Pariwara Kutai Timur

Batik Khas Kutai Timur

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 12 Kali
Batik Khas Kutai Timur

Foto: Irfan (Humas Pemkab Kutai Timur)

Membaca potensi batik, jadi produk unggulan Kutai Timur.

Ditulis Oleh: PARIWARA
08 November 2018

kaltimkece.id Dinas Pariwisata Kutai Timur bersama Gerakan Organisasi Wanita menggelar pelatihan membatik di Lamin Etam, Taman Venus, Kawasan Bukit Pelangi, Kutim, Rabu, 7 November 2018. Diresmikan Bupati Kutim Ismunandar, jumlah peserta mencapai 50 orang.

Ismunandar menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan tersebut. Baginya, mengembangkan batik khas Kutim, yakni Wakaroros menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah melalui organisasi perangkat daerah terkait.

“Lewat pelatihan membatik, peserta diajarkan proses secara bertahap. Hasilnya nanti mereka mengerti alur membatik mulai dari nol hingga proses penyelesaian dan menjadi sebuah produk kain batik,” terang Ismu didampingi pelaksana tugas Kadispar Suparto, dan Kadisperindag Edward Azran.

Ismunandar juga menjelaskan, momen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim akan digelar di Sangatta. Dia pun mengusulkan Disperindag dan Dinas Koperasi dan UKM selaku opd teknis bisa memanfaatkan momen ini.

“Jika bisa buat perencanaan produksi massal batik kutim bisa menjadi ajang promosi untuk lebih terkenal. Kita perlu punya identitas kekhasan dalam produk andalan ini,” kata Ismunandar.

Ia mencontohkan, ekslusifitas batik. Jika papua punya batik cap, produknya juga mengambil bahan baku dari Pekalongan, tapi tidak dijual di Jawa. Jadi, pembeli hanya bisa membeli hanya di Papua. 

“Itu bisa dicontoh oleh Kutim, tidak ada muncul produk bajakan,” kata dia.

Ismu juga menyarankan lewat pelatihan membatik agar terjadi peningkatan karya dan pendapatan penghasilan bagi pengusaha di Sangatta. Nilai seni batik juga dinilai Ismu bisa menjadi keunggulan promosi. Bahkan, setiap kecamatan diharapkan memiliki khas batik sesuai dengan daerah masing-masing.

“Ini menjadi upaya memberikan ilmu pengetahuan dari instruktur yang sudah berpengalaman kepada peserta dengan peluang tenaga kerja, dan kemandirian meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan,” tutupnya. (pariwara/hms13)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar