Pariwara Kutai Timur

Ragam Perayaan Hardiknas di Kutai Timur

person access_time 6 months ago remove_red_eyeDikunjungi 283 Kali
Ragam Perayaan Hardiknas di Kutai Timur

Foto: Fuji (Humas Pemkab Kutim)

Ditulis Oleh: PARIWARA
03 Mei 2019

kaltimkece.id Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini, para pengajar di Kutai Timur diminta mengawasi perilaku dan sikap peserta didik ditengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat. Meski para guru sudah memanfaatkan teknologi sebagai alat ajar yang berkualitas, namun peserta didik juga diminta untuk mengaplikasikannya di sekolah.

“Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memilki karakter dan jati diri bangsa ditengah perubahan global yang bergerak cepat,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar, untuk Hadiknas 2019, di Halaman Sekretariat Kabupaten, Kamis, 2 Mei 2019.

Tak hanya, Mendiknas juga meminta semua sekolah dan tempat pendidikan dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin. Dia meminta para guru bisa menerapkan pendidikan berbasis teknologi tanpa melupakan budaya Indonesia.

"Saat ini peserta didik kita didominasi ‘Generasi Z’ yang terlahir diera digital dan pesatnya teknologi, mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital. Dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat," ucapnya.

Berikutnya melalui momentum Hardiknas kali ini, Muhadjir yang pernah menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengajak agar semua pihak konsentrasi menggarap segenap potensi pendidikan nasional. Dengan menitik beratkan pembangunan sumber daya manusia yang dilandasi karakter kuat, keterampilan dan kecakapan yang tinggi. Sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.

Upacara peringatan Hardiknas kali ini diikuti ratusan peserta. Turut dihadiri Wakil Bupati H Kasmidi Bulang, Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih, Perwakilan Universitas Merdeka Malang Catur Wahyudi, unsur FKPD serta puluhan pejabat lainnya.

Mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Hardiknas dirangkai dengan Launching Simaksiru Kutim 2019, persembahan lagu dari anak berkebutuhan khusus (ABK). Penyerahan penghargaan dari Bupati bagi guru berprestasi, para pelajar peraih prestasi di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Diakhiri tampilan tarian “Presrtasi Ceria Gemilang” dari siswa-siswi TK, SD, SMP se Kutim.

Luncurkan Simaksiru

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Guru atau Simaksiru. Aplikasi system aplikasi berbasis aplikasi mobile ini diluncurkan langsung oleh Bupati Kutim Ismunandar sebagai rangkaian acara peringatan Hardiknas 2019.

Peluncuran aplikasi dengan dukungan internet ini disaksikan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang, unsur pimpinan DPRD Kutim, para pejabat lingkup Pemkab Kutim, FKPD serta ribuan insan Pendidikan dan peserta upacara.

Ditemui selepas upacara usai, Bupati Kutim Ismunandar mengatakan bahwa Pemkab sangat fokus pada pengembangan dan peningkatan pendidikan. Contohnya adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Termasuk pula program-program yang berdampak positif pada pendidikan, seperti penggunaan Simaksiru ini.

“Pemkab Kutim tentu saja tetap memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Kutim. Tak hanya bagi murid-muridnya, tetapi juga pada pendidiknya,” kata Ismu mengenakan baju adat Kutai yang menjadi pakaian wajib pada upacara tersebut.

Ismu menambahkan bahwa dibawah kepemimpinannya program pendidikan yang sudah berjalan baik akan terus dipertahankan. Sedangkan yang masih kurang akan terus dibenahi. Demi tercapainya pendidikan yang baik dan berkualitas.

Plt Kadisdik Roma Malau menjelaskan, Simaksiru berfungsi untuk memastikan kinerja profesi pendidik memenuhi standar profesinya. Selanjutnya memberikan jaminan pelayanan pendidikan yang paripurna di wilayah Kutim.

“Dengan berlangsungnya layanan pendidikan secara professional. Serta manajemen sekolah yang berdaya guna tinggi, maka upaya menciptakan disiplin dan produktifitas profesi dibidang kependidikan akan lebih terjamin,” sebut Roma.

Melalui Simaksiru, profesi kependidikan di Kutim akan memperoleh manfaat. Diantaranya rekam jejak kinerja dan angka kredit terpantau. Kenaikan pangkat lebih pasti, kesejahteraan profesi lebih adil dan pembinaan profesi lebih fokus. Intinya aplikasi Simaksiru akan menguatkan pendidikan, khususnya dalam system pengawasan pada saat kegiatan belajar mengajar disetiap sekolah di Kutim. Secara bertahap system ini akan terpasang diseluruh sekolah di Kutim. Mulai dari PAUD, hingga SMP. Namun khusus untuk peluncuran kali ini aplikasi terpasang di SMPN 1, 2 dan 3 Sangatta Utara, serta di SMPN 1 Sangatta Selatan.

Memastikan sistem ini berfungsi, saat peluncuran Bupati Kutim didampingi isteri yang juga Wakil Ketua DPRD Kutim Ny Hj Encek UR Firgasih dan Wabup Kasmidi Bulang mencoba berkomunikasi dengan guru maupun siswa dari empat sekolah dimaksud.

Apresiasi Pemkab Untuk Insan Pendidikan

Bupati Ismunandar memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada siswa dan guru berprestasi di Kutim. Khusus penghargaan untuk siswa jumlahnya mencapai 30 orang. Sedangkan guru berprestasi total 16 orang pendidik.

“Penghargaan yang kita berikan kepada insan pendidikan berpretasi kali ini adalah bentuk apresiasi Pemkab Kutim kepada pada siswa serta guru yang berdedikasi tinggi kepada kemajuan pendidikan di Kutim. Melalui peningkatan prestasi yang diraih oleh masing-masing murid dan guru,” jelas Ismu, sapaan karib Ismunandar.

Diharapkan dengan pemberian penghargaan, dapat memotivasi siswa maupun guru lainnya sehingga mengikuti dan dapat menorehkan prestasi diwaktu-waktu yang akan datang.

Siswa berprestasi yang diberi penghargaan oleh Bupati Kutim adalah murid yang pemenang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD dan SMP tingkat Kabupaten. Berikutnya para pemenang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional  (O2SN) maupun Olimpiade Sains Nasional (OSN) juga untuk SD dan SMP tingkat Kabupaten.

Melengkapi pernyataan Bupati, Plt Kadisdik Roma Malau menjelaskan semua penerima penghargaan sebelumnya telah didata dan diverifikasi oleh jajaran Disdik. Sehingga penilaian kepada guru menjadi lebih objektif dan siswa yang mendapat penghargaan memang benar-benar yang berprestasi.

Selain para siswa pemenang OSN, OS2N dan FLS2N, siswa peringkat sepuluh besar dan tiga terbaik program IPA berdasarkan hasil evaluasi penilaian semester 1-5 tahun ajaran 2018/2019 juga diberi penghargaan. Terbaik program IPS dan terbaik program Bahasa.

“Sedangkan guru yang diberi penghargaan adalah kategori guru TK2D (tenaga kerja kontrak daerah) berdedikasi tinggi di wilayah terpencil, tertinggal dan terdepan tahun 2019,” kata Plt Kadisdik Roma Malau. (pariwara/hms10/hms3)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar