Pariwara Mahakam Ulu

Berada di Jantung Kalimantan, Pemkab Mahulu Dukung Tata Kelola Lingkungan Hidup Berkelanjutan Antar Wilayah

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 190 Kali
Berada di Jantung Kalimantan, Pemkab Mahulu Dukung Tata Kelola Lingkungan Hidup Berkelanjutan Antar Wilayah

Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun membuka sosialisasi program dan pendalaman rencana kerja SEGAR di Mahulu secara virtual, Senin, 6 September 2021. (Dok Humpro Mahulu)

Program prakarsa USAID dan Kementerian PPN/Bappenas ini diharapkan selaras dengan visi misi membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana publik berkualitas, adil berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Mahulu.

 

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
11 September 2021

kaltimkece.id Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) antusias dan mendukung program Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR). Program tata kelola lingkungan hidup berkelanjutan antar wilayah ini diprakarsai oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan United States Agency for International Development (USAID). Mahulu yang berada di jantung Kalimantan atau heart of borneo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program ini. 

Melalui program SEGAR, USAID bermaksud memajukan pembangunan Indonesia dalam menyeimbangkan konservasi keanekaragaman hayati dan pemanfaatan lahan berkelanjutan dengan pembangunan ekonomi dan mata pencaharian yang inklusif. 

Kegiatan ini akan mencapai dua tujuan. Pertama, penguatan tata kelola lingkungan hidup yang inklusif di tingkat sub-nasional yang ditargetkan untuk memajukan konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan pemanfaatan lahan berkelanjutan

Kedua, peningkatan implementasi tujuan keberlanjutan lingkungan dan sosial dalam rantai pasok produksi komoditas sumber daya alam sektor swasta yang menurunkan ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan menurunkan emisi gas rumah kaca dari pemanfaatan lahan.

“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Mahulu menyambut baik program tersebut dan harapan saya program ini dapat memberikan dampak yang baik bagi Kabupaten Mahulu,” harap Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun membuka sosialisasi program dan pendalaman rencana kerja SEGAR di Mahulu secara virtual, Senin, 6 September 2021. 

Kegiatan ini sesuai dengan Surat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia Nomor 0445/PP.06.02/Dt.3.2/08/2021 tanggal 30 Agustus 2021, Perihal Pengadaan Rapat Sosialisasi Project USAID SEGAR.

Wabup menambahkan, Program kerja sama USAID dengan Pemerintah Indonesia yang telah ditandatangani pada tanggal 22 Juli 2020 bertujuan untuk mencapai agenda-agenda pembangunan berkelanjutan. Salah satunya melalui Kerangka Program Manajemen Ekosistem Terestrial Berkelanjutan (Sustainable Terestrial Ekosistem Management / STEM).

Wabup melanjutkan, berkenaan dengan hal tersebut, Kabupaten Mahulu baru saja merampungkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Tahun 2021-2026, Di mana isu lingkungan ini menjadi salah satu bagian dari misi Bupati dan Wakil Bupati.

Sebagai informasi, ada beragam bentuk keseriusan Mahakam Ulu demi mewujudkan pembangunan hijau. Di antaranya ; penurunan emisi karbon melalui skema Forest Carbon Partnership (FCPF) dan percepatan target perhutanan sosial. Sebagai informasi, sedikitnya, saat ini terdapat 11 izin perhutanan sosial yang terdiri dari 10 hutan desan dan satu hutan kemitraan yang bekerja sama dengan pemegang izin IUPHHK. 

Selanjutnya, target membentuk kampung iklim dan 37 kelompok masyarakat peduli api (MPA) yang tersebar di 50 kampung. 

Komitmen pembangunan hijau di Mahulu juga disinergikan dengan masyarakat ada. Salah satunya melalui Perda No. 7 Tahun 2018 tentang Pengakuan, Perlindungan, Pemberdayaan, Masyarakat Hukum Adat Dan Lembaga Adat.

“Yaitu membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana publik berkualitas, adil berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” ungkap Wabup.

 

Pria yang pernah menjabat Sekretaris Kabupaten Mahulu ini meminta perangkat daerah dan pelaku usaha yang hadir dalam kegiatan ini betul-betul memanfaatkan program SEGAR ini. Sehingga target pembangunan bisa tercapai. 

“Bukan hanya pada bidang lingkungan hidup tetapi juga terhadap aspek ekonomi dan sosial lainnya,” tutupnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar