Pariwara Mahakam Ulu

Merawat Keberagaman di Mahulu, Semua Tetangga Adalah Keluarga

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 266 Kali
Merawat Keberagaman di Mahulu, Semua Tetangga Adalah Keluarga

Pembentukan FKUB Mahulu di Gedung Bappelitbangda, Rabu, 10 Agustus 2022. FOTO-NALENDRO PRIAMBODO/KALTIMKECE.ID

Kunci kerukunan yang diwariskan turun temurun itu masih terus terjaga

Ditulis Oleh: PARIWARA
Kamis, 11 Agustus 2022

kaltimkece.id Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh mengaku sangat gembira dan bangga kepada seluruh masyarakat di Mahulu telah berhasil menciptakan iklim kondusif. Kehidupan antar-umat beragama berjalan harmonis. Toleransi tinggi ini berhasil membawa damai di Bumi Urip Kerimaan. 

“Semenjak berdirinya Kabupaten Mahakam Ulu (8 tahun lalu) sampai detik ini, saya belum melihat konflik dan perpecahan antar-umat beragama di Mahulu,” ujar Bupati Bonifasius melalui sambutan yang dibacakan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Mahulu ketika membuka Pembentukan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mahulu Periode 2022-2027 di Bappelitbangda Mahulu, Rabu, 10 Agustus 2022. 

Bupati menilai, kerukunan yang telah lama terbina merupakan usaha bersama saling menghormati antar umat-beragama. Sikap ini berhasil menutup ruang tumbuhnya rasa saling curiga sekaligus mematikan benih-benih tumbuhnya sikap intoleransi dan egoisme golongan yang membawa kehancuran dan permusuhan antar umat-beragama. 

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi kerja keras tokoh agama, penggerak kerukunan umat beragama termasuk FKUB yang telah merawat toleransi di Mahulu,” ujarnya. 

Ketua FKUB periode 2022-2027 Pastor Ignasius Ding Djenau menyampaikan kunci keharmonisan antar umat beragama di Mahulu berangkat dari kultur yang sudah sejak lama mengakar di masyarakat lokal Mahulu yang mayoritas berasal dari etnis Dayak. 

“Prinsip kami, siapa pun yang menjadi tetangga adalah keluarga. Mayoritas orang Dayak tidak mau ada permusuhan. Sudah damai sejak dulu. Ini yang harus dipelihara,” ungkap pria 59 tahun kelahiran Long Pahangai tersebut. 

Pastor Ding berharap keharmonisan antar-umat beragama itu tidak dirusak oknum tak bertanggungjawab dengan kepentingan tertentu. Oleh karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat termasuk pengurus FKUB sejak dini menghalau tumbuhnya bibit perpecahan agar tak membesar. Tugas menjaga iklim kondusif ini menjadi penting agar proses pembangunan berjalan baik, aman dan lancar. 

“Semua pihak, tokoh masyarakat, paguyuban dan pemuka agama harus memahami pentingnya hidup beragama dan berdampingan secara damai,” ajaknya.

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar