PARIWARA

Latihan Kepemimpinan dan Kursus Banser, Kandidat Pemimpin Terbaik Lahir dari Ansor

person access_time 3 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 275 Kali
Latihan Kepemimpinan dan Kursus Banser, Kandidat Pemimpin Terbaik Lahir dari Ansor

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi (tiga kanan) membuka ´╗┐Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan ke IV dan Kursus Banser Lanjutan II. (fitri komariah/kaltimkece.id)

Membela agama juga harus berbanding lurus dengan membela bangsa. Menjaga kondusivitas tetap damai dan utuh.

Ditulis Oleh: Fitri Komariah
19 Oktober 2019

kaltimkece.id Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan ke IV dan Kursus Banser Lanjutan ke II resmi dibuka Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Dilangsungkan Jumat, 18 Oktober 2019. Sebanyak 472 kader GP Ansor dari seluruh Kaltim mengikuti pelatihan kepemimpinan dan kursus Banser lanjutan tersebut.

Ketua PW GP Ansor Kaltim, Fajri Alfarobi, menjelaskan alasan memilih ber-Ansor. Menurutnya adalah tanggung jawab menjaga bangsa, negeri, dan agama. Harus dilakukan dalam satu tarikan napas. Membela agama harus berbanding lurus dengan membela bangsa. Begitu pula sebaliknya. Menjaga bangsa tetap damai dan utuh, merupakan tanggung jawab yang tetap di pegang pemuda Ansor Kaltim dan Indonesia.

Pria yang akrab disapa Robi itu memiliki harapan tersendiri untuk kader Ansor. Setelah pelatihan kepemimpinan dan kursus Banser lanjutan tersebut, kader Ansor mesti mampu mengimplementasikan ilmunya di masyarakat. Sebagai salah satu tujuan diadakan pelatihan tersebut, yaitu juga untuk menciptakan pemimpin-pemimpin baru.

"Minimal ada jiwa pemimpin di dalam diri kader kita. Selain itu, kader diharapkan mampu menjaga dan memberi energi positif untuk kondusivitas daerahnya sendiri," jelasnya kepada kaltimkece.id.

Selayaknya organisasi lain, Ansor mengadakan pengkaderan untuk mencari pemimpin-pemimpin baru. Pemimpin di organisasi, daerah, dan lingkungan. "Semua akan bermanfaat di titik tertentu. Di mana titik awalnya bagi kader Ansor harus mulai dulu mempersiapkan diri. Enggak usah memikirkan yang macam-macam. Pokoknya persiapkan diri sebaik mungkin," jelas Robi.

"Ber-Ansor itu asyik, Banser itu keren. Ber-Ansor dan ber-Banser itu kece. Ber-Ansor juga berarti berasyik-asyikan dalam menjaga negara dan agama kita," tambah Robi

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi menilai perlunya pelatihan kepemimpinan di semua organisasi. Menurutnya, organisasi harus terus berkembang. Semakin berusianya suatu organisasi maka ada pemimpin yang perlu digantikan. "Dicanangkannya Kaltim jadi ibu kota negara memerlukan banyak pemimpin ke depan. Dan salah satu kandidat pemimpin terbaik ada di Ansor," pungkas Hadi. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar