Pariwara DPRD Kukar

Fraksi Gerindra: Alokasi dana pendidikan harus lebih dari 20 Persen

person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 1353 Kali
Fraksi Gerindra: Alokasi dana pendidikan harus lebih dari 20 Persen

Sopan Sopian saat membacakan pandangan Fraksi Gerindra DPRD Kukar terhadap nota keuangan RAPBD Kukar 2020. (Fachrizal Muliawan/kaltimkece.di)

Seperti daerah lain, 20 persen anggaran Kukar saban tahun dialokasikan untuk pendidikan. Fraksi Gerindra DPRD Kukar melihat persentase anggaran tersebut mesti ditambah.

Ditulis Oleh:
26 November 2019

kaltimkece.id Nota Keuangan RAPBD Kukar 2020 sudah disampaikan oleh Bupati Edi Damansyah dalam Rapat Paripurna DPRD Kukar pada Senin, 18 Oktober 2019 lalu. Sebagai salah satu fraksi di DPRD Kukar, Fraksi Gerindra menyampaikan pandangan mereka terhadap nota keuangan tersebut.

Fraksi Gerindra mengharapkan APBD Kukar 2020 dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. Terutama perhatian terhadap dunia pendidikan di Kukar. Pandangan fraksi disampaikan oleh Sopan Sopian. Dalam pandangannya, Gerindra melihat Kukar menjadi salah satu dari tujuh kabupaten yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebanyak 20 persen. Tanpa transfer daerah atau murni dari Pendapatan Asli Daerah atau PAD. "Hal ini kiranya dalam APBD Kukar 2020, anggaran pendidikan nanti bisa lebih dari 20 persen," sebut Sopan Sopian.

Anggota Komisi II DPRD Kukar ini juga menyebutkan bahwa alokasi belanja pegawai masih yang terbesar. Dalam penyampaian nota keuangan RAPBD 2020, pos belanja daerah sebesar Rp 4,36 Triliun. Dimana belanja daerah ini terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,97 triliun dan Rp 2,39 triliun belanja langsung. Dari belanja tidak langsung dan belanja langsung, salah satu pos yang mengambil porsi besar adalah belanja pegawai. Sebagai informasi total belanja pegawai ada di angka Rp 1,73 triliun. "Itu sama dengan porsi 40 persen dari total belanja daerah," ujarnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar