Pariwara DPRD Kukar

Lebih Kenal dengan Johansyah, Legislator yang Fokus Membangun Desa

person access_time 4 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 1165 Kali
Lebih Kenal dengan Johansyah, Legislator yang Fokus Membangun Desa

Johansyah, mantan Kepala Desa Batuah, Loa Janan yang kini menjadi wakil rakyat. (Fitri Komariah/kaltimkece.id)

Memulai karier politik menjadi kepala desa pada 2007 lalu, Johansyah kini terpilih sebagai wakil rakyat periode 2019-2024

Ditulis Oleh: Fitri Komariah
14 Oktober 2019

kaltimkece.id Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2019-2024 berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari pengusaha, politikus, guru, hingga mantan kepala desa. Dari beberapa nama yang berlatar belakang kepala desa, ada nama Johansyah dari Fraksi Golkar. Dalam penyusunan alat kelengkapan dewan (AKD) pada awal Oktober lalu, Johansyah menempati komisi I. 

Sebagai anggota komisi yang menangani hukum dan tata pemerintahan, sudah ada beberapa aspirasi masyarakat yang sedang dia tangani. Salah satu di antaranya adalah polemik Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades se-Kukar pada 16 Oktober 2019 mendatang. Johansyah memfasilitasi para bakal calon kepala desa yang gagal lolos dalam kenduri demokrasi tingkat desa di Kukar tersebut. 

Bicara soal kepala desa, Johansyah menjabat dua periode di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Berkaca dengan latar belakang tersebut, Johan bertekad memprioritaskan pembangunan desa-desa di Kukar. 

Karier Johan menjadi kepala desa dimulai pada 2007 silam. Saat itu dia didorong beberapa koleganya untuk maju dalam kontestasi Pilkades Batuah. "Saya juga enggak nyangka akan terpilih," ujarnya. Nah, karena sudah terpilih Johan tak mau menyia-nyiakan amanah yang diberikan kepadanya. Dia berusaha sebaik mungkin menjadi kepala desa. "Semua hal saya lakukan untuk membangun desa," terangnya. 

Dengan hasil kerja selama menjadi kepala desa, pada Pilkades Batuah 2013 Johan kembali dipercaya memimpin desa seluas 84,7 kilometer persegi itu. Baru lima tahun menjabat di periode kedua, pada 2018 Johansyah memutuskan mengundurkan diri dari kursi kepala desa. Johan ikut dalam kontestasi pemilihan legislatif pada 2019 lalu lewat Golkar. "Ternyata saya juga dipercaya masyarakat untuk duduk sebagai wakil mereka di DPRD," ucapnya. Johansyah mendulang 3.400 suara dari Daerah Pemilihan atau Dapil V Loa Janan dan Loa Kulu.

Program Unggulan untuk Desa

Menjadi legislator tak membuat Johansyah lupa daratan. "Saya seorang petani dari desa. Diberikan amanah sebagai anggota DPRD tidak membuat saya lupa bahwa saya adalah anak desa. Yang mana membuat saya punya kewajiban untuk membangun desa," ungkapnya. 

Johansyah menyebut, tantangan yang dihadapinya kini lebih besar dibanding saat menjadi kepala desa. Dulu, kata dia, dirinya hanya membangun satu desa. "Kini, tantangan saya adalah membangun Loa Janan dan Loa Kulu sebagai daerah pemilihan saya. Serta Kukar dalam skala luas," jelasnya.

Program yang akan digagasnya, memperjuangkan pemekaran di Desa Batuah. Dengan luasan 84,7 kilometer persegi, Batuah memiliki 10 dusun dan 49 RT, Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima Batuah berkisah Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar per tahun. "Setelah dipotong belanja pegawai, hanya tersisa Rp 1,5 miliar," terangnya. Membagi pos anggaran Rp 1,5 miliar untuk 10 dusun menyebabkan pembangunan tak merata. "Salah satu solusi untuk pembangunan merata, kiranya adalah mengusahakan untuk pemekaran wilayah menjadi empat desa," tambahnya. 

Sementara untuk Dapil V, Loa Janan dan Loa Kulu, Johansyah telah menyiapkan program prioritas. Di antaranya pembangunan tempat pembuangan akhir sampah, dan pembangunan gelanggang olahraga mini. "Dua program ini sebagai contoh program kerja yang akan saya perjuangkan di eksekutif, harapannya semua program yang diajukan bisa terlaksana dengan baik," tutupnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar