PARIWARA

Optimalisasi Penggunaan Sistem Pembayaran Nontunai, Perkembangan Ekonomi Serta Keuangan Digital

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 1044 Kali
Optimalisasi Penggunaan Sistem Pembayaran Nontunai, Perkembangan Ekonomi Serta Keuangan Digital

Talk show virtual, road to pertemuan tahunan Bank Indonesia. (repro)

QRIS adalah platform QR code yang berfungsi melancarkan kehidupan masyarakat, dalam mewujudkan ekonomi berdaya saing.

Ditulis Oleh: Giarti Ibnu Lestari
01 Desember 2020

kaltimkece.id Bank Indonesia (BI) terus mendorong masyarakat agar menggunakan sistem pembayaran nontunai. Maka dari itu, bank sentral tersebut meluncurkan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai upaya mempermudah transaksi jual beli di tengah masyarakat.

Bank Indonesia Perwakilan Kaltim menggelar talk show virtual, road to pertemuan tahunan Bank Indonesia pada Selasa, 1 Desember 2020. Membahas Optimalisasi Penggunaan Sistem Pembayaran Non Tunai GPN dan QRIS Dalam Mendukung Perkembangan Ekonomi Serta Keuangan Digital.

Talk show dipandu Leonard Samosir dengan empat narasumber. Yakni Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Yudhistira; Pemimpin Divisi Bisnis and Funding Bankaltimtara, Muhammad Edwin; Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Budiman P Siahaan; dan Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, Yanti Pusparini. Talk show dibuka Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Tutuk SH Cahyono.

Tutuk SH Cahyono, mengatakan gerakan nasional pembayaran nontunai dimulai sejak Agustus 2014. QRIS adalah platform QR code yang berfungsi melancarkan kehidupan masyarakat, dalam mewujudkan ekonomi berdaya saing.

"QRIS aktif sejak 1 Januari 2020 lalu. Kini telah dipakai di atas 5 juta merchant. Di Kaltim sendiri ada 87 ribu merchant yang menggunakan QRIS. Jumlah ini adalah yang tertinggi se-Kalimantan," ucap Tutuk saat membuka talk show virtual bertajuk Optimalisasi Penggunaan Sistem Pembayaran Non Tunai GPN dan QRIS dalam Mendukung Perkembangan Ekonomi serta Keuangan Digital.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Yudhistira, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi mengarahkan sistem pembayaran kepada digitalisasi. Ihwal tersebut, harus dimanfaatkan dengan baik. Sehingga pertumbuhan ekonomi yang produktif tercipta di tengah masyarakat.

"Masyarakat juga harus paham tentang produk perbankan digital. Lewat QRIS ini, akan memperlancar pembayaran antara penjual dan pembeli. Itu transaksi ekonomi. Mulai pedagang kecil, UMKM hingga tingkat korporasi akan terbantu,"jelas Yudhistira.

Di sisi lain, penggunaan QRIS pada masa pandemi Covid-19 juga dinilai sebagai bentuk upaya membangun ekonomi. Pembayaran nontunai dapat memberikan rasa aman. Sehingga masyarakat dapat optimis dan lebih produktif guna memulihkan ekonomi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim menggelar Event Creativity Offers Through Visual Digital Banking (COVID) with QRIS. Rangkaian event ini digelar 1-30 November 2020.

Ada 12 rangkaian acara, mulai perlombaan Desain Poster dan Video Edukasi; Virtual Cycling; Virtual Run; Sosialisasi QRIS di Rumah Ibadah, Sosialisasi QRIS di RT daerah Samarinda dan Bontang; Webinar Sistem Pembayaran dan Pembiayaan UMKM; Digi Payment Talk With Sandiaga Uno; dan Virtual Banking Expo.

"Untuk event ini seluruh rangkaian kita gelar secara online, di samping karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Selain itu karena kita beradaptasi ke arah digitalisasi," ucap Awang Firman, Marketing Manager EO HKGroup.

Banking Expo 2020 digelar secara virtual selama delapan hari, 23-30 November 2020. Acara ini merupakan satu kegiatan dalam rangkaian sosialisasi dan edukasi transaksi nontunai yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur berkolaborasi bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah Kalimantan Timur yang berlangsung selama satu bulan. Dimulai pada 1 November lalu.

Temanya adalah Creatifity Offers Through Visual Digital Banking (COVID) with GPN QRIS. Dalam Banking Expo 2020 terdapat 32 booth dari 32 bank yang merupakan peserta.

Berbagai acara ditampilkan dalam Banking Expo 2020, seperti Workshop , Stand Up Comedy, Edukasi Perbankan, Produk Unggulan Perbankan, dan Live Music Acoustic. Senin, 23 November 2020, Virtual Banking Expo 2020 dibuka oleh Wakil Gubernur kaltim, Hadi Mulyadi.

Wakil Gubernur kaltim, Hadi Mulyadi, mengatakan perekonomian di berbagai daerah di Indonesia melambat akibat Covid-19. Kaltim menjadi salah satu provinsi yang masih bisa eksis ditengah pandemi ini. Ia juga mengapresiasi digitalisasi perbankan sehingga proses transaksi bisa dilakukan di mana saja.

Digitalisasi perbankan memudahkan transisi masyarakat yang terbiasa dengan pembayaran tunai ke pembayaran nontunai. Transaksi nontunai ini sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, yang dapat diakibatkan oleh kontak langsung ketika bertransaksi secara tunai.

"Di balik kegiatan ini ada isyarat kreatifitas, inovatif, dan pantang menyerah di tengah kemandekan ekonomi. Ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita tidak pernah berhenti untuk terus berkarya," ucap Hadi Mulyadi.

Orang nomor dua di Kaltim itu pun berharap, digital banking mampu menguatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kaltim. Sehingga UMKM mampu memberikan kontribusi signifikan dalam berputarnya roda perekonomian daerah. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar