Pariwara DPRD Kukar

Momen Kebersamaan di Beseprah, Rangkaian Erau Adat Kutai 2019

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 181 Kali
Momen Kebersamaan di Beseprah, Rangkaian Erau Adat Kutai 2019

Beseprah berlangsung di depan Museum Mulawarman. (istimewa)

Beseprah digelar sejak abad 13. Terus dilestarikan hingga era modern.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
12 September 2019

kaltimkece.id Ribuan orang memadati jalan depan Museum Mulawarman, Jalan Tepian Pandan, Kecamatan Tenggarong, Rabu pagi, 11 September 2019. Tua, muda, kerabat kerajaan, hingga rakyat biasa, berbondong-bondong datang.

Di antara ribuan orang, terlihat beberapa wisatawan asing. Jalan depan museum sudah dibentang terpal biru. Dilapisi juga kain putih. Berbagai jenis makanan khas terhidang. Di sinilah Beseprah digelar. Salah satu rangkaian Erau Adat Kutai 2019.

Beseprah adalah acara makan bersama. Dilaksanakan saban Erau. Para hadirin duduk bersila. Menyantap hidangan yang disediakan. Berbagai sarapan khas Kutai tersaji. Mulai nasi kuning, nasi kebuli, kelepon, botok, putu labu, sanga hubi (ubi goreng), dan jenis kuliner lain.

Sejak dulu diselenggarakan sultan yang berkuasa. Sebagai jamuan persembahan bagi rakyatnya. Simbol harapan dan doa dari sultan. Agar menjadi pemimpin yang selalu mengayomi. Acara itu juga lambang keinginan sultan untuk membaur. Merasakan yang dirasakan rakyatnya.

Pada era modern, momen tersebut jadi ajang makan bersama. Juga bertujuan mempererat silaturahmi. Menghilangkan segala strata sosial. Momen kebersamaan dengan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Pagi itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Aji Muhammad Arifin, hadir didampingi Bupati Kukar Edi Damansyah. Demikian juga Ketua Sementara DPRD Kukar Abdul Rasid serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dibuka pukulan gong tanda dimulainya acara makan bersama.

Sultan Adji Muhammad Arifin menuturkan bahwa tradisi tersebut sudah dilaksanakan sejak abad 13. Alias sejak kepemimpinan Raja Aji Batara Angung Dewa Sakti. "Maknanya, raja memberikan jamuan kepada rakyat dengan makan bersama," ujarnya.

Dia berharap, tradisi tersebut terus dilestarikan. "Kalau perlu hingga akhir zaman," tambahnya.

Dimeriahkan Sekretariat DPRD Kukar

Setiap tahun, Sekretariat DPRD Kukar turut serta dalam beseprah. Seperti dituturkan Sekretaris Dewan M Ridha Dharmawan, ini adalah momen bersama-sama menjalin dan mempererat silaturahmi. "Tidak hanya dengan masyarakat dan instansi antarlembaga pemerintahan. Ini juga ajang kebersamaan di internal kami sambil sarapan bersama," tuturnya.

Sekretariat DPRD Kukar turut berkontribusi menyediakan aneka kuliner untuk disantap bersama-sama. "Semua hidangan yang kami sediakan akrab dengan lidah orang Kutai sehari-hari," terangnya.

Terpisah, Abdul Rasid menuturkan bahwa Erau adalah komitmen seluruh elemen di Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Digelar dengan semangat melestarikan tradisi Kutai.  "Cara paling mudah mengenalkan budaya, salah satunya dengan menyajikan makanan khas daerah tersebut," ujarnya.

Bagi masyarakat Kutai, makanan yang dihidangkan dalam beseprah memang sudah akrab di lidah. Namun, berbeda bagi para wisatawan. Terlihat dari reaksi beberapa wisatawan asing dalam beseprah tahun ini.

Edi Damansyah mengimbau seluruh masyarakat bersama-sama menyukseskan rangkaian kegiatan Erau 2019. "Mari kita tunjukkan jati diri masyarakat etam yang ramah-tamah. Penuh sopan santun. Serta menjaga adat ketimuran," pesan Edi.

Menurutnya, sektor pariwisata di Kutai Kartanegara merupakan potensi unggulan pada masa depan. Maka, penting untuk menghadirkan rasa tentram dan aman bagi wisatawan. Pada event seperti inilah kesempatan memberi kesan baik tersebut. Terutama kepada para tamu mancanegara. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar