Olahraga

Preview Piala Presiden: Siasat Pesut di Grup Neraka

person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1544 Kali
Preview Piala Presiden: Siasat Pesut di Grup Neraka

Foto: pssi.org

Label turnamen pramusim tak membuat Piala Presiden bisa disepelekan. Rekam jejak tim Kaltim kurang membanggakan di turnamen ini.

Ditulis Oleh: Bobby Lolowang
28 Februari 2019

kaltimkece.id Kompetisi kembali dimulai awal Mei 2019. Namun agenda sepak bola negeri ini sudah begitu padat. Bagaimana kans wakil Kaltim?

Borneo FC memastikan tiket delapan besar Piala Indonesia 2018/19 setelah menahan imbang PSS Sleman tanpa gol di Stadion Maguwoharjo, 20 Februari 2019. Pada leg pertama lima hari sebelumnya, pasukan Fabio Lopes tersebut menang 1-0 di Stadion Segiri via gol tunggal Lerby Eliandry.

Lawan Pesut Etam—julukan Borneo FC—di babak selanjutnya masih teka-teki. Format delapan besar ditentukan lewat pengundian. Jadwalnya belum dipastikan. PSSI mengagendakan Juni 2019, sekitar sebulan setelah Liga 1 dimulai.

Baca juga:
 

Namun demikian, panjangnya jeda Piala Indonesia tak membuat Diego Michiels dkk bersantai. Turnamen pramusim Piala Presiden 2019 sudah menanti. Kickoff dijadwalkan 2 Maret 2019.

Piala Presiden merupakan gelaran pramusim rutin di Indonesia. Tahun ini memasuki edisi keempat. Pertama mengemuka sebagai babak baru sepak bola Tanah Air, mengembalikan atmosfer setelah sempat dibekukan FIFA. Persib Bandung keluar sebagai juara pada 2015.

Total 16 klub mengikuti Piala Presiden edisi perdana. Tiga di antaranya kontestan asal Kaltim. Borneo, Mitra Kukar, dan Persiba Balikpapan. Dari ketiganya, Mitra Kukar melangkah paling jauh. Tim berjuluk Naga Mekes tersebut terhenti di semifinal, kalah agregat 2-3 dari Persib, sebelum dikalahkan Arema Cronus pada perebutan tempat ketiga.

Edisi berikutnya giliran Borneo melangkah jauh. Pada 2017, Piala Presiden diikuti 20 peserta. Terbagi lima grup, format baru dikemukakan. Masing-masing juara grup otomatis melaju ke fase gugur. Slot berikutnya diperebutkan tiga tim peringkat dua terbaik berdasar poin hingga selisih gol.

Borneo membentuk tim khusus di Piala Presiden kala itu. Tim utama fokus persiapan kompetisi yang dimulai setelahnya. Pelatih Ricky Nelson ditunjuk menukangi tim pelapis. Namun, di luar dugaan Borneo mampu tampil impresif. Lolos sebagai juara grup meski hanya bermodal satu gol, terus malu ke final mengalahkan tim raksasa macam Madura United hingga Persib Bandung. Sayang, happy ending tak berpihak untuk tim asal Samarinda itu. Pesut Etam dicukur Arema FC 5-1 pada partai puncak.

Sejak itu, Piala Presiden tak lagi bersahabat bagi wakil Kaltim. Pada edisi 2018, hanya Mitra Kukar melaju sampai babak gugur. Fase grup dilewati sebagai juara setelah meraih 100 persen kemenangan dari tiga laga. Naga Mekes bertindak sebagai tuan rumah di Grup B yang berisikan tiga tim lain asal Kalimantan Selatan; PS Barito Putera, Kalteng Putra FC, dan Martapura FC.

Mitra Kukar terhenti di babak delapan besar. Kalah 1-3 dari Persija Jakarta yang kemudian finis sebagai pemenang turnamen.

Tahun ini, Piala Presiden masih menggunakan format yang sama. Total 20 kontestan, lima grup, lima tuan rumah. Kaltim diwakili Borneo dan Mitra Kukar. Keduanya terbagi di Grup B dan Grup D.

Grup B mempertemukan Mitra Kukar dengan Bhayangkara FC sebagai tuan rumah. Dua tim lain adalah Semen Padang dan Bali United. Berebut tempat terbaik di atas lapangan Stadion dr H Moch Soebroto, Magelang, yang berkapasitas 20 ribu penonton.

Sedangkan Pesut Etam bisa dikatakan berada di grup neraka. Grup D berisikan Madura United, Persija Jakarta, dan PSS Sleman sebagai tuan rumah.

Madura United merupakan kekuatan baru di sepak bola Indonesia setelah habis-habisan di bursa transfer kali ini. Bahkan dijuluki sebagai Los Galacticos-nya Indonesia. Madura United mendatangkan Andik Vermansah hingga eks kiper Borneo Muhammad Ridho begitu jendela transfer di buka. Tak sampai di situ, Dejan Antonic yang musim lalu menukangi Pesut Etam ikut diakuisisi. Kolaborasi Dejan-Ridho yang mahfum seluk beluk Borneo, bisa jadi ancaman untuk Pesut Etam di fase grup mendatang.

Di sisi lain, Persija maju dengan status juara bertahan. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu juga pemenang Liga 1 musim lalu. Rekor head to head dengan Borneo pun menempatkan Persija di atas angin. Dari lima pertandingan terakhir, Macan Kemayoran selalu mengalahkan Pesut Etam. Kali terakhir Borneo menang atas tim ibu kota tersebut adalah dalam dua putaran Indonesia Soccer Championship A 2016 lalu. Kealpaan Marko Simic yang tersandung masalah hukum di Australia adalah celah sempit untuk Borneo mengambil keuntungan. Dari tiga pertandingan terakhir tanpa bombernya itu, Persija hanya menang sekali. Sisanya imbang.

Borneo langsung menghadapi Persija pada partai pertama Piala Presiden, 5 Maret 2019. Lima hari berikutnya, giliran partai kedua menghadapi tuan rumah. PSS Sleman bukanlah lawan yang dapat diremehkan meski statusnya tim promosi. Juara Liga 2 musim lalu itu memberi kerepotan ketika menantang Borneo di Segiri. Dan tak satu golpun bisa dibukukan Pesut Etam saat balik menantang di Sleman pada 20 Februari lalu. Kembali dipertemukan di Piala Presiden, tuan rumah memiliki motivasi revans untuk Pesut Etam. Apalagi bertindak sebagai tuan rumah.

Seriusi Turnamen Pramusim

Meski berlabel pramusim, Borneo menyeriusi Piala Presiden 2019 yang sudah di depan mata. Pelatih Fabio Lopez membuat persiapan khusus. Setelah mengambil libur usai 16 besar Piala Indonesia, Borneo langsung menjalankan program latihan. Dan pada Jumat 1 Maret 2019, anak-anak Pesut Etam dijadwalkan menjalani uji coba dengan salah satu tim lokal Samarinda.

“Harapan saya semua pemain memahami apa yang saya inginkan kepada mereka. Pada waktu persiapan singkat seperti sekarang, pemahaman taktik dan strategi dengan cepat akan sangat penting,” sebut pelatih asal Italia itu, seperti dilansir dari laman resmi klub.

Baca juga:
 

Sejak ditunjuk menukangi Borneo, Lopez telah memimpin tim di empat partai kompetitif. Dari keempatnya, tiga laga dituntaskan dengan kemenangan. Termasuk pesta gol dalam dua laga kontra Parkindo MP di Piala Indonesia. Fabio melihat para pemain mulai mampu menjalankan keinginannya.

“Sekarang kami akan bertanding di turnamen pramusim yang lebih berat. Kami tergabung dengan lawan-lawan tangguh di Grup D. Saya yakin pemain bisa berbuat maksimal di setiap penyisihan grup,” imbuhnya. (*)

 

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar