Pariwara Mahakam Ulu

Pemkab Mahulu Salurkan Santunan Rp 25 Juta per KK Korban Kebakaran di Ujoh Bilang

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 392 Kali
Pemkab Mahulu Salurkan Santunan Rp 25 Juta per KK Korban Kebakaran di Ujoh Bilang

Penyerahan bantuan oleh Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh. (Humpro Pemkab Mahulu)

Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, berharap bantuan mampu mengurangi beban korban musibah kebakaran.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
01 Juni 2021

kaltimkece.id Pemkab Mahakam Ulu menyalurkan bantuan nyata bagi korban kebakaran di Kampung Ujoh Bilang. Bantuan berupa sembako dan santunan Rp 25 juta per kepala keluarga itu diserahkan langsung Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh.

Bupati berharap bantuan itu mampu mengurangi beban ratusan jiwa yang menjadi korban musibah kebakaran terbesar di Mahulu tahun 2021 ini. “Jumlahnya mungkin tidak cukup, tapi semoga mampu membantu korban,” ujar Bupati saat mengunjungi Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB).

Bupati menilai musibah kebakaran ini mengajarkan banyak hal. Terutama memupuk solidaritas dan rasa kemanusiaan. Dia mengapresiasi semua donatur yang telah ringan tangan memberikan bantuan kepada korban. Baginya, bantuan sekecil apa pun sangat berguna.

“Sesama manusia harus tolong menolong. Karena duka mereka duka kita juga,” ucap Bupati.

Bupati mengajak para dermawan menyalurkan bantuan langsung ke Posko PDB agar tepat sasaran. Posko yang terletak di Kampung Ujoh Bilang itu berdiri beberapa jam setelah kebakaran berhasil ditanggulangi. Beberapa fasilitas disiapkan. Mulai tempat tinggal sementara, pos kesehatan, dan gudang logistik darurat.

Komandan Posko PDB, Letnan Satu Infanteri I Wayan Sudiarsa, menyampaikan agar masyarakat terdampak dapat melaporkan diri ke pos yang ia komandani. Hal ini untuk memudahkan inventarisasi dan penyaluran bantuan.

Dari laporan sementara yang ia peroleh per tanggal 31 Mei 2021, terdapat 12 kepala keluarga dan 134 jiwa korban terdampak kebakaran. Rinciannya, 8 kepala keluarga di RT 1 dan 4 kepala keluarga di RT 2. I Wayan Sudiarsa menyampaikan data sementara itu harus terus disempurnakan. Oleh karenanya, ia terus berkoordinasi dengan para korban, Ketua RT dan Petinggi Kampung Ujoh Bilang.

“Data terakhir sebanyak 134 jiwa dan kemungkinan keseluruhannya bisa lebih,” ungkap Danramil. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar