Nusantara

Melihat Persiapan PLN Menerangi IKN Nusantara, dari Bangun Gardu Mobile sampai Energi Terbarukan

person access_time 6 days ago remove_red_eyeDikunjungi 1827 Kali
Melihat Persiapan PLN Menerangi IKN Nusantara, dari Bangun Gardu Mobile sampai Energi Terbarukan

PLN segera membangun gardu induk mobile di IKN Nusantara. (foto: istimewa)

PLN juga akan membangun gardu induk tegangan ekstra tinggi berkapasitas 500 kilovolt (kV).

Ditulis Oleh: PARIWARA
13 Mei 2022

kaltimkece.id PT PLN (Persero) mulai mempersiapkan pembangunan listrik ibu kota negara Nusantara. Dalam waktu terdekat, perusahaan listrik ini akan membangun dua gardu induk mobile di sekitar titik nol IKN Nusantara yang masuk Gersik, Penajam Paser Utara. Seluruh pembangunan ditarget rampung akhir tahun ini.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan, Daniel Eliawardhana, memberikan penjelasan. Kedua gardu mobile tersebut berkapasitas 30 Megavolt-Ampere (MVA). Peralatan trafo mobile-nya direlokasi PLN dari Pulau Jawa.

Kedua gardu tersebut akan terhubung melalui jalur saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Kariangau-Petung. Salah satu gardu diupayakan kelar pada Agustus 2022. Sisanya pada Desember 2022. Kedua gardu ini dibangun untuk jangka pendek.

“Gardu induk mobile membutuhkan lahan yang lebih kecil dan waktu pembangunan yang lebih singkat dibanding gardu induk permanen,” jelasnnya.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

Adapun kebutuhan listrik IKN Nusantara, sambung dia, akan dipasok dari sistem interkoneksi Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Kebutuhan listrik di sistem interkoneksi Kalimantan mencapai 1.305 megawatt (MW) dengan daya mampu mesin pembangkit sebesar 1.729 MW. Dengan demikian, masih ada cadangan daya sebesar 424 MW yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas baru.

Untuk rencana jangka panjangnya, berdasarkan dokumen Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, PLN akan membangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) berkapasitas 500 kilovolt (kV) pada 2028. Selain itu, PLN juga bakal membangun gardu induk pendukung keandalan pasokan listrik ibu kota negara di PPU.

Sebagai antisipasi pertumbuhan beban di masa depan, masih dalam RUPTL, PLN akan membangun pembangkit baru sebesar 2.204 MW dan merelokasi pembangkit 600 MW. Tambahan pasokan pembangkit baru tersebut sebagian besar berasal dari energi baru terbarukan (EBT). Kemudian membangun gardu induk baru dengan total kapasitas 6.310 MVA serta jalur transmisi sepanjang 11.027 kilometer sirkuit (kms) yang disebar beberapa daerah di Kalimantan. (*)

Editor: Surya Aditya

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar