Humaniora

Mengenang Mantan Wali Kota Bontang Adi Darma: Mahasiswa Pertanian hingga Birokrat dan Politikus Ulung

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1244 Kali
Mengenang Mantan Wali Kota Bontang Adi Darma: Mahasiswa Pertanian hingga Birokrat dan Politikus Ulung

Adi Darma, wali kota Bontang 2011-2016.

Adi Darma adalah lulusan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Menjadi birokrat dan politikus ulung di Bontang. 

Ditulis Oleh: Fel GM
01 Oktober 2020

kaltimkece.id Pemuda yang baru berusia 21 tahun itu tiba di Samarinda dengan membawa ijazah SMA-nya. Ia lantas menuju Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda. Di kampus itulah, Adi Darma yang baru lulus dari SMA negeri di Tenggarong, Kutai, akan melanjutkan pendidikan. 

Pada tahun ajaran baru awal dekade 1980-an, Adi Darma akhirnya resmi menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian. Ia masuk Jurusan Sosial Ekonomi, sebagaimana riwayat hidup yang diterima kaltimkece.id. Selain Adi Darma, kampus pertanian Unmul pada masa itu punya mahasiswa yang kelak menjadi orang ternama. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Kaltim Isran Noor, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, dan mantan Sekretaris Provinsi Kaltim Rusmadi. 

Adapun Adi Darma, yang semasa kuliah pernah menekuni dunia jurnalistik, menyelesaikan pendidikan pada 1988. Gelar insinyur pun boleh disematkan di depan namanya. Berbekal ijazah sarjana, lelaki kelahiran Tenggarong, 29 April 1960, tersebut, diterima sebagai pegawai negeri sipil di Bontang. Pada waktu itu, Pemprov Kaltim baru saja menaikkan status Bontang menjadi kota administratif. Sebelumnya, Bontang adalah wilayah dari Kabupaten Kutai. Kota administratif Bontang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah 20/1989. Bontang terdiri dari dua kecamatan yaitu Bontang Utara dan Bontang Selatan.

Selepas reformasi, Bontang akhirnya menjadi kota otonom berdasarkan UU 47/1999. Pada masa yang sama, Adi Darma selaku PNS bertugas di Pemprov Kaltim. Ia menjadi pelaksana harian kepala Seksi Pembinaan Laboratorium Bapedalda Kaltim. Adi Darma selanjutnya bertugas di Kutai Kartanegara. Ia menjadi penjabat Camat Kenohan (2000) sebelum kembali bertugas di Bontang. 

Di Kota Taman, karier birokrasi Adi Darma meroket. Dimulai dari kepala bagian Tata Usaha, Dinas Pendapatan Daerah Bontang (2001), ia menjadi kepala Dispenda (2002), dan asisten Sekretaris Kota Bidang Administrasi Aparatur (2003). Puncak karier birokratnya pada 2006 hingga 2009. Adi Darma menduduki jabatan PNS tertinggi di kota itu sebagai sekretaris kota. Di sela-sela kesibukannya sebagai abdi negara, Adi Darma menyelesaikan studi magister di Universitas Dr Soetomo.

Maju Sebagai Wali Kota

Pada Pilkada Bontang 2010, Adi Darma maju dalam pemilihan wali kota Bontang. Suami dari Hj Najirah ini berpasangan dengan Isro Umarghani. Lawannya bukan sembarangan. Dari lima pasangan, yang terkuat adalah istri Andi Sofyan Hasdam selaku mantan wali kota Bontang dua periode, Neni Moerniaeni. 

Berdasarkan rekapitulasi suara di tiga kecamatan, Adi Darma unggul dari lima pasangan yang lain dengan perolehan 35.062 suara atau 48,51 persen. Neni yang berpasangan dengan Irwan Arbain hanya mengumpulkan 26.978 suara atau 37,33 persen.

Adi Darma adalah anak Tenggarong yang menjadi wali kota Bontang periode 2011-2016. Di bawah pemerintahannya, Bontang mencatat sejumlah prestasi. Adi Darma bahkan menerima satya lancana terbaik untuk otonomi daerah. Yang paling publik ingat akan sosoknya adalah kesukaan Adi Darma ke lapangan. Pakaian yang paling sering dia kenakan adalah celana jeans. 

Semasa wali kota, aktivitas politik Adi Darma makin padat. Ia terjun ke Partai Golkar. Selama berbakti di partai beringin, Adi Darma sempat menjadi ketua harian Golkar Kaltim. Pada 2019, ia didapuk sebagai ketua MKGR Kaltim, salah satu organisasi sayap Golkar. 

Baca juga:
 

Adi Darma kembali maju pada pilkada Bontang 2015. Neni Moerniaeni kembali menjadi penantangnya. Selaku wali kota petahana, Adi Darma bersetia dengan Isro Umarghani. Sementara Neni didampingi Basri Rase. Dalam pilkada tersebut, Neni berhasil membalas kekalahan pada 2010 dengan meraih 44.301 suara atau 55,85 persen. Sisanya, 35.018 suara diraih Adi Darma-Isro atau sebesar 44,15 persen.

Pilkada serentak 2020 sejatinya adalah pertarungan ketiga Adi Darma dan Neni. Kali ini, Neni adalah petahananya. Neni berpasangan dengan Joni Muslim sementara Adi Darma, uniknya, berpasangan dengan Basri Rase, wakil wali kota pada periode pemerintahan Neni. 

Tuhan telah mengatur segalanya. Dua bulan menjelang pemungutan suara, ayah dua anak ini dirawat selama delapan hari di RSUD Taman Husada, Bontang. Adi Darma dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Politikus ramah dan kalem ini lantas dipanggil ke haribaan-Nya pada Kamis, 1 Oktober 2020. (*)

Temui kami di Instagram!

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar