Pariwara Mahakam Ulu

Cetak Rekor Setahun Dua Kali Mahulu Pulih ke Zona Hijau, Jangan Terlalu Euforia Apalagi Prokes Kendor

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 151 Kali
Cetak Rekor Setahun Dua Kali Mahulu Pulih ke Zona Hijau, Jangan Terlalu Euforia Apalagi Prokes Kendor

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh (dok kaltimkece.id)

Jangan euforia berlebihan apalagi mengendorkan protokol kesehatan.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
05 Oktober 2021

kaltimkece.id Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) resmi menyandang status zona hijau bebas Covid-19. Data Satgas Covid-19 Kaltim mencatat per Minggu, 20 Oktober 2021 tidak ada lagi kasus terkonfirmasi positif dan pasien dirawat. Kabupaten berjuluk Urip Kerimaan ini mencetak rekor menjadi satu-satunya daerah di Kaltim yang berhasil pulih dari serangan Covid-19 sebanyak dua kali dalam setahun. Masyarakat boleh bergembira, namun diimbau tetap waspada, jangan terlalu euforia dan pelonggaran protokol kesehatan jangan tergesa-gesa.

Kabar gembira itu tak membuat Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Penanggulangan Covid-19 Mahulu, drg Agustinus Teguh Santoso terkejut. TGC merupakan unit khusus di bawah koordinasi Satgas Covid-19 Mahulu. Sebabnya, dari data yang mereka kumpulkan, seluruh wilayah Mahulu secara de facto telah masuk zona hijau atau bebas Covid-19 sejak 21 September 2021 lalu. 

Meski demikian, Satgas Covid-19 Kaltim masih menempatkan Mahulu berada di zona kuning. Sebabnya, masih ditemukan 12 kasus impor warga ber-KTP Mahulu yang terinfeksi positif Covid-19 ketika berada di luar kawasan Mahulu. Mereka terjaring setelah menjalani tes antigen dan PCR ketika hendak masuk ke Mahulu. Perinciannya, 11 orang ditemukan di Kubar dan seorang lainnya di Samarinda. 

Meski telah dinyatakan pulih ke zona hijau alias bebas Covid-19, TGC dan Satgas Covid-19 imbuh Teguh tetap melakukan pelacakan dan penelusuran kontak. Mereka sedang mencari kemungkinan apakah infeksi para pasien terakhir didapat di dalam atau luar wilayah Mahulu. 

Diakuinya, jajaran di lapangan tetap waspada karena menilai situasi belum stabil meskipun tren penurunan kasus cukup signifikan di berbagai daerah. “Untuk kebijakan PPKM yang baru kami masih menunggu penilaian level PPKM yang baru dan tidak tergesa-gesa melonggarkan peraturan pembatasan kegiatan sampai situasi dinilai aman sekali,” urai Teguh yang juga Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mahulu ini. “Sebab, ini bukan perkara main-main karena berhubungan dengan penyakit menular yang menjadi momok dunia selama 1,5 tahun terakhir,” sambungnya. 

Meskipun wilayahnya bebas Covid-19, Teguh tetap meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mengingat, potensi penyebaran virus mematikan ini masih ada utamanya dibawa pelaku perjalanan yang tak patuh prokes. 

“Kami meminta masyarakat bersabar, lebih baik tetap waspada jangan terlalu euforia dengan zona hijau lalu kemudian prokes menjadi kendor,” harapnya. 

Selain disiplin menjalankan protokol kesehatan, ia juga meminta masyarakat menyukseskan vaksinasi untuk menciptakan kekebalan populasi. Tercatat hingga awal Oktober 2021 capaian vaksinasi suntikan pertama sudah mencapai 56,6 persen sedangkan dosis kedua mencapai 42,4 persen dari 25.524 dari jumlah sasaran vaksinasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar