• Berita Hari Ini
  • Warta
  • Historia
  • Rupa
  • Arena
  • Pariwara
  • Citra
Kaltim Kece
  • HISTORIA
  • Asal Mula Nama Markoni di Balikpapan

Asal Mula Nama Markoni di Balikpapan

Nama wilayah ini diambil dari seorang insinyur listrik asal Italia, Guglielmo Marconi. Apa hubungannya dan bagaimana ceritanya?
Oleh M Jaris Almazani
8 November 2025 21:20
Salah satu sudut jalan di Balikpapan pada 1932. FOTO: KITLV LEIDEN UNIVERSITY LIBRARIES
Salah satu sudut jalan di Balikpapan pada 1932. FOTO: KITLV LEIDEN UNIVERSITY LIBRARIES

kaltimkece.id Kawasan yang disebut Markoni tersebut berdiri selemparan batu dari Gunung Malang di Kecamatan Balikpapan Kota. Sebutannya persis dengan nama penemu radio, Guglielmo Marconi. Bukan kebetulan, Markoni memang mengambil nama insinyur listrik sekaligus penerima nobel berkebangsaan Italia tersebut.

Penamaan ini barang tentu tak sembarang kata. Menurut peta Balikpapan masa kolonial yang dibuat pada 1940, sejumlah stasiun radio telegraf pernah berdiri di kawasan tersebut. Namanya Marconistation atau Stasiun Marconi. Stasiun telegraf ini diperkirakan mulai beroperasi pada 1911 atau 1912.

Adalah De Koninklijke (Shell), perusahaan induk Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), yang mendirikannya. Korporasi minyak Belanda tersebut memesan peralatan stasiun telegraf nirkabel langsung dari Guglielmo Marconi. Fasilitas komunikasi tersebut direncanakan rampung pada Juni 1911.

Dengan demikian, terdapat dua alasan nama Marconi melekat di wilayah tersebut. Pertama, penemu telegraf nirkabel yang digunakan di stasiun tersebut bernama Marconi. Alasan kedua, perusahaan yang memproduksi perangkat stasiun radio telegraf tersebut adalah Marconi's Wireless Telegraph Co Ltd. Perusahaan milik Guglielmo Marconi ini didirikan pada 1897 di Inggris (Coe, 2003, hlm 143-144).

Stasiun telegraf nirkabel di Balikpapan ini mengirim pesan dalam bentuk sandi morse menggunakan gelombang radio. Stasiun ini bahkan disebut mampu mengirim sinyal sejauh Situbondo ke Kupang (De Nieuwe Vorstenlanden, 9 Desember 1910). Sebagai catatan, jarak kedua daerah di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur itu adalah 1.700 kilometer.

Peta Balikpapan yang terbit pada 1932 memberikan informasi yang lain. Tiga dekade setelah stasiun telegraf Markoni pertama kali beroperasi, sebanyak tiga stasiun yang terpusat berdiri di kawasan konsesi bernama Marconistation itu. Lambangnya berupa menara radio dengan gelombang radio berwarna biru di puncaknya.

Titik lokasi ketiga stasiun ini berbeda-beda. Satu stasiun di wilayah yang kini menjadi permukiman di utara Jalan Jenderal Sudirman, satu di kawasan ruko Balikpapan Permai, dan terakhir di pantai belakang bekas Hotel Le Grandeur.

Dari ketiga stasiun telegraf tersebut, Stasiun Marconi akhirnya tersisa satu pada 1940. Menurut peta Balikpapan pada warsa tersebut, Stasiun Marconi kemudian dipindahkan dari kawasan Markoni ke Gunung Sari, persisnya di Jalan Ahmad Yani. Gedung atau situs tersebut kini menjadi kantor GraPARI milik Telkomsel, yang uniknya, juga bergerak di bidang komunikasi.

Foto kiri: tiga stasiun Marconi di kawasan Markoni pada 1932 ditandai lambang menara radio dengan gelombang berwarna biru. Foto kanan: Marconistation di Gunung Sari (Jalan Ahmad Yani) dalam peta Balikpapan 1940, kini kantor Grapari. FOTO: KITLV, REPRODUCTIEBEDRIJF TOPOGRAFISCHE DIENST, 1932 DAN 1940.

Foto kiri: tiga stasiun Marconi di kawasan Markoni pada 1932 ditandai lambang menara radio dengan gelombang berwarna biru. Foto kanan: Marconistation di Gunung Sari (Jalan Ahmad Yani) dalam peta Balikpapan 1940, kini kantor Grapari. FOTO: KITLV, REPRODUCTIEBEDRIJF TOPOGRAFISCHE DIENST, 1932 DAN 1940.

Walaupun sudah tidak memiliki Stasiun Marconi karena dipindah ke Gunung Sari, rupanya nama Marconi tetap melekat di kawasan tadi. Sampai Indonesia merdeka, sebutan Markoni terus dipakai.

Contohnya, ketika peninggalan sejarah yang lain ditemukan yakni sebuah meriam milik tentara Jepang. Meriam yang diletakkan di perbukitan itu mengarah ke laut lalu dinamakan Meriam Markoni. Dilihat dari masa pendudukan Jepang di Balikpapan, meriam ini diperkirakan diletakkan di sana sekitar tiga atau empat tahun setelah stasiun radio telegraf Belanda dipindah ke Gunung Sari.

Meriam itu telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Lokasinya di Jalan Markoni Atas yang bersisian dengan Jalan Markoni Dalam. Sementara itu, pesisir kawasannya sering disebut Pantai Markoni.

Sebenarnya bukan Balikpapan saja yang menggunakan Markoni sebagai nama kawasan. Di Tarakan, Kalimantan Utara, nama tersebut digunakan di sekitar Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pangeran Antasari. Alasannya persis dengan Balikpapan karena sama-sama lokasi stasiun radio telegraf. Hal yang tak aneh mengingat Pulau Tarakan adalah kota minyak sebagaimana Balikpapan.  

Jejak stasiun di Tarakan tersebut nampak pada peta keluaran 1916. Sebuah sketsa bangunan berbentuk persegi panjang yang agak jauh dari jalan utama disebut Marconistation. Sayangnya, usia stasiun di Tarakan lebih pendek dari saudara kembarnya di Balikpapan. Pada 1936, stasiun itu sudah tidak tampak lagi di peta dan berubah menjadi permukiman penduduk. (*)

Senarai Kepustakaan

Coe, Lewis. 2003. The Telegraph: A History of Morse's Invention and its Predecessors in the United States. Jefferson: McFarland.

De Jongh, W.D. Munniks. 1916. Productie kaart van het boorterrein Tarakan: behoort bij het tweede semesterrapport 1915 D K 38,2. Skala 1: 5000. Koleksi KITLV. Diakses 1 November 2025.

Magenda, Burhan Djabir. 1991. East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy. Ithaca: Cornell University Press.

Radio-telegraphie in Indie, De Nieuwe Vorstenlanden, 9 Desember 1910.

Topografische Dienst. Balikpapan: opgenomen door den Topografischen Dienst in 1926-1929, D B 50,2 (peta). Skala 1:50.000. Batavia: Reproductiebedrijf Topografische Dienst, 1932. Koleksi KITLV. Diakses 1 November 2025.

Topografische Dienst. Tarakan: opgenomen door den Topografische Dienst (Luchtfotogrammetrische Sectie) in 1935. (peta). Skala 1:50.000. Batavia: Reproductiebedrijf Topografische Dienst, 1936. Koleksi KITLV. Diakses 25 Oktober 2025.

Topografische Dienst. Balikpapan: opgenomen door den Topografische Dienst in 1935-1939. (peta). Skala 1:100.000. Batavia: Reproductiebedrijf Topografische Dienst, 1940. Koleksi KITLV. Diakses 25 Oktober 2025.

Editor : Fel GM

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi kaltimkece.id

Gabung Channel WhatsApp
  • Alamat
    :
    Jalan KH Wahid Hasyim II Nomor 16, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
  • Email
    :
    [email protected]
  • Phone
    :
    08115550888

Warta

  • Ragam
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Humaniora
  • Nusantara
  • Samarinda
  • Kutai Kartanegara
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Paser
  • Penajam Paser Utara
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Timur

Pariwara

  • Pariwara
  • Pariwara Pemkab Kukar
  • Pariwara Pemkot Bontang
  • Pariwara DPRD Bontang
  • Pariwara DPRD Kukar
  • Pariwara Kutai Timur
  • Pariwara Mahakam Ulu
  • Pariwara Pemkab Berau
  • Pariwara DPMD Kutai Kartanegara
  • Pariwara DPRD Kaltim
  • Pariwara Diskominfo Kaltim

Rupa

  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Musik
  • Risalah
  • Sosok

Historia

  • Peristiwa
  • Wawancara
  • Tokoh
  • Mereka

Informasi

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© 2018 - 2026 Copyright by Kaltim Kece. All rights reserved.