PARIWARA

Paparkan 10 Program Prioritas, Sultan Kutai Kartanegara Doakan Bunda Vita Menangkan Pilkada Kukar

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 883 Kali
Paparkan 10 Program Prioritas, Sultan Kutai Kartanegara Doakan Bunda Vita Menangkan Pilkada Kukar

Bunda Vita (kanan) menemui Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin (dua kiri) di kediamannya. (istimewa)

Sejumlah petuah disampaikan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kepada Bunda Vita.

Ditulis Oleh: Arditya Abdul Azis
13 November 2019

kaltimkece.id Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin, menerima silaturahmi bakal calon bupati Kukar Novita Ikasari. Diterima di kediamannya, Jalan Udang, Tenggarong, Kukar, Rabu, 6 November 2019.

Dalam pertemuan tersebut, perempuan yang akrab disapa Bunda Vita itu menyampaikan niatnya mencalonkan diri sebagai calon bupati Kukar. Bertarung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah 2020 mendatang. Kedatangannya itu sekaligus meminta doa dan restu.

Pada awal pertemuan, Vita menjelaskan latar belakang dan semangatnya untuk mengabdi kepada masyarakat Kukar. Ia melihat potensi Kukar yang begitu besar. Terdapat 10 program prioritas untuk menyejahterakan masyarakat Kukar.

Adapun kesepuluh program dimaksud adalah rumah rakyat, beasiswa hingga S2, bantuan modal usaha tanpa bunga, serta membuka pabrik pengolahan hasil perikanan, pertanian, maupun peternakan. Juga membangun pusat industri kreatif, memberi modal usaha start up.

Ada pula puskesmas rawat inap hingga tingkat kelurahan. Selain itu semenisasi jalan hingga ke kampung. Pemerataan distribusi air bersih juga jadi perhatian. Termasuk bantuan pupuk, bibit dan pakan, serta subsidi BPJS.

Sultan Adji Muhammad Arifin menyambut baik niat dan semangat Bunda Vita. Sepuluh program prioritas tersebut juga dirasa mendesak untuk masyarakat Kukar. “Silakan Ibu Novita jika ingin maju menjadi calon bupati Kukar. Semoga menang,” sebut Sultan Adji Muhammad Arifin.

Sultan turut memberi petuah-petuah untuk perlu diperhatikan. Terutama jika Bunda Vita terpilih nanti. Beberapa petuah adalah melestarikan budaya Kutai. Salah satunya Erau. Tradisi yang tidak boleh lepas dari dasar sejarah.

Kemudian penghargaan tersebut Kesultanan Kutai sebagai cikal bakal peradaban Kutai. Melestarikan semua peninggalan bersejarah kesultanan. Juga menanamkan rasa cinta kepada generasi muda tentang sejarah bangsa, khususnya Kutai Kartanegara. “Bangsa yang besar adalah yang menghargai dan mencintai jasa pahlawan serta sejarah bangsanya,” demikian kata Sultan.

Pada akhir pertemuan, Sultan menyampaikan terima kasih atas niatan silaturahmi tersebut. Menjadi bentuk hormat dan penghargaan masyarakat Kukar terhadap kekayaan budaya dan sejarah.

Saingi Petahana

Setahun jelang pilkada Kukar, sejumlah figur mencuat. Selain incumbent Edi Damansyah, beberapa dalam bursa bakal calon bupati Kota Raja antara lain Awang Yacoub, Rudi Masud, Darlis Pattolongi, Gufron Yusuf, M Syahrun, Novita Ikasari, serta Sarkowi V Zahri

Dari sejumlah nama di atas, satu figur perempuan memiliki persentase cukup signifikan. Novita Ikasari disebut sebagai pendatang dengan keunggulan elektabilitas. Berdasarkan hasil rilis Lembaga Survei Esa Komunika Kreatif (Eskom), Bunda Vita memeroleh persentase 18,8 persen secara elektabilitas. Disebut-sebut bisa langsung berhadapan dengan petahana Edi Damansyah.

Hasil survei juga menyebut bahwa Rita Widyasari masih punya pengaruh di Kukar. Maka, kandidat yang hendak maju pada pilkada mendatang, bisa mendapat suntikan masif jika didukung mantan bupati Kukar tersebut.

Pengamat politik Luthfi Wahyudi, menilai Edi selangkah terdepan dari kandidat lain. Selain status petahana, Edi tentu nama yang cukup erat dengan sosok Rita. "Edi Damansyah sebelumnya sudah mendampingi Rita menjadi wakilnya. Itu bukan main-main pertimbangannya. Salah satunya adalah kenyamanan. Dan chemistry itu sudah ada antara keduanya. Saya berkeyakinan, Rita tetap mendukung Edi Damansyah," ucapnya.

Kendati demikian, Luthfi menilai dukungan Rita belum jaminan figur tertentu tak bisa dikalahkan. Justru penantang tetap memiliki peluang sama. Asalkan mampu membangun kepercayaan warga. Dengan penyampaian visi misi serta menyerap aspirasi publik.

"Harus mampu membangun frekuensi ke masyarakat. Sehingga dianggap orang baik. Dan dapat dipercaya sebagai orang baik setelah perginya Bunda Rita. Itulah yang sangat mengakar di Kukar. Anggapan baik oleh publik itu, menjadi sesuatu yang sampai saat ini masih berpengaruh besar di Kukar sehingga bisa memenangkan," kata Luthfi. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar