Pariwara Mahakam Ulu

Berdikari Pangan, Pemkab Mahulu Persiapkan Beragam Program Unggulan Pertanian

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 117 Kali
Berdikari Pangan, Pemkab Mahulu Persiapkan Beragam Program Unggulan Pertanian

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh ditemani wakil dan warga memanen padi ladang di lahan miliknya. Keduanya berkomitmen mandiri di bidang pangan. kaltimkece.id (Muhibar Sobary Ardan)

Berdikari di bidang ketahanan pangan dimulai dari program yang tepat.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
23 September 2021

kaltimkece.id Perahu cepat meliuk-liuk memecah kesunyian di pedalaman Sungai Mahakam. Di bagian belakang dan bawah jok speedboat berkapasitas belasan penumpang itu bertumpuk beragam sayur mayur, ikan mas hidup, daging ayam beku sampai ikan asin. Sepanjang perjalanan, dari Pelabuhan Tering di Kubar, speedboat bermesin 200 paarden kracth (PK) itu singgah di dermaga-dermaga kecil di sepanjang kampung. 

Di pinggir kayu bulat apung yang dijadikan dermaga kampung Long Melaham, motoris dibantu anak buah kapal dengan sigap menurunkan sebuah kardus besar berisi ikan asin yang telah diberi nama. Si pemilik menerima barang dan bergegas memberi selembar uang Rp 50 ribu sebagai ongkos kirim. 

Di kampung sebelah, speedboat mengakhir perjalanan enam jam di Pelabuhan Ujoh Bilang. Di dermaga yang berada di pusat ibu kota Mahakam Ulu itu, motoris dibantu kru menurunkan berkarung-karung sayuran mentah dan dua plastik besar berisi puluhan ikan mas hidup. 

Setelah membayar, si pemilik barang yang juga pedagang sayur mayur itu langsung bergegas meninggalkan pelabuhan. Sayur dan daging itu akan dia ecer di warung sayur miliknya Ujoh Bilang. 

Pemandangan itu lazim ditemui di Mahulu. Di pasar tradisional maupun lapak sayur eceran dengan mudah dibanjiri beragam sayur, daging sampai bumbu dapur kemasan yang didatangkan dari luar Mahulu. Sayur dan daging produk lokal hanya tersedia di beberapa lapak. Atau dijual terbatas oleh petani yang berkeliling kampung digendong dengan tas anyaman rotan. 

Pemandangan itu tersaji hari demi hari di hampir seluruh kampung di Mahulu. Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh dan Yohanes Avun menyadari Mahulu masih sangat bergantung bahan pangan dari daerah lain. 

Segera setelah dilantik awal tahun 2021 ini, pasangan yang beken dengan sapaan Boni-Avun ini langsung merealisasikan janji politik dalam 10 program strategis 4 tahun ke depan. Visinya, membangun Mahakam Ulu Untuk Semua, Sejahtera dan Berkeadilan. 

Dua dari 10 program strategis itu berfokus pada mata pencaharian utama warganya. Pertanian dan perkebunan dalam arti luas. 

Program pertama urai Bonifasius adalah mewujudkan swasembada pangan. Konsepnya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi sumber daya daerah berbasi pemberdayaan masyarakat. Diikuti dengan pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, ramah lingkungan. 

“Program ini diwujudkan melalui pembagian lahan dua hektare per anggota kelompok tani,” ucap Bupati Bonifasius saat peluncuran dan pembagian simbolis program bantuan biaya tanam di Kampung Long Melaham, Selasa, 21 September 2021. 

Program kedua yakni meningkatkan kesejahteraan petani melalui permodalan, penerapan manajemen pertanian berbasis kerakyatan dan berwawasan lingkungan. 

Dari program strategis di bidang pertanian dan perkebunan dalam arti luas itu pada akhirnya bermuara kepada sejumlah program nyata. 

Di antaranya ; Program ketahanan pangan lewat modernisasi pertanian lahan kering dan persawahan menuju swasembada. Kedua, program bantuan tanam pada musim tanam, ketiga, revitalisasi kelompok tani dan petugas penyuluh lapangan. 

Keempat, program bantuan bibit dan pupuk organik serta pengawasan dan penyederhanaan pupuk bersubsidi kepada petani, kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktotan). Kelima, program penyediaan kredit usaha tani. 

Bupati Bonifasius yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mahulu ini menyampaikan peningkatan usaha pertanian dan perkebunan wajib diperhatikan menuju target swasembada pangan.

“Hal ini menjadi penting karena Mahakam Ulu adalah daerah otonomi pemekaran baru yang harus memiliki komitmen untuk berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) dan di atas kemampuan sendiri di bidang ketahanan pangan,” kunci Bonifasius. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar