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Samarinda dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam 62 tim yang terdiri dari atas 30 tim KU 10 dan 32 tim KU 12.

Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengatakan turnamen ini menghadirkan warna baru serta momentum penting dalam pengembangan sepak bola putri usia dini di Samarinda.

"Kami bangga melihat para siswi bertanding dengan penuh semangat, berpeluh keringat memperebutkan gelar juara. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, dan keberanian generasi muda," ucapnya.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, turut mengapresiasi semangat para peserta yang tampil penuh energi sepanjang turnamen. Meski berstatus sebagai kota debutan, ia menilai Samarinda menunjukkan potensi besar. Antusiasme tinggi dari para siswi dan sekolah-sekolah di Samarinda dan sekitarnya menjadi indikator kuat bahwa ekosistem sepak bola putri di wilayah ini siap berkembang.

"Kami melihat semangat bertanding, keberanian, dan kemauan belajar yang sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang sepak bola putri Kalimantan Timur," sebut Teddy.

Ajang tersebut sekaligus mempersiapkan para pemain untuk mewakili Samarinda dalam ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025-2026 di Kudus, Jawa Tengah, pada 24 hingga 28 Juni 2026, yang akan diikuti 11 kota. Para pemain terbaik Samarinda akan menjalani program latihan tambahan yang lebih intensif, baik dari segi teknik maupun mental bertanding dalam MilkLife Soccer Extra Training. (*)

Editor : Surya Aditya

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau
  • Pariwara DPMD Kutai Kartanegara
  • Pariwara DPRD Kaltim
  • Pariwara Diskominfo Kaltim

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2026 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.