Pariwara DPRD Kukar

Ambulans Standar Internasional untuk Desa Muara Muntai Ulu

person access_time 8 months ago remove_red_eyeDikunjungi 2193 Kali
Ambulans Standar Internasional untuk Desa Muara Muntai Ulu

Sopan Sopian (baju putih) saat mendampingi perangkat Desa Muara Muntai Ulu mengecek ambulans yang akan beroperasi di desa tersebut. (istimewa)

Keberadaan mobil ambulans di desa-desa di Kukar sangat diperlukan. Terlebih untuk transportasi warga sakit yang dirujuk dari desa ke rumah sakit.

Ditulis Oleh: Fitri Komariah
05 Desember 2019

kaltimkece.id Kegiatan operasional kerja baru saja dimulai ketika Sopan Sopian dan para aparatur desa memasuki salah satu diler mobil di Samarinda. Dengan setelan rapi kemeja putih, pria yang akrab disapa Sopian ini langsung mengecek bakal calon mobil ambulans yang akan menjadi hak milik Desa Muara Muntai Ulu. 

Sebuah mobil didominasi warna putih dihiasi sederet kata yang menandakan mobil ambulans tersebut milik Desa Muara Muntai Ulu. Bukan sembarang mobil, ambulans tersebut berstandar internasional. "Sengaja memilih yang terbaik dan memiliki fasilitas lengkap, karena kalau berbicara ambulans kan menyangkut nyawa manusia," tutur Sopian. Kehadirannya bersama aparatur Desa Muara Muntai Ulu dalam penyediaan ambulans adalah sebagai pendamping.

Dia menuturkan, pengadaan mobil ambulans untuk Muara Muntai Ulu sudah diprogramkan olehnya saat ia menjabat sebagai kepala Desa Muara Muntai Ulu. Pengadaan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Pj Kepala Desa Muara Muntai Ulu setelah dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Kukar.

Dia berharap, semua desa di Kukar memiliki mobil ambulans. Pasalnya, terkadang ambulans milik puskesmas dan rumah sakit belum tentu bisa melayani kebutuhan masyarakat. "Jadi memerlukan ambulans dari pihak desa," terangnya.

Dalam wawancara tersebut, politikus Gerindra itu menyebut, hal ini menjadi catatan penting kepada para legislator. Agar bisa merumuskan anggaran pengadaan mobil ambulans ke setiap kecamatan.

Contoh untuk Desa Lain

Sopian yang kini menjabat anggota Komisi II DPRD Kukar menuturkan, terdapat kekurangan dalam pengelolaan desa-desa yang memiliki mobil ambulans. "Yang biasa terjadi, mobilnya sudah ada, sopir dan tenaga medis yang mendampingi tidak ada," ungkapnya. Untuk Muara Muntai Ulu, sopir disiapkan pihak desa. Sementara itu, terkait biaya operasional akan dianggarkan desa. Warga desa akan dikenakan biaya perawatan medis. (*)




folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar