Olahraga

Fakta Bek Rp 2,88 Miliar dari Belanda yang Baru Direkrut Borneo FC

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 278 Kali
Fakta Bek Rp 2,88 Miliar dari Belanda yang Baru Direkrut Borneo FC

Foto: Borneo FC

Usianya masih sangat muda untuk ukuran pemain asing di Indonesia. Akankah Jan Lammers memenuhi ekspektasi?

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
02 Februari 2019

kaltimkece.id Borneo FC melengkapi kuota pemain asingnya musim ini dengan mendatangkan Jan Lammers. Usianya masih muda, 23 tahun. Masih langganan tampil pula di klub lamanya. Kriteria begini jarang bisa didatangkan ke Indonesia.

Lammers berkebangsaan Belanda. Memulai karier senior pada 2014 untuk De Graafschap di Eerste Divisie, kasta kedua Belanda. Dalam debutnya, De Graafschap menang 3-2 atas SC Telstar di kandang sendiri. Musim 2014/15 itu, Lammers tampil delapan kali. Empat kali sebagai starter, sisanya pemain pengganti.

Musim berikutnya, Lammers yang masih 20 tahun, tetap dapat waktu bermain minim. Hanya 349 menit, tak lebih lima pertandingan sepanjang musim. Namun, mulai 2016/17, jam terbangnya meningkat. Lammers mulai sering tampil. Malah langganan starter. Total 28 penampilan dicatatkan musim itu, seluruhnya starter. Sepanjang musim, hanya lima kali ia duduk manis di bangku cadangan.

De Graafschap menyelesaikan musim dengan 50 poin dari 38 pertandingan. Menempati posisi 12 klasemen. Lammers menyumbang dua gol dari posisinya sebagai pemain belakang.

Musim berikutnya, ia hijrah ke sesama tim Eerste Divisie, RKC Waalwijk, dengan status free transfer. Ia dengan cepat beradaptasi dan langsung langganan starter. Total 23 penampilan dicatatkannya. Namun, torehan musim itu jadi pelajaran berharga.

RKC Waalwijk finis di posisi tiga terbawah dari 20 tim. Lini belakang menjadi salah satu titik kelemahan. Total kebobolan mencapai 61 gol dari 38 laga. Padahal, musim sebelumnya RKC Waalwijk finis di atas De Graafschap.

Pada 2018/19, setelah paruh musim, RKC Waalwijk bisa tampil lebih baik. Hingga 22 pertandingan, kesebelasan tersebut menempati posisi 10. Hanya kalah selisih gol dari Ajax II yang sama-sama mengoleksi 32 poin di tempat kesembilan. Lammers berpartisipasi di 11 pertandingan pada paruh musim lalu. Sebiji gol disarangkannya saat menang 2-3 atas Den Bosch, 24 Agustus 2018.

Namun demikian, jatah starter Lammers telah berkurang. Hanya delapan kali ia mengisi line up RKC Waalwijk. Itupun empat kali ditarik keluar dari rentang September hingga awal Oktober 2018. Akhir Januari 2019, ia dilepas ke Borneo FC.

Nilai Pasar Rp 2,88 M

Penelusuran kaltimkece.id, Lammers sebenarnya masih terikat kontrak hingga akhir musim. Namun, menurut laman Transfermarkt, pemain berkepala plontos itu pindah ke Borneo dengan status free transfer.Per 21 Januari 2019, Lammers mencatatkan market value sebesar GBP 158 ribu atau Rp 2,88 miliar.

Dalam wawancaranya dengan media Belanda, de Gelderlander, Lammers mengaku tak menduga bakal ke Borneo. Ia malah masih menikmati waktunya bersama RKC. "Kesempatan ini datang dengan sangat tidak terduga. Saya senang di RKC dan tidak perlu pergi sama sekali. Tetapi agen saya, Robert Postma, datang menawarkan klub ini (Borneo),” sebut Lammers.

“Saya memikirkannya untuk waktu yang lama. Saya juga berbicara dengan Wiljan Pluim (mantan pemain Vitesse yang kini di PSM Makassar, Red.). Saya akhirnya memutuskan pergi. Sepertinya akan menjadi petualangan yang hebat."

Lammers mengaku mendapat banyak masukan dari Pluim. Dari pengalaman sahabatnya itu, ia menyadari sepak bola Indonesia tak bisa diremehkan. Level kompetitif tim-tim kasta tertinggi negeri ini menjadi daya tarik baginya. Apalagi kompetisi baru dimulai April 2019. Banyak waktu tersisa untuk beradaptasi.

Lammers diperkenalkan Borneo kepada publik pada 1 Februari 2018 di Stadion Segiri Samarinda. Pemain dengan tinggi 191 sentimeter itu, melengkapi kuota asing Pesut Etam—julukan Borneo FC—yang sudah berisikan pemain Argentina Matias Conti, Renan Alves dari Brasil, serta Javlon Guseynov asal Uzbekistan.

Baca juga:
 

Dari komposisi tersebut, Borneo menunjukkan keseriusan membenahi lini belakang. Lammers dan Guseynov sama-sama berposisikan bek tengah. Pertahanan memang momok serius tim yang musim lalu dibesut Dejan Antonic tersebut. Dari 34 pertandingan, Borneo kebobolan 49 gol, 1,44 kebobolan per laga.

Angka yang mengemuka, menunjukkan penurunan dari musim sebelumnya. Pada 2017, Borneo kebobolan 39 gol sepanjang musim. Perbedaan selisih gol masih +11, sedangkan musim lalu hanya +1. Angka kebobolan saat itu, bahkan lebih baik dari torehan juara musim 2017, Bhayakara FC, yang dijebol 40 kali.

Namun, patut diingat bahwa Pesut Etam musim itu memiliki tower tangguh di lini belakang. Duet Kunihiro Yamasita asal Jepang dan Matheus Lopes dari Brasil sering membuat pergerakan pemain depan lawan terbatas. Bahkan ketika tampil di kandang, Borneo hanya kebobolan 12 kali.

Baik Yamasita dan Matheus, demikian juga seluruh pemain asing Pesut Etam musim 2017, tak satupun yang dipertahankan. Hasil akhir musim belum menjadi alasan untuk komposisi legiun asing tersebut dipertahankan.

Borneo menetapkan standar tinggi dalam rekrutan pemain asing. Nama yang tak sesuai harapan, tak segan didepak. Dari slot musim lalu, hanya Conti yang dipertahankan. Striker Argentina tersebut membukukan 11 gol dari 16 pertandingan, setelah bergabung dengan Borneo FC pada paruh musim lalu. Ia didatangkan sebagai pengganti Marlon da Silva yang hijrah ke klub Cyprus, Alki Oroklini.

Presiden Borneo Nabil Husein berulang kali secara terbuka mengungkapkan target timnya musim ini. Zona AFC, atau tiga besar, menjadi mimpi klub yang terbentuk pada 2014 itu. Lammers dkk dihadapkan dua kemungkinan. Mewujudkan misi sang presiden, atau malah senasib Yamasita, Matheus, dan nama-nama asing yang akhirnya terdepak. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar