Pariwara DPRD Kukar

Ketua BK DPRD Kukar Berkunjung ke Muara Badak

person access_time 10 months ago remove_red_eyeDikunjungi 3801 Kali
Ketua BK DPRD Kukar Berkunjung ke Muara Badak

Diskusi BK DPRD Kukar bersama IMABA. (istimewa)

Legislator dan mahasiswa tak melulu berhadap-hadapan saat demonstrasi berlangsung. Dua pihak ini juga bisa duduk satu meja dibalut diskusi yang membangun.

Ditulis Oleh: Sapri Maulana
09 Desember 2019

kaltimkece.id Ketua Badan Kehormatan DPRD Kutai Kartanegara Abdul Wahab Arif menghadiri pelantikan Ikatan Mahasiswa Muara Badak atau IMABA periode 2019-2020. Politikus Partai Hanura tersebut hadir sebagai narasumber diskusi membahas usaha peningkatan generasi unggul yang dapat mengembangkan potensi yang ada di Kecamatan Muara Badak, awal Desember lalu.

Abdul Wahab bersama narasumber lainnya memaparkan tentang perlunya kerja sama seluruh pihak untuk membangun peningkatan kapasitas pendidikan. Baik melalui pendidikan formal maupin nonformal. "SDM unggul harus diciptakan, agar semakin banyak generasi penerus yang dapat memajukan daerahnya," kata Abdul Wahab. Ia memaparkan, pendidikan karakter juga penting, terutama upaya peningkatan minat baca di Muara Badak. "Kami akan perjuangkan anggaran untuk pembangunan perpustakaan umum di Kecamatan Muara Badak," kata dia. Selain itu, Abdul Wahab juga akan mengupayakan ketersediaan asrama untuk para pelajar atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Muara Badak.

Selain Abdul Wahab, terdapat tiga orang narasumber lainnya. Yakni, Kepala Upt Dinas Pendidikan Kecamatan Muara Badak Muhammad Said, Mantan Sekretaris Camat Muara Badak Syamsuddin, dan Pendiri Jejak Pesisir Candra Putra Kirana.

Ketua IMABA Mitra Setiawan memaparkan, pelantikan organisasi mahasiswa Muara Badak dikemas berbeda, dengan menyajikan kajian persoalan yang banyak menyangkut kepentingan publik. "Agar pelantikan ini memberikan warna berbeda. Agar ada diskursus baru, jadi tidak sekadar pelantikan saja,” kata Mitra.

IMABA juga memperhatikan kebutuhan masyarakat di Muara Badak. Memasuki era revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi semakin maju. SDM di Muara Badak, kata Mitra, harus bersiap memanfatkan kemajuan teknologi, tanpa menegasikan nilai-nilai budaya dan khas suatu daerah. "Alasan kami mengambil tema itu disepakati dalam rapat IMABA," ujarnya. "Kalau melihat generasi hari ini, tidak mau berbicara hal-hal yang sulit. Semua mau berbicara yang instan atau yang mudah, maka hal ini yang perlu kita ubah," terang Mitra. Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Samarinda tersebut melanjutkan, baginya, hidup butuh perjuangan dan layak harus diperjuangkan. "Tidak ada hal yang mudah, ketika kita ingin mencapai hasil yang baik," kata Mitra.

Terkait apa yang sudah dipaparkan narasumber, IMABA akan melakukan tindak lanjut melalui agenda internal, sebelum berkunjung ke instansi terkait. "Kami akan kaji lagi hasil diskusi tersebut. Kami juga akan mengawal janji atau komitmen legislatif dan eksekutif terhadap upaya mendorong peningkatan kapasitas, di Muara Badak khususnya," kata Mitra. (*)

 

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar