Pariwara Mahakam Ulu

GeNose Segera Tiba di Mahulu, Lebih Murah dan Ramah Anak untuk Deteksi Covid-19

person access_time 3 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 189 Kali
GeNose Segera Tiba di Mahulu, Lebih Murah dan Ramah Anak untuk Deteksi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,drg Agustinus Teguh Santoso. (muhibar sobary/kaltimkece.id)

Pemkab Mahulu menghabiskan Rp 1 miliar untuk pengadaan GeNose tersebut.

Ditulis Oleh: Muhibar Sobary A
15 April 2021

kaltimkece.id "Hari ini alat GeNose dikirim dari Samarinda ke Mahulu, kemungkinan besok atau lusa datang di Mahulu. Teknisinya langsung datang ke sini dan memastikan alat itu sampai," demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahakam Ulu, drg Agustinus Teguh Santoso, Selasa, 13 April 2021.

Pemerintah Kabupaten Mahulu berencana membeli GeNose, alat pendeteksi Covid-19 besutan Universitas Gajah Mada. Sebanyak 10 alat telah dipesan melalui pemerintah pusat. Dengan jumlah tersebut, GeNose rencananya didistribusikan ke enam puskesmas, Rumah Gerbang Sehat Mahulu di Ujoh Bilang, Rumah Sakit Datah Dawai di Kampung Long Nunuk, dan pos penjaga pintu masuk di Mahulu.

"Jadi pos yang utama ialah pos di Kampung Mamahaq Teboq, Kecamatan Long Bagun. Kemudian pos jaga di Km 14, Kecamatan Long Hubung, dan pos di Kampung Datah Dawai," sebut Teguh.

Ia menjelaskan, biaya yang dikeluarkan untuk seluruh pengadaan alat tersebut sekitar Rp 1 miliar. Dengan perincian Rp 70 juta untuk harga satuan alatnya, Rp 15 ribu untuk satuan plastik peniup, komputer, dan mesin pencetak hasilnya. Diperkirakan Teguh, untuk harga keseluruhan satu alat termasuk ongkos kirim dan pajak kisaran Rp 100 juta.

Kehadiran alat tersebut merupakan langkah Pemkab Mahulu memberikan pelayanan lebih murah kepada masyarakat. Biaya operasional yang dikenakan kepada pelaku perjalanan kisaran Rp 40—50 ribu.

“Yang jelas tidak akan melebihi standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Nanti dihitung dulu berapa perkiraan biaya tes tersebut,” sebutnya.

Kehadiran GeNose, menurut Teguh, akan menghemat biaya tes Covid-19. Biasanya menggunakan swab PCR pelaku perjalanan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 600—900 ribu. Sedangkan untuk swab antigen menghabiskan Rp 275 ribu. “GeNose tidak sampai segitu harganya. Lagipula pemerintah pusat telah merekomendasikan juga. Dan alat ini buatan Indonesia,” terang dia.

Penggunaannya juga diklaim ramah terhadap anak. Cara kerja alatnya lebih mudah. Cukup meniupkan udara di tempat yang telah ditentukan, 15—20 menit hasil tersebut sudah dapat dipastikan.

Rencananya alat ini digunakan bagi pelaku perjalanan antarkecamatan di Mahulu dan keluar-masuk kabupaten dengan julukan Urip Kerimaan tersebut. Yang jelas, kata Teguh, alat diagnosis lain tetap digunakan. Sedangkan penggunaan GeNose sebagai alat pendeteksi untuk beberapa kriteria yang nantinya ditentukan.

Hingga saat ini, pemberlakukan menggunakan GeNose ke Mahulu belum dapat dilakukan. Pemkab Mahulu berencana mengevaluasi Instruksi Bupati 2/2020. Dan akan dilakukan penyesuaian terkait penggunaan GeNose sesuai Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan melalui BNPB selaku Satgas Penanganan Covid-19. 

“Di instruksi bupati yang berlaku sampai tangga 30 April nanti, aturan GeNose belum termasuk. Nanti dicantumkan,” tandasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar