kaltimkece.id Sejumlah polemik Universitas Trunajaya (Unijaya) di Bontang belum menemui titik terang. Menunggaknya pembayaran honor dosen hingga masalah oknum dosen yang menggunakan upaya represif untuk membubarkan demonstrasi mahasiswa pada awal Oktober 2021, disebut belum ada solusinya. Meski demikian, DPRD Bontang tak menyerah menangani perkara tersebut.
Ahad, 7 November 2021, Komisi I DPRD Bontang mengadakan pertemuan dengan perwakilan Tim Penyelesaian Hak Dosen (TPHD), Badan Eksekutif Mahasiswa, Rektorat Unijaya, dan Yayasan Pendidikan Miliana--pengelola Unijaya. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari rapat dengar pendapat yang membahas penanganan masalah Unijaya pada Senin, 1 November 2021.
Anggota Komisi I, Abdul Haris, yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, permasalahan antara Yayasan Pendidikan Miliana dengan sejumlah dosen Unijaya belum ada solusi. Sebenarnya, dalam RDP pada Senin itu, sejumlah dosen disebut telah membuat kesepakatan mengenai solusi masalah ini. Akan tetapi, kata Abdul Haris, ada dosen yang tak hadir di RDP membatalkan kesepakatan tersebut.
“Padahal, kami menganggap, dosen yang hadir sudah mewakili semua dosen lainnya. Ternyata tidak,” katanya, belum lama ini.
Mahasiswa Unijaya, sambung dia, yang menjadi korban atas masalah yang belum kelar ini. Mahasiswa disebut tidak mendapatkan hak-haknya seperti mendapatkan pendidikan yang bermutu. Abdul Haris amat menyayangkan kondisi ini. “Sebagai kampus tertua di Bontang, seharusnya, Unijaya bisa menjadi kebanggaan Kota Taman,” ujarnya.
Abdul Haris memastikan, DPRD Bontang tidak akan berhenti mengawal kasus ini sampai tuntas. Sebagai upaya berikutnya, dewan bakal mengomunikasikan masalah ini kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan untuk dicarikan solusi.
“Intinya, kami di Komisi I siap saja mendampingi terus. Asal tidak seperti kemarin. Kami mau perwakilan dosen yang dihadirkan benar-benar yang sudah mewakili suara dosen lainnya,” tutup politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut. (*)
Editor: Surya Aditya