Pariwara Mahakam Ulu

Misi Perbaikan RSP Gerbang Sehat Mahulu, Atap Jebol Air Bersih Susah

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 177 Kali
Misi Perbaikan RSP Gerbang Sehat Mahulu, Atap Jebol Air Bersih Susah

Wabup Mahulu Yohanes Avun ketika meninjau RSP GSM Kamis, 21 April 2022. (kaltimkece.id/Nalendro Priambodo)

Rumah sakit di pusat ibu kota Mahulu ini membutuhkan perbaikan segera.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
25 April 2022

kaltimkece.id Deretan plafon jebol menyambut kedatangan Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun di Rumah Sakit Pratama Gerbang Sehat Mahulu (GSM). Sebagian langit-langit yang semula dicat putih itu berubah coklat kehijauan ditumbuhi lumut dan dan bercak air. Pria yang sempat menjabat Sekretaris Daerah Mahulu ini sempat geleng-geleng melihat lubang besar menganga di sejumlah lelangit instalasi rumah sakit yang terletak di pusat ibu kota kabupaten ini. 

“Kondisi ini perlu diperbaiki segera. Sumber kebocoran dari atap beton perlu segera ditutup atau dilapis cat anti bocor,” kata Wabup ketika meninjau RSP GSM Kamis, 21 April 2022.  

Langit-langit yang kemungkinan berlapis GRC (Glassfiber Reinforced Cement) yang bocor itu terlihat jelas menganga di sejumlah ruang instalasi rumah sakit. Di antaranya, di jalan masuk instalasi poli bedah dan gigi, ruang rawat inap dan di beberapa titik koridor rumah sakit.

Dari langit – langit tinjauan berlanjut ke fasilitas air rumah sakit. Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu drg Agustinus Teguh Santoso mengajak Wabup Avun meninjau sumber air di belakang area rumah sakit. 

Terlihat ada semacam kolam penampungan air dari aliran sungai kecil yang dikelilingi rerumputan setinggi dada orang dewasa. Air di kolam tadah hujan itu berwarna kuning mirip seperti air sungai Mahakam. Air yang biasa digunakan untuk mandi dan cuci itu disedot dan disaring sedikit menuju deretan tandon tampungan air di samping rumah sakit. 

“Kadang airnya berwarna merah. Kami sudah mencoba lima kali membor air tanah, tapi tidak pernah berhasil,” ujar Agustinus Teguh Santoso yang sempat menjabat Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di lokasi. 

Di depan lokasi penampungan air, berjejer rumah-rumah dinas para tenaga medis. Rumah desain kembar itu kondisinya juga kurang terawat. Dikelilingi rumput setinggi orang dewasa, lumut dan tanaman liat di beberapa sudutnya. Di masa pandemi Covid-19 ini, bangunan itu difungsikan sementara sebagai rumah karantina pasien Covid-19. 

“Berdayakan para pegawai jaga kebersihan dan perbanyak pepohonan agar pasien nyaman,” kata Wabup yang juga sempat melihat septic tank di dalam tanah yang sudah jebol. 

Usai meninjau kerusakan di sejumlah instalasi rumah sakit yang hampir berusia empat tahun ini, Wabup menyempatkan berbincang dengan manajemen rumah sakit. Dalam diskusi, wabup menyarankan beberapa langkah yang harus diambil bersama menyelesaikan persoalan ini. 

Wabup meminta manajemen menginventarisasi semua permasalahan kerusakan dan kekurangan di sejumlah instalasi di RSP GSM. Upaya ini penting, mengingat, Pemkab Mahulu berupaya meningkatkan status rumah sakit dari tipe pratama menjadi tipe D umum. 

Avun menyarankan agar manajemen rumah sakit bersama Dinas Kesehatan membuat desain besar pengembangan dan perbaikan rumah sakit secara detail. Upaya ini jelas Avun agar pembangunan dan perbaikan ke depan tidak lagi parsial dan tambal sulam. 

“Buat desainnya sebaik mungkin. Jadi, nanti siapa pun kepala daerahnya tinggal mengikuti desain yang sudah ada,” saran dia.

Tak hanya itu, Avun juga mengusulkan alternatif sementara untuk persoalan pasokan air di rumah sakit GSM. Langkah ini sambil menunggu pasokan air PDAM beberapa tahun ke depan. Pertama, bisa menggunakan air bersih yang dipasok oleh mobil pemadam kebakaran yang dioperasikan Dinas Ketenteraman dan Ketertiban Umum Mahulu ketika waktu senggang. Agar tidak ketergantungan, dia juga menyarankan pengadaan filter air bersih untuk menyaring air bagi keperluan mandi dan cuci. 

Setelah tinjauan ini Avun berkomitmen akan melaporkan hasilnya kepada Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh untuk diambil langkah. Ia berkomitmen akan mencari solusi anggaran agar persoalan ini cepat tertangani sehingga pelayanan rumah sakit tak terganggu. 

“Kita upayakan di tahun 2023. Kita buat dan rumuskan program prioritas,” tutupnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar