Pariwara Mahakam Ulu

HUT Keenam Mahulu, Geliat Pembangunan Mengejar Ketertinggalan

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 153 Kali
HUT Keenam Mahulu, Geliat Pembangunan Mengejar Ketertinggalan

Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh upacara hari jadi keenam Kabupaten Mahulu. (adolf reisha ding/kaltimkece.id)

Kabupaten Mahalam Ulu berusia enam tahun. Perubahan besar mulai terlihat.

Ditulis Oleh: Adolf Reisha Ding
16 Desember 2019

kaltimkece.id Mengenakan rompi adat lengkap dengan topi, Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh berbicara dalam upacara hari jadi keenam kabupaten. Hari jadi yang diperingati pada Sabtu, 14 Desember 2019, menjadi napak tilas perjalanan kabupaten.

Ketika Mahakam Ulu menjadi daerah otonomi baru pada 2013, kabupaten ini banyak menanggung ketertinggalan. Namun demikian, berkat kerja keras seluruh pihak, pembangunan mulai terlihat. Sedari jalan, jembatan, sistem air bersih, fasilitas kesehatan, hingga gedung sekolah.

 Upacara hari jadi Kabupaten Mahulu berlangsung di Lapangan Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Bupati Bonifasius mengatakan, pencapaian kabupaten selama ini tak lepas dari peran seluruh pihak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) dan aparat keamanan. Dan khususnya untuk seluruh lapisan masyarakat dan aparatur kampung serta BPK (Badan Permusyawaratan Kampung) yang komit menjalankan program Gerbangmas,” ucap Bupati.

Gerbangmas adalah Gerakan Membangun Masyarakat Adil Sejahtera. Program ini mengejawantahkan visi dan misi bupati dan wakil bupati. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Gerbangmas sudah menyiapkan Alokasi Dana Kampung. Program ini berhasil membangun sarana dan prasarana di 50 kampung. Jalan kampung yang terbangun total 24 kilometer, sementara jembatan dengan total 719 meter, dan drainase 2 kilometer. Untuk pembangunan prasarana air baku sudah 191 unit. Program ini juga memberi perhatian kepada rumah tidak layak huni yakni 321 unit yang sudah direnovasi. 

Beralih ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mahulu, pembangunan daerah terus berjalan. Sebagai contoh, jembatan jenis grider, bailly, dan box sudah rampung sebanyak 12 buah. Mahulu mesti banyak memiliki jembatan. Seluruh kecamatan di kabupaten seluas 15.315 kilometer persegi ini dilintasi Sungai Mahakam. Sebagian besar perkampungan juga berdiri di tepi sungai.

Adapun pembangunan dan peningkatan kualitas jalan juga terus dikerjakan. Sepanjang 35 kilometer jalan telah terbentang dan 69 kilometer jalan ditingkatkan kualitasnya. Seperti pengerasan berbutir, aspal, dan rigid.  Dinas PUPR juga membangun sejumlah Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM). Datah Bilang kini memiliki SPAM dengan kapasitas aliran air 15 liter per detik. Kampung Mamahak Besar 10 liter per detik. Kampung Ujoh Bilang 5 liter per detik dan Kampung Laham 2 liter per detik.

“Semua ini dilakukan secara bertahap. Rencana pembangunan SPAM di kampung lain pasti menyusul,” ucap Bonifasius.

 Sekali lagi, jelas Bupati, ketertinggalan Mahakam Ulu dalam infrastruktur. Jarak antarkampung yang berjauhan menambah tantangan membangun kabupaten. Pemerintah memilih pembangunan skala prioritas. Sampai saat ini, Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu di Ujoh Bilang dan Rumah Sakit Nawacita di Long Lunuk sudah beroperasi. Selain itu, Puskesmas Tiong Ohang dan Long Pahangai telah melayani masyarakat di tapal batas Indonesia.

Bonifasius merencanakan layanan kesehatan hadir di setiap kecamatan dan semakin meningkatkan pelayanan kesehatan yang sedang berjalan. (*)

 

Editor: Fel GM

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar