Olahraga

Menghitung Kans Mitra Kukar Lolos Jeratan Degradasi

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 237 Kali
Menghitung Kans Mitra Kukar Lolos Jeratan Degradasi

Foto: PT Liga Indonesia Baru

Musim lalu Kaltim ditinggal satu wakilnya dari kasta tertinggi sepak bola Tanah Air. Jangan sampai musim depan hanya tersisa satu.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
08 Desember 2018

kaltimkece.id Mimpi mengirimkan wakil ke kompetisi Asia mungkin sudah berakhir. Borneo FC tak dimungkinkan lagi finis ketiga setelah kalah dari Barito Putera. Namun, pekan terakhir Liga 1 tetap bikin deg-degan masyarakat sepak bola Kaltim. Satu dari dua wakil tersisa berpeluang tersingkir ke Liga 2.

Borneo FC menempati peringkat kelima dengan 48 poin dari 33 pertandingan. Kans finis ketiga dan mendapatkan tiket playoff Piala Asia sudah tak dimungkinkan. Gap dengan Persib Bandung di posisi tersebut masih tiga angka.

Kemenangan Borneo diikuti kekalahan Persib, menempatkan kedua tim dengan poin sama. Namun, Pesut Etam tetap tak bisa menyalip. Bahkan meski unggul selisih gol sekalipun.

Sebagaimana ketentuan Pasal 9 Ayat 4 Regulasi Liga 1 2018, klasemen turut ditentukan rekor head-to-head. Begitu Borneo dan Persib finis dengan poin sama, catatan pertemuan bakal menentukan. Dalam hal ini, tim berjuluk Pangeran Biru akan diuntungkan. Dari dua pertemuan dengan Pesut Etam, Persib menyapu bersih dengan masing-masing tiga poin.

Pertemuan pertama pada 21 April 2018 di Gelora Bandung Lautan Api, dimenangkan tuan rumah dengan skor 3-1. Laga putaran kedua juga jadi milik Persib. Borneo FC, meski berstatus tuan rumah pada 17 September 2018, harus memainkan laga di Balikpapan. Digunakannya Stadion Batakan buah penerangan Stadion Segiri yang divonis belum memenuhi standar. Operator Liga 1 menetapkan 800 lux minimal pencahayaan. Segiri ketika itu masih 400 lux.

Sepasang kekalahan bikin skenario Borneo FC finis ketiga dari sulit menjadi mustahil. Tapi di sisi lain, ketentuan head-to-head menjadi keuntungan bagi tim tetangga. Modal rekor pertemuan akan mempermudah skenario Mitra Kukar lepas dari jeratan degradasi.

Tim yang bermarkas di Tenggarong Seberang itu satu dari lima kandidat degradasi musim ini. Mitra Kukar mengantongi poin sama 39 dengan Perseru Serui, Sriwijaya FC, dan PS TIRA. Keempatnya menghuni posisi 14 sampai 17 secara berurutan. Dasar klasemen ditempati PSMS Medan dengan 37 poin. Posisi 16 sampai 18 adalah zona merah yang membenamkan penghuninya ke kasta kedua pada akhir musim.

Secara matematis, tim Kaltim berjuluk Naga Mekes itu sebenarnya tak lebih baik dari tiga tim di bawahnya. Bayu Pradana cs punya angka selisih gol paling buruk. Mencetak 44 gol dan dijebol 56 kali, catatan selisih gol Mitra Kukar adalah minus 12. Satu-satunya kontestan Liga 1 mencatatkan angka lebih buruk adalah PSMS Medan, minus 16. Maka, faktor head-to-head yang menempatkan Mitra Kukar dua strip di atas zona merah.

Praktis, pasukan Rahmad Darmawan itu bakal menyukuri satu gol mereka di kandang Sriwijaya FC, akhir November lalu. Saat itu Mitra Kukar kalah 1-3 di Jakabaring. Satu gol tandang membuat rekor pertemuan atas Sriwijaya lebih bagus. Pada putaran pertama, 18 Juli 2018, Naga Mekes menang 3-0 di Aji Imbut.

Mitra Kukar juga unggul gol tandang atas Perseru yang tepat di bawahnya. Selain itu, sekali menang dan sekali imbang dari PS Tira, serta selalu menang atas PSMS pada sepanjang musim ini.

Seluruh kontestan Liga 1 memainkan pertandingan terkahir pekan ini. Dari Sabtu 8 Desember 2018, hingga Minggu keesokannya. Kelima kandidat degradasi bermain pada hari yang sama. Bahkan dua di antaranya ikut menentukan juara kompetisi musim ini. Salah satunya lagi melibatkan Mitra Kukar.

Persija Jakarta dan PSM Makassar bersaing ketat di tangga juara hingga akhir. Tim Macan Kemayoran di puncak klasemen, hanya unggul satu angka dari Tim Juku Eja di posisi kedua.

Persija wajib memastikan tiga poin terakhir jika ingin mengangkat trofi Liga 1. Sedangkan PSM tak sekadar wajib menang untuk juara. Tapi juga mengharapkan terpelesetnya Tim Macan Kemayoran di partai terakhir.

Adapun jika Persija kalah dan PSM imbang, keduanya bakal finis dengan sama-sama 59 poin. Skenarionya menjadi lebih rumit. Kedua tim sama-sama bermain imbang 2-2 di putaran pertama dan kedua. Dengan kondisi tersebut, sesuai pasal 9 ayat 4 poin (a) regulasi Liga 1, juara bakal ditentukan berdasar selisih gol. Saat ini Tim Macan Kemayoran punya rekor selisih gol +16 sedangkan PSM +11.

Panasnya Liga 1 benar-benar terjadi hingga peluit akhir berbunyi. Bukan hanya untuk dua tim teratas, tapi juga lima tim terbawah. Persija dan PSM sama-sama menghadapi calon terdegradasi. Marko Simi cs menjamu Mitra Kukar di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, sedangkan PSM ditantang PSMS di Mattoanging. Laga hidup-mati bagi masing-masing tim.

Bagi Mitra Kukar, menahan Persija di kandang bak misi mustahil. Realitanya, Naga Mekes selalu kalah dalam tiga pertemuan terakhir. Dua di antaranya bahkan terjadi di Aji Imbut.

Meski demikian, Bayu Pradana cs pernah menahan Tim Ibu Kota tersebut di depan Jakmania. Gol Mohamed Sissoko pada menit 90, menggagalkan mimpi tuan rumah meraih tiga angka yang sudah di depan mata. Saat itu 14 Mei 2017, pada putaran pertama Liga 1 Indonesia 2017. Laga di Stadion Patriot, Bekasi, hari itu berakhir dengan skor 1-1.

Gelandang serang Mitra Kukar Septian David Maulana menyadari kekuatan Persija kini lebih impresif. Kualitas pemimpin klasemen sementara merata di semua lini, bukan sekadar Marko Simic dan Riko Simanjuntak. Meski begitu, Naga Mekes dipastikan datang tanpa rasa gentar. "Pemain sudah siap dan memang harus mati-matian," sebut David dikutip dari laman Bola.

Ketatnya papan bawah Liga 1 memungkinkan siapa saja dari lima tim terbawah degradasi ke Liga 2. Kemenangan menjadi jaminan bagi Mitra Kukar lolos dari jeratan zona merah. Namun, bagaimana bila misi mustahil di GBK sungguh tak terwujud?

Kelima kandidat degradasi bermain pada waktu yang sama, Minggu sore 9 Desember 2018, pukul 16.30 Wita. Sementara Mitra Kukar dan PSMS menantang dua kandidat juara, tiga calon terdegradasi juga menghadapi musuh berat. Tak ada pula bermain di kandang sendiri.

Sriwijaya kebagian laga tandang kontra Arema yang masih bisa finis lima besar. Sedangkan PS Tira dijamu Borneo FC di Segiri, yang notabene sama-sama tim Kaltim. Sementara Perseru melakoni Derby Papua kontra Persipura Jayapura di Stadion Mandala.

Dalam skenario tertentu, Mitra Kukar punya peluang bertahan di Liga 1 meski kalah dari Persija. Dengan catatan, sesama tim terbawah sama-sama kalah di laga terakhir. Atau setidaknya cukup satu tim berhasil meraih poin. Keunggulan rekor head-to-head akan membantu Naga Mekes dalam kondisi tersebut.

Namun demikian, berharap hasil dari laga lain di tengah iklim sepak bola nasional saat ini, bukanlah opsi bijak buat Mitra Kukar. Skenario apapun, logis maupun di luar nalar, tak ada yang tabu di lapangan hijau negeri ini. Apapun bisa terjadi. Termasuk untuk Naga Mekes. Tapi kali ini, naga tak punya pilihan selain menerkam kawanan macan. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar