Pariwara Mahakam Ulu

Kapolda Kaltim Disambut Hangat Warga Mahulu dan Diberi Nama Dayak

person access_time 3 days ago remove_red_eyeDikunjungi 100 Kali
Kapolda Kaltim Disambut Hangat Warga Mahulu dan Diberi Nama Dayak

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jendral Herry Rudlof Nahak didampingi Bupati dan Wakil Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh dan Yohanes Avun mengikuti prosesi adat Napoq Tenan di Dermaga Ujoh Bilang, Kamis, 25 November 2021. kaltimke

Pria 53 tahun kelahiran Atambua Nusa Tenggara Timur yang kini menjabat Kapolda Kaltim itu diberi nama Dayak ketika berkunjung ke Mahakam Ulu. 

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
26 November 2021

 

kaltimkece.id Alunan musik khas Dayak mulai terdengar di Dermaga Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Kamis, 25 November 2021. Tetabuhan gong itu menandai kedatangan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jendral Herry Rudlof Nahak. Di pelabuhan utama ibu kota kabupaten, sudah menanti Bupati dan Wakil Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh dan Yohanes Avun. Bertegur sapa sebentar, rombongan langsung diarahkan menuju pusat ibu kota. 

Ketiganya berjalan santai di atas karpet merah dengan 13 deretan karangan bunga ucapan selamat datang dari berbagai kalangan. Sampai di ujung jembatan, telah menanti para pemuka adat dari Dewan Adat Dayak Mahulu. Di gapura penanda selamat datang itu, sedang berjalan ritual adat yang disebut Napoq Tenan/Balan. 

Ritual ini merupakan wujud komunikasi dengan para leluhur menyampaikan bahwa ada tamu agung yang baru saja berkunjung ke Mahulu. Ritus ini dimaksudkan membersihkan berbagai hal-hal yang kurang baik agar tertinggal di pelabuhan. Tujuannya agar tamu agung bisa masuk dengan tenang dan damai membaur bersama masyarakat Mahulu. Prosesi adat ini dipimpin oleh perwakilan Dewan Adat Dayak Mahulu, Balan Tingai. 

Dari pelabuhan, rombongan yang diikuti para pejabat tinggi di lingkungan Polda Kaltim ini langsung menuju ke kantor Bappelitbangda Mahulu. Di gedung yang terletak di sebelah kantor bupati itu, rombongan utama Kapolda akan mengikuti ritual adat lainnya. Yakni, Mejuu’ Araan atau memberi nama. 

Di atas tikar, jendral bintang dua ini duduk bersila di depan pemuka adat. Tetua adat perempuan memanjatkan berbagai doa sepanjang ritual yang disaksikan para puluhan pasang mata. Ritual pemberian nama ini agar tamu agung ini memiliki kekuatan menyandang nama baru pemberian. Pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Papua Barat ini mendapat nama Dayak. Tingang. 

Tingang dalam bahasa lokal berarti burung Enggang. Burung paruh panjang ini memiliki tempat khusus dalam adat komunitas Dayak di Kalimantan. “Terima kasih atas pemberian nama itu. Saya tanya artinya berat juga. Saya diharapkan menjadi sosok pemimpin yang bijaksana dalam mengayomi masyarakat,” ujar lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1990 yang juga peraih penghargaan Adhi Makayasa usai mengikuti ritual pemberian nama kepadanya. 

Pria 53 tahun kelahiran Atambua Nusa Tenggara Timur yang sempat mengikuti Pasukan Perdamaian Indonesia di Bosnia pada 1998 ini bersyukur bisa menginjakkan kaki kali pertama di bumi Urip Kerimaan. 

Mengingat sejak ia menjabat Kapolda Kaltim 2020 silam, Herry menilai tidak semua pejabat utama di Polda Kaltim pernah berkunjung ke Mahulu. Hanya sebatas mengetahui informasi dari jajaran personel di daerah. Karena itu, dalam kunjungan kali ini, ia sengaja membawa sejumlah perwira menengah setingkat direktur di Polda Kaltim. Ini dimaksudkan untuk mengetahui beratnya perjalanan riil ke kabupaten yang berbatasan dengan negeri jiran Malaysia ini. 

“Mohon maaf jika kedatangan kami malah merepotkan pak bupati dan tokoh adat,” ujar Herry.

Perwira tinggi yang lama bertugas di Mabes Polri ini juga meminta maaf jika personelnya belum maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat di Mahulu. Meski demikian, jajaran Polri tetap berkomitmen memperbaiki pelayanan setiap saat di masa depan. 

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh berterima kasih atas kebesaran hati Kapolda beserta jajaran melihat langsung kondisi riil di Mahulu. Bupati berharap sinergi Pemkab Mahulu bersama TNI/Polri bisa terus terjalin. 

Selain menitipkan harapan semakin banyak pemuda asal Mahulu diterima menjadi personel Polri, bupati juga berharap pembangunan Polres di Mahulu segera terealisasi. Upaya ini sebagai bagian mendekatkan pelayanan Polri kepada masyarakat dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kabupaten termuda di Bumi Etam ini. 

“Kami berharap dukungan Bapak Kapolda bisa segera membantu pembentukan Polres di Mahulu,” ujar Bupati Bonifasius Belawan Geh. 

Menanggapi hal tersebut, Kapolda menyampaikan, rencana pembangunan Polres di Mahulu telah disetujui Mabes Polri. Saat ini sedang dibuat peta jalan pembangunan secara bertahap. “Kita berharap tidak lama, 2022 – 2023 Polres Mahulu sudah ada. Saya mohon dukungan bupati beserta jajaran agar harapan kita benar-benar tercapai,” tutup Kapolda. 

Acara ramah tamah juga diselingi dengan penyematan berbagai atribut Dayak kepada sejumlah pejabat utama di Polda Kaltim. Setelah mendengar presentasi lokasi pembangunan Mapolres Mahulu, rombongan langsung bergegas meninggalkan Mahulu melewati jalur sungai menggunakan perahu cepat. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar