Pariwara Kutai Timur

Program Senyum Harapan Sejak 1993

person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 1181 Kali
Program Senyum Harapan Sejak 1993

Foto: Irfan (Humas Pemkab Kutim)

Ditulis Oleh: PARIWARA
27 April 2019

kaltimkece.id Bupati Kutai Timur Ismunandar memberikan sanjungan tinggi untuk PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang sejak Tahun 1993 hingga 2019 terus eksis memberikan perhatian besar khususnya anak-anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Dalam testimoni Ismu, kegiatan bakti sosial program senyum dan harapan operasi bibir sumbing masih dalam rangkaian HUT PT KPC ke 37, Ismu sapaan akrab Ismunandar berterima kasih atas nama Pemkab Kutim.

“PT KPC terus peduli untuk anak anak di Kutim khusus yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Saya harap anak-anak yang lahir dengan sumbing bibir dan langit-langit memiliki kesempatan untuk hidup seutuhnya dan hidup produktif untuk mendapatkan senyum dan hidup baru menjalani kehidupan normal yang bahagia selayaknya kita,” jelas Ismu saat memberikan sambutan singkat di Pelangi Room, Hotel Royal Victoria, Kamis, 25 April 2019.

Ismu menambahkan keluarga ataupun sanak saudara yang menderita celah bibir dan langit-langit agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan penanganan operasi selama kegiatan. 

"Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi keluarga penderita yang kurang mampu,” tambahnya.

Sementara itu, GM External Affairs and Sustainable Development KPC Wawan Setiawan melaporkan program ini memang menjadi salah satu

program andalan CSR dalam bidang kesehatan masyarakat. Tahun ini untuk pertama kalinya tempat operasi diselenggarakan di RSUD Kudungga.

“Kami bekerja sama dengan RSUD Kudungga yang mendapatkan kehormatan sebagai rumah sakit penyelenggara operasi. Sebelumnya, operasi kerap digelar di Clinic SOS, RSUD AW Syahrani Samarinda, RS Restu Ibu Balikpapan dan RSUD Kanudjoso Balikpapan. Selain itu, tim medis bedah plastik terdiri dari 5 orang dari Indonesia berasal dari Yayasan Smile Train dan Cleft Lip Palate Centre dari Surabaya yang dipimpin oleh dr Lobredia Zarasade,” kata Wawan.

Ditambahkan Wawan jam terbang para dokter sudah memiliki kemampuan yang baik dalam operasi bedah plastik. Sebelumnya, kegiatan operasi bibir sumbing dan luka bakar bekerjasama dengan tim dokter dari Interplast Australia dan New Zealand. Kegiatan bersama tim Interplast telah berlangsung sejak tahun 1993 dan telah berlangsung selama 19 kali.  

Pada tahun 2019 ini merupakan operasi yang ke 20 dilakukan PT KPC. Hanya saja, lebih fokus terhadap pasien bibir sumbing, tanpa pasien luka bakar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 26 hingga 28 April 2019.

“Kegiatan operasi bibir sumbing ini telah kami lakukan sejak tahun 1993 silam. Terakhir kali lakukan pada tahun 2013 bersama dokter dari Interplast Australia dan New Zealand. Sekarang kami lakukan lagi bersama Yayasan Smile Train. Jumlah pasien yang telah dioperasi sebanyak 1.373 orang. Kami harapkan kegiatan kali juga berjalan sukses sehingga pasien bisa menatap masa depan yang lebih cemerlang,” tegas Wawan.

Senada, Ketua Tim Medis dari Cleft Lip Palate Centre dari Surabaya dr Lobredia Zarasade mengutarakan pasien yang sudah terdaftar sebanyak 30 orang. Mereka telah diinapkan di Wisma Prima KPC, untuk memudahkan tim medis dalam proses operasi berlangsung.

“Dari hasil screening yang dapat di operasi hanya 23 orang, sementara 7 pasien lain sementara tidak bisa dioperasi, harus dirujuk ke Surabaya terlebih dahulu untuk ditangani secara detail secara medis karena kondisi sumbing dan langit-langitnya cukup berat,” ungkapnya.

Untuk diketahui kegiatan operasi ini turut didukung oleh berbagai perusahaan subkontraktor dan berbagai lembaga jasa seperti PT PAMA Persada, PT MKN, PT AELINDO, Hotel Victoria dan Helda Travel. (pariwara/hms13)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar