Pariwara Mahakam Ulu

Jalur Trans Kalimantan, Jalan Pemecah Masalah Kesejahteraan Warga Perbatasan

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 280 Kali
Jalur Trans Kalimantan, Jalan Pemecah Masalah Kesejahteraan Warga Perbatasan

Transportasi sungai menjadi satu-satunya sarana pengiriman logistik bagi warga khususnya di 2 kecamatan di perbatasan Mahulu. dok kaltimkece.id

Jika jalur sepanjang 716 kilometer itu terbangun mulus, perjalanan dari Samarinda - Kukar - Kubar - Mahulu sampai batas Kalbar hanya memakan waktu 13 sampai 15 jam saja.  

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
Rabu, 23 November 2022

kaltimkece.id Setelah hampir 9 tahun berdiri, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) belum sepenuhnya memiliki jalan darat yang memadai. Itu membuat biaya transportasi, harga bahan pokok, biaya hidup mahal dan percepatan pembangunan layanan dasar berjalan lambat. Kabupaten seluas 15.315 kilometer persegi atau 22 kali luas DKI Jakarta ini terus memperjuangkan jalan darat penghubung antar-kecamatan dan wilayah tetangga. Harapan menjadi jalur ekonomi baru di Jantung Pulau Kalimantan terus diperjuangkan.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Yohanes Avun menjelaskan, keterbatasan infrastruktur jalan ditambah topografi wilayah yang didominasi perbukitan itu membuat masyarakat Mahulu, terpaksa tergantung dengan transportasi air menyusuri Sungai Mahakam.

Mengandalkan sungai terpanjang di Kalimantan Timur sebagai jalur transportasi utama di Mahulu bukan perkara mudah dan murah.

Sangat bergantung kondisi lingkungan. Ketika air sungai pasang di musim hujan, jalur transportasi dengan 20an jeram -- riam itu berubah menjadi medan berbahaya yang mengancam nyawa dan harta benda.

Musim kemarau juga tak kalah susahnya. Debit air sungai surut. Sungai-sungai berubah menjadi dangkal. Batu-batu raksasa menyembul di jalur transportasi air. Akibatnya, kapal-kapal kayu pengangkut logistik tidak bisa melewati jeram.

Logistik bahan pokok terutama di dua kecamatan di perbatasan seperti Long Pahangai dan Long Apari harus diangkut beberapa kali menggunakan perahu kecil.

Mengandalkan jalur darat yang dipisahkan banyak anak sungai pun tak kalah menantang. Di kala hujan, jalan yang belum sepenuhnya terhubung dan dipisahkan anak sungai itu berubah menjadi menjadi bubur lumpur setinggi pinggang orang dewasa.

Tak sedikit kendaraan garuk tanah berpenggerak roda ganda terjebak di tengah rimba hutan tropis Pulau Kalimantan tersebut. Sukarnya jalur transportasi ini membuat biaya mobilisasi orang, BBM dan material bangunan seperti semen, besi dan lainnya semakin mahal dibandingkan daerah lainnya. Terkhusus di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

“Beras ukuran 25 kilogram bisa mencapai Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu per karungnya, yang tentunya tidak sebanding dengan pendapatan harian masyarakat,” tutur Wabup Avun menceritakan pengalaman warga dua di dua kecamatan perbatasan Mahulu ketika menyambut kunjungan kerja Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Tri Budi Utomo, Sabtu, 19 November 2022.

Hari itu, Pangdam juga menyerahkan bantuan sarana pendidikan dari Presiden Joko Widodo untuk SDN 005 Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai.

Avun yang sempat menjabat Sekretaris Kabupaten Mahulu ini menilai, kehadiran jalan darat sebagai urat nadi akan memacu percepatan pembangunan daerah perbatasan yang berada di Jantung Pulau Kalimantan atau Hearth of Borneo ini. 

Singkat cerita, jalan darat merangsang pertumbuhan lapangan usaha baru, menurunkan harga pokok dan mendorong peningkatan daya saing daerah.

Tak sampai di situ, Avun juga memperkirakan jika jalan darat terkoneksi, usaha mempercepat pemerataan pembangunan layanan dasar masyarakat akan semakin cepat.

Penyediaan listrik, air bersih, jaringan telekomunikasi seluler antar kampung yang berjauhan dan terisolasi sungai dan pegunungan akan semakin mudah dan terjangkau. 

Karenanya, dalam kesempatan ini, Avun mengharap bantuan Pangdam VI Mulawarman dan Staf Kepresidenan yang ikut dalam kunjungan, Kapten Inf. Nofri Arita membantu menyampaikan beratnya kondisi warga perbatasan kepada Presiden Joko Widodo.

“Apabila akses jalan ini segera terbangun, 70 persen masalah pembangunan di Kabupaten Mahulu bisa terpecahkan,” nilai Wabup Avun.

Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Tri Budi Utomo, berjanji akan segera melaporkan pentingnya percepatan pembangunan jalan darat kepada Presiden Joko Widodo.

“Semoga harapan kita semua, khususnya masyarakat Mahulu terkait akses akses transportasi jalan darat menuju wilayah kabupaten Mahulu bisa segera terlaksana nantinya,” kata Pangdam di sela-sela penyerahan bantuan.

Bangun Jalan Trans Kalimantan

Pemerintah bukannya diam atas keterbatasan situasi di Mahulu. Sejak beberapa tahun terakhir, sudah dirancang dan dibangun bertahap jalan darat pararel perbatasan di Mahulu. Jalan berjuluk Trans Kalimantan itu dibangun gotong royong antara pemerintah pusat, Provinsi Kaltim dan Kabupaten Mahulu.

Jalur ini diyakini bakal menjadikan Kabupaten Mahulu memiliki posisi strategis di tengah jantung Pulau Kalimantan. Sebab, menjadi titik konektivitas Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Mengutip data Satuan Kerja Jalan Perbatasan Kaltim, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR jarak dari Ibu Kota Kaltim, Samarinda ke Batas Kalimantan Barat (Kalbar) yang dilalui jalur Trans Kalimantan panjangnya 716 kilometer.

Terbagi, jalan darat dari Samarinda - Tering sepanjang 320 kilometer dan Tering sampai Tiong Ohang - Batas Kalbar sepanjang 396 kilometer. 

Perinciannya, jalan darat dari Samarinda - Tenggarong 29 kilometer,  Tenggarong - Tering, 294 kilometer,  Tering – Long Bagun, 145 kilometer, Long Bagun – Long Pahangai, 80 kilometer, Long Pahangai – Tiong Ohang, 103 kilometer dan Tiong Ohang – Batas Kalbar sepanjang 68 kilometer.

Jarak sepanjang Samarinda ke Batas Kalbar sejauh 716 kilometer kurang lebih setara perjalanan darat selama 9 jam melalui jalur tol dari Kota Surabaya menuju Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kabupaten yang terkenal menjadi salah satu pusat industri terbesar di Indonesia itu hanya berjarak 60 kilometer dari DKI Jakarta.

Sementara jalan darat dari Tering sampai Tiong Ohang - Batas Kalbar sepanjang 396 kilometer setara 5 setengah jam perjalanan darat melalui tol dari Kota Malang ke Semarang. 

Kepala Satuan Kerja Jalan Perbatasan Kaltim, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Irawan Daya Putera menyampaikan jalan Trans Kalimantan poros Tering – Long Bagun dikerjakan gotong royong. Antara Kementerian PUPR, Pemprov Kaltim dan sebagian kecil dari Pemkab Mahulu.

"(Paket) yang on going sekarang yaitu Long Bagun - Tering 1," terang Irawan ketika menghadiri undangan Komisi III DPRD Kaltim membahas kerusakan jalan poros Kubar-Mahulu, Rabu, 30 Maret 2022 di Gedung E DPRD Kaltim lalu.

Irawan melanjutkan, kegiatan ini adalah kontrak tahun jamak 2020-2022. Nilainya Rp 95 miliar dengan panjang pekerjaan 15 kilometer. Irawan menyampaikan, progresnya sudah 50 persen dan diharapkan selesai akhir 2022.

"Di dalamnya ada tiga jembatan dengan bentang 40 meter dan dua jembatan bentang 20 meter," imbuhnya.

Pada tahun ini pula, kontrak tahun jamak baru untuk ruas Tering- Long Bagun. Kontrak Long Bagun - Tering 3 sepanjang 15 kilometer sementara Long Bagun - Tering 4 dan 5 sepanjang 12,5 kilometer masing-masing. Paket tersebut ditargetkan rampung pada 2024.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) Wilayah Kaltim, Junaidi, menambahkan bahwa pekerjaan ruas Tering - Mahulu berskema tahun jamak agar tuntas. Jalur ini akan jadi jalan utama penghubung Kalbar, Kaltim, Kaltara, menuju ibu kota negara.

Junaidi menyampaikan, permasalahan yang dihadapi  masih seputar dana. Ada skala prioritas untuk membangun ruas Tering-Long Bagun. Mengenai belum adanya status jalan, hal itu disebut untuk mempercepat pembangunan. Pemerintah provinsi hingga daerah dapat terlibat.

Jalur Pararel Tembus Kaltara dan Kalbar

Selanjutnya, pengerjaan akses jalan darat dari Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun - Long Pahangai. Jalan yang seluruhnya sepanjang 75 kilometer itu sebagian besar masih tanah dan belum sepenuhnya terdapat jembatan penghubung.

Di tahun 2021, pengerjaan jalan meliputi pengerasan aspal sepanjang 7 kilometer dengan pembagian SYC sepanjang 4,5 kilometer dan 2,5 kilometer.

Pengerjaan jalan tersebut menjadi satu-satunya pembangunan akses darat di Mahulu untuk ruas Long Bagun-Long Pahangai. Dari jalur inilah, akses jalan darat mulai pararel. Satu cabang menjadi rute Long Pahangai – Long Boh, batas Kalimantan Utara sepanjang 80 kilometer. Satu lagi rute Long Pahangai – Tiong Ohang ke Batas Kalimantan Barat.

Kepala Satuan Kerja Jalan Perbatasan Kaltim, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Irawan Daya Putera mengatakan terdapat kegiatan SYC tahun 2021 jalan dengan pengaspalan dengan jenis burda sepanjang 10,325 kilometer di jalur tersebut. Nilai kontraknya sebesar Rp 46 miliar.

“Untuk jembatan tahun depan kita usulkan. Di antaranya jembatan Matingan, Danau Musang, Anak Tepai dan Awan. Tahun 2022 - 2024 masih usulan,” imbuh Irawan.

Sedangkan rute menuju batas Kalimantan Barat yakni Long Pahangai – Tiong Ohang panjangnya 103,5 kilometer yang melintasi Bandara Datah Dawai di Kampung Long Lunuk Kecamatan Long Pahangai. Dari jalur Tiong Ohang - Batas Kalbar panjangnya 68 kilometer.

Jembatan Penyambung Harapan

Pelbagai jembatan dan jalan dikerjakan pemerintah pusat di lajur tersebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 1, Jalan Perbatasan Kaltim, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dedi Supriady Tubagus, turut menambahkan penjelasan dalam pertemuan tersebut.

Rute Long Pahangai - Tiong Ohang yang ia tangani terdapat empat pengerjaan tahun 2022 ini. Di antaranya MYC tahun 2020-2022 dengan nilai kontrak Rp 85 miliar untuk pembangunan 6 jembatan permanen; masing-masing di Sungai Mahne Kampung Long Pakaq, Sungai Ikang Kampung Long Pakaq, dan dua jembatan di Sungai Pani Kampung Tiong Ohang.

“Yang Sungai Pani satu dan dua yaitu kurang lebih 10 kilometer dari pusat Tiong Ohang,” sebut Dedi dalam pertemuan yang sama.

Selain itu, sambung dia, terdapat SYC tahun 2021 untuk pembangunan tiga jembatan di Sungai Lingai, Sungai Gruni, dan Sungai Bluu. Semuanya berada di Kampung Long Pakaq. Nilai kontraknya Rp 19 miliar. Ada juga MYC 2021-2023 untuk pembangunan tiga jembatan. Yakni di Sungai Kuni, Tebihi dan Mahangai.

“Mahangai itu yang paling besar, secara keseluruhan terdapat 12 jembatan yang tahun ini dikerjakan” kata Dedi.

Untuk rute penghubung selanjutnya, Tiong Ohang-Batas Kalbar, hanya satu kegiatan pemerintah pusat tahun 2021 ini.

“Satu paket SYC tahun ini saja. Pembangunan jalan sepanjang 6,35 kilometer. Kontraknya sebesar Rp 46 miliar. Waktunya mepet, akhir tahun harus selesai itu,” timpal PPK Perbatasan 1, Jalan Perbatasan Kaltim, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Wahyu, Juni lalu.

Kembali ke Irawan. Ia menjelaskan, untuk pembangunan jembatan yang dilakukan pemerintah pusat seluruhnya ialah permanen tipe A. Sedangkan untuk jalan yang aspal, untuk rute perbatasan dari Tiong Ohang dan juga yang ada di batas Kaltara, menggunakan jenis aspal burda.

Lalu lintas kendaraan yang masih tidak banyak menjadikan alasan aspal jenis burda dipilih pihaknya untuk rute tersebut. Sedangkan untuk rute jalan Tering-Long Bagun tahun ini menggunakan jenis aspal Hot Rolled Sheet-wearing Course (HRS-WC). (*)

Dilengkapi : Muhibar Sobary Ardan

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar