kaltimkece.id Di usia yang masih sangat muda, Haerun Nisa, tengah menapaki perjalanan pendidikannya dengan penuh harapan. Gadis kelahiran Samarinda, 28 September 2006 ini kini resmi menjadi salah satu penerima manfaat program Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Berasal dari Karangan, Kutai Timur, dan tinggal di Camp PT Telen, Nisa kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, dan baru memasuki semester pertama. Perjalanannya baru dimulai, namun semangatnya untuk belajar tampak begitu kuat.
Nisa memiliki impian sederhana. Yakni menjadi seorang guru. Cita-cita itu tumbuh dari keinginannya untuk bermanfaat bagi lingkungan dan membagikan ilmu kepada generasi setelahnya. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, buah hati dari Abdul Haris, yang bekerja sebagai pegawai swasta.
Sebelum menerima bantuan dari Gratispol, kehidupan keluarga Nisa berjalan sederhana tanpa kesulitan yang terlalu berat. Tetapi juga tanpa ruang lebih untuk membiayai kuliah dengan tenang. Nisa mengaku bahwa motivasinya mendaftar ke program ini agar tidak membebankan orang tuanya.
Informasi mengenai program tersebut ia dapatkan dari sosialisasi pemerintah daerah. Meski proses pendaftaran ia rasakan terbilang tidak mudah, namun semua itu terbayar setelah dirinya resmi dinyatakan lolos sebagai penerima.
Ketika ditanya apakah ada momen berkesan dalam proses tersebut, Nisa tersenyum kecil dan menjawab bahwa tidak ada sesuatu yang terlalu menonjol. Namun, baginya, ada satu hal yang pasti. Program ini membuka jalan menuju masa depan yang ia impikan.
Meskipun belum merasakan perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan sehari-harinya, Nisa mengakui bahwa Gratispol memberikan fondasi kuat untuk masa depannya.
"Iya, sangat membantu," tuturnya singkat saat menjelaskan bagaimana program tersebut mendukung cita-citanya menjadi seorang guru.
Dalam pesannya kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, Nisa menyampaikan apresiasi tulus.
"Terima kasih bapak gubernur dan bapak wakil gubernur," ucap Nisa.
Ia juga berharap agar program seperti Gratispol bisa terus dilanjutkan dan bahkan diperbaiki agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaatnya.
"Semoga ke depannya lebih baik lagi," harapnya.
Meski tidak banyak cerita pribadi yang ia bagikan, Nisa berharap agar keberadaan program seperti Gratispol dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat. Terutama mereka yang berjuang untuk melanjutkan sekolah tanpa ingin membebani orang tua.
Dengan langkah pertamanya sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, Nisa kini mulai menata perjalanan menuju cita-cita. Semangat dan ketekunannya menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana satu program dapat membuka peluang besar bagi masa depan anak-anak muda di Kaltim.(*adv/diskominfokaltim)