Mancanegara

Sudah 100 Ribu Orang Meninggal di Brazil, Covid-19 Terbukti Ganas di Negara Beriklim Tropis seperti Indonesia

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 1245 Kali
Sudah 100 Ribu Orang Meninggal di Brazil, Covid-19 Terbukti Ganas di Negara Beriklim Tropis seperti Indonesia

Seorang warga dengan bendera Brazil memberi penghormatan kepada korban jiwa pandemi Covid-19 di Pantai Copacabana, Ro de Janeiro. (MAURO PIMENTEL /AFP)

Sempat ada anggapan virus corona lemah di negara tropis seperti Indonesia. Fakta di Brazil tak menunjukkan demikian.

Ditulis Oleh: Fel GM
10 Agustus 2020

kaltimkece.id Sama sekali keliru bilamana memandang virus SARS-Cov-2 lebih jinak di Negara beriklim tropis seperti Indonesia. Contoh nyata ganasnya Covid-19 di negara tropis dapat dilihat di Brazil. Kasus kematian akibat Covid-19 di Negeri Samba telah melewati 100 ribu pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Fakta dari Brazil ini patut menjadi perhatian. Selain memiliki iklim yang sama dengan Indonesia, Brazil juga dikenal sebagai paru-paru dunia. Sama seperti di Indonesia terutama Kalimantan, negara tersebut memiliki hutan hujan tropis yakni di kawasan yang disebut Amazon.

Hutan hujan adalah sebuah ekosistem yang ditandai dengan curah hujan yang tinggi, ssetidaknya 200 sentimeter per tahun. Hutan ini memiliki kanopi yang lebat dengan keanekaragaman spesies yang tinggi. Hutan hujan tropis ditemukan di zona khatulistiwa terutama di garis lintang dengan suhu hangat karena matahari bersinar sepanjang tahun. Lima negara yang memiliki hutan hujan tropis terluas berturut-turut adalah: Brazil, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Peru, dan Kolombia.

Sejumlah penelitian pada awal pandemi menyebutkan, ada keterkaitan antara suhu, cuaca, dan iklim terhadap penyebaran virus corona. Para peneliti awalnya mengira, virus ini serupa influenza yang cenderung lebih stabil dalam lingkungan bersuhu udara dingin dan kering. Namun demikian, penyebaran Covid-19 di negara tropis terutama di Amerika Selatan, ternyata sama kuatnya dengan negara-negara bermusim empat.

Akibat Pemerintah yang Abai

Tingginya angka kematian di Brazil (nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat) patut menjadi pelejaran. Negara tersebut melewati pandemi dengan sangat berat karena kebijakan pemerintah setempat. Presiden Jair Bolsonaro telah dianggap meremehkan pandemi ini dengan menentang karantina wilayah yang diberlakukan para pejabat daerah. Protes warga terhadap pembiaran tersebut sejak awal pandemi tidak ia dengarkan. Bolsonaro malah berkata “Covid-19 hanya flu ringan.”

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Bolsonaro mengatakan dirinya sembuh dari infeksi virus corona berkat hydroxychloroquine. Obat itu adalah antimalaria yang belum terbukti ampuh melawan virus corona. Kebijakan Bolsonaro tersebut, masih menurut Reuters, karena lebih memilih menyelamatkan perekonomian.

Dua menteri kesehatan Brazil, keduanya dokter, telah mengundurkan diri karena berbeda pendapat dengan Bolsonaro. Pelaksana tugas menteri kesehatan saat ini adalah seorang jenderal militer yang telah mengabaikan seruan untuk menjaga jarak sosial. 

Abainya keseriusan menangani virus menyebabkan kematian karena virus corona di Brazil mencapai 50 ribu orang dalam bulan-bulan pertama. Covid-19 hanya perlu 50 hari untuk membunuh 50 ribu orang lagi. (*)

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar