Pariwara Mahakam Ulu

Kantong Warga Perbatasan tak Lagi Jebol Setelah POA Mahulu 2022 Diluncurkan

person access_time 3 months ago remove_red_eyeDikunjungi 358 Kali
Kantong Warga Perbatasan tak Lagi Jebol Setelah POA Mahulu 2022 Diluncurkan

Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun melepas keberangkatan perdana POA Mahulu 2022, Jumat, 10 Juni 2022. (kaltimkece.id/Nalendro Priambodo)

Lewat POA warga di perbatasan bisa mengakses gratis transportasi dan subsidi 50 persen. 

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
Senin, 13 Juni 2022

kaltimkece.id Yohanes Bit begitu gembira ketika mendapat kabar program Penyediaan Ongkos Angkut (POA) kembali dimulai, Jumat, 10 Juni 2022. Sehari sebelum keberangkatan, ia buru-buru memesan tiket via telepon seluler melalui petugas jaga loket pendaftaran dari Dinas Perhubungan Mahulu. Niatnya pulang ke Kampung Long Penaneh 3 Kecamatan Long Apari terwujud. Ia semakin girang ketika tahu dirinya menjadi satu di antara 11 penumpang speedboat POA yang dilepas keberangkatannya langsung oleh Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun. Warga yang bermukim di kawasan perbatasan seperti Bit sangat bersyukur program pro rakyat ini kembali dijalankan Pemkab Mahulu. 

Pendapat Bit tidak berlebihan. Mengingat satu-satunya akses transportasi massal utama ke Kecamatan Long Apari hanya bisa dilalui dengan speedboat. Biayanya pun lumayan menguras kocek pria 44 tahun yang berprofesi sebagai petani ini. Mengingat satu kali perjalanan mudik tahun lalu menggunakan speedboat reguler dari Long Bagun ke Tiong Ohang tarifnya mencapai Rp 1 juta. Sementara ongkos milir melalui rute yang sama mencapai Rp 500 ribu di tahun 2021 lalu. Perbedaan tarif ini dikarenakan perjalanan ke hulu riam menanjak dan melawan arus riam – jeram yang ganas. Banyak menguras bahan bakar.  

“Kalau ada POA, kita masyarakat kecil bisa dapat subsidi 50 persen sampai 100 persen alias Gratis,” ujar Bit tersenyum lebar kepada kaltimkece.id, Jumat, 10 Juni 2022 di dermaga Batoq Keloq. 

Dampak subsidi yang digelontorkan Pemkab Mahulu ini dinilai warga lainnya Antonius Bungsu langsung terasa bagi di kantong warga yang bermukim di kawasan perbatasan. Dompet mereka tak lagi jebol untuk ongkos transportasi. Mereka bisa menabung atau digunakan membiayai keperluan rumah tangga dan kebutuhan dasar lainnya di kawasan perbatasan yang dikenal berbiaya serba mahal. 

“Selisih Rp 400 ribu sampai gratis sangat berarti. Bisa dipakai buat beli beras dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ucap Antonius Bungsu warga Kampung Noha Silat Kecamatan Long Apari yang juga akan mudik dengan speedboat POA hari itu. 

Baik Yohanes Bit dan Antonius Bungsu tetap berharap Pemkab Mahulu melanjutkan POA di tahun-tahun mendatang. Bagi mayoritas warga perbatasan, program ini sangat dibutuhkan dan menunjukkan pemerintah hadir. Mengingat, akses penghubung Kecamatan Long Bagun – Long Pahangai dan Long Apari belum sepenuhnya terkoneksi jalur darat. 

“Siapa pun pemimpin ke depannya, program seperti ini harus dilanjutkan karena sangat membantu kita warga perbatasan,” timpal Yohanes Bit. 

Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh melalui Wakilnya Yohanes Avun menegaskan POA merupakan jawaban pemerintah daerah menghadapi kesulitan warga kawasan perbatasan mengakses transportasi. Selain di desain mengatasi inflasi, program yang sudah bergulir sejak periode pertama Bupati Bonifasius ini juga bertujuan mengurangi angka kemiskinan sekaligus mengendalikan inflasi di kawasan perbatasan. 

“Program POA ini merupakan implementasi program prioritas kepala daerah Mahulu menjawab mahalnya transportasi masyarakat ke hulu riam,” ujar Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun ketika melepas keberangkatan perdana, Jumat, 10 Juni 2022 di dermaga Batoq Keloq Kecamatan Long Bagun. 

Mengacu Peraturan Bupati nomor 13 tahun 2018 tentang POA, terdapat dua kriteria masyarakat penerima subsidi. 50 dan 100 persen.  Masyarakat penerima subsidi gratis 100 persen terbagi ke dalam beberapa kriteria di antaranya ; masyarakat tidak mampu yang mengantongi kartu layanan POA, masyarakat dalam keadaan sakit, meninggal atau gawat darurat, rohaniawan, pelajar dan mahasiswa, masyarakat yang diberikan dispensasi khusus oleh pihak berwenang (jurnalis, narapidana, paramedis pendamping, petugas telekomunikasi dan lainnya) yang dibuktikan dengan surat penugasan. 

Sementara kriteria subsidi 50 persen di antaranya ; masyarakat umum seperti PNS, TNI/Polri, TNP, aparat kampung, pejabat negara/pemerintah yang tidak sedang menjalankan perjalanan dinas. Termasuk pula pengusaha, pedagang dan kontraktor. Wabup meminta Dinas Perhubungan benar-benar mengawasi dan memastikan setiap penumpang penerima manfaat POA sesuai persyaratan dan kriteria. Semua bertujuan agar subsidi tepat sasaran. 

“Ketika berangkat pastikan jumlah penumpang memadai. Termasuk target gratis diperhatikan,” tegasnya.  

Dalam seminggu, armada POA berangkat sebanyak 6 kali setiap pagi mulai hari Selasa sampai Minggu pukul 09.00 pagi. Dari dermaga Long Bagun ke pemberhentian terakhir di Kampung Tiong Ohang akan melewati 13 dermaga kampung. Di setiap dermaga itulah para petugas Dishub akan disiagakan untuk mengecek manifes penumpang. Tujuannya agar subsidi tepat sasaran dan memudahkan pendataan penumpang jika terjadi situasi gawat darurat. 

“Penumpang reguler tidak boleh naik speedboat POA,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing usai pemberangkatan perdana. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar