Pariwara Mahakam Ulu

Anggaran BTT Covid-19 Mahulu Terserap 51 Persen, OPD Diingatkan Taat Asas Pengelolaan Keuangan”

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 179 Kali
Anggaran BTT Covid-19 Mahulu Terserap 51 Persen, OPD Diingatkan Taat Asas Pengelolaan Keuangan”

Rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Mahulu.

 

Hingga triwulan tiga 2021, serapan anggaran BTT Covid-19 Mahulu mencapai 51 persen. 

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
23 Oktober 2021

kaltimkece.id Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memaparkan realisasi penyerapan anggaran Belanja tak Terduga (BTT) Penanganan Covid-19. Di tahun 2021 ini, Pemkab Mahulu mengalokasikan dana BTT sebesar 31,4 miliar. Hingga triwulan ketiga ini, Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Mahulu mencatat anggaran yang sudah dicairkan dan terserap mencapai 51 persen atau Rp 15,9 miliar. 

Kepala BPKAD Mahulu, Gerry Gregorius merincikan serapan anggaran BTT di sejumlah bidang. Di bidang penanganan kesehatan sudah terserap Rp 9,3 miliar dari Rp 19,3 miliar dana yang dialokasikan. 

Selanjutnya, penanganan dampak ekonomi sudah dicairkan sebesar Rp 6,3 miliar dari total alokasi sebesar Rp 12 miliar. “Untuk usulan jaring pengaman sosial sampai saat ini belum ada usulan dari Dinas Sosial,” ujar Gerry dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 Mahulu. Rapat yang berlangsung di Bappelitbangda Mahulu pada Kamis 21 Oktober 2021 ini digelar secara daring dan tatap muka dengan prokes ketat.

Sekretaris Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang yang memimpin rapat kali itu mempersilahkan sejumlah OPD yang mengelola BTT menjelaskan dan mengklarifikasi soal serapan ini. Mengingat, masa penyerapan anggaran tinggal beberapa bulan lagi sebelum akhir tahun anggaran. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu, Saripuddin menyampaikan anggaran BTT yang mereka kelola berbentuk program bantuan biaya tanam. Mereka menargetkan tahun ini ada sekitar tiga ribu petani yang akan diberikan program ini. Penyaluran bantuan Rp dua juta per petani per hektare ini ditransfer langsung melalui rekening giro dan diantar langsung bagi petani yang tak memiliki rekening. 

“Penyaluran bantuan bertahap. Yang sudah tersalurkan 300 orang. Minggu depan 300 orang,” ujar Saripuddin. 

Saripuddin menyampaikan sejumlah kendala mengapa penyaluran bantuan belum bisa maksimal. Pertama, berkaitan dengan seringnya hujan beberapa pekan terakhir. Hujan diyakini membuat para petani ladang padi tertunda membuka dan menanam padi. Kepastian petani membuka lahan menjadi salah satu parameter pemberian bantuan biaya tanam. Selain itu, jajarannya masih disibukkan menyortir dan memverifikasi ribuan data penerima bantuan. 

“Masih kami pilah agar tidak jadi masalah. Target berapa pun yang terbayar, sisa anggaran akan kembali ke kas daerah,” ujarnya. 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Mahulu, Kresensius Charles menyampaikan pencairan dana operasional harian bagi petugas yang berjaga di Pos Wasdalkes lancar. Bagian yang ia pimpin membantu pencairan dana operasional bagi para petugas yang berjaga di tiga pos Wasdalkes. Sejauh ini jajarannya mencoba berhati-hati melaporkan dan merealisasikan dana agar sesuai ketentuan. Secara teknis untuk pencairan biaya bulan November dan Desember akan menggunakan skema tambah uang. 

“Untuk uang harian sudah dibayarkan sampai bulan September. Pembayaran sejauh ini lancar,” ujarnya. 

Sekretaris Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang kembali mengingatkan para OPD pengelola BTT agar dalam rapat selanjutnya menampilkan rinci serapan anggaran dan kendala. Hal ini untuk memudahkan pemetaan dan perumusan atas kendala serapan yang dihadapi. Madang yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Mahulu ini mengingatkan, agar anggaran yang tak terserap kembali ke kas daerah. Bukan disimpan di kas dinas. 

“Kita harus taat asas pengelolaan keuangan,” kuncinya. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar