Pariwara DPRD Kukar

Komisi II: Pariwisata Poin Penting Kemajuan Daerah

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 177 Kali
Komisi II: Pariwisata Poin Penting Kemajuan Daerah

Patung Lembuswana, salah satu spot di Pulau Kumala, Tenggarong. (Fachrizal Muliawan/kaltimkece.id)

Pariwisata adalah sektor yang potensial untuk kemajuan daerah. Komisi II sedang melirik potensi yang bisa dihasilkan dari sektor tersebut.

Ditulis Oleh: Sapri Maulana
11 Oktober 2019

kaltimkece.id Setelah dilantik dan alat kelengkapan dewan dibentuk. Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kutai Kartanegara atau DPRD Kukar mulai menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Tidak terkecuali komisi II yang membidangi Ekonomi dan Keuangan meliputi pariwisata, perindustrian, perdagangan, usaha kecil dan menengah. “Ini sangat menarik untuk saya, karena latar belakang saya yang memang pelaku usaha pariwisata dan pendidikan saya di bisnis dan keuangan,” kata Rendi Solihin, saat ditanya tentang dirinya yang menjabat Ketua Komisi II DPRD Kukar.

Rendi sadar dirinya masih muda, hal itu membuat dia bersemangat untuk terus belajar, serius membangun jaringan, dan yang terpenting menurutnya adalah serius untuk mengakomodir suara suara rakyat yang ia wakili. Rendi berbagi kisah pada saat ia masih duduk dibangku Sekolah Menengah. Legislator Kukar termuda di periode 2019-2024 itu berhasil mendapatkan kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Negeri Kangguru, Australia. Di Australia juga Rendi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tepatnya di Monash University, Melbourne, Australia.

“Di sana tak hanya belajar soal akademis saja, ada yang bisa saya bawa pulang, oleh oleh untuk kampung halaman saya,” kata Rendi. Rendi menuturkan, pariwisata adalah poin penting untuk mengembangkan sebuah daerah. Ia menjelaskan bahwa di Australia banyak sekali taman, yang menjadi magnet para pelancong datang ke sana. Taman tersebut  benar benar dijaga, kata Rendi, dari kebersihan, kerapian, konsep unik, edukasi. Kondisi tersebut menurutnya dapat diterapkan di Kutai Kartanegara. 

“Karena Kukar sudah memiliki modal, kita punya Erau dan Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF), yang melekat, sudah menjadi trade mark Kukar, ini modal besar mengembangkan pariwisata,” ungkap Rendi. Menurutnya, potensi Kukar untuk mengembangkan pariwisata sangat besar yang akan memiliki efek domino pada perekonomian masyarakat. “Baik dari penjualan souvenir, pengunjung hotel meningkat, UMKM lainnya akan tumbuh berkembang, rakyat makmur sejahtera, itu yang kita harapkan,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Kukar tersebut. (*)

 

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar