Pariwara Mahakam Ulu

Sebagai Daerah Otonomi Penuh, Mahulu Mampu Bersaing dengan 415 Kabupaten/Kota

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 1214 Kali
Sebagai Daerah Otonomi Penuh, Mahulu Mampu Bersaing dengan 415 Kabupaten/Kota

Pemkab Mahulu menerima penghargaan dari Mendagri. (istimewa)

Sekretaris Kabupaten Mahulu Dr Stephanus Madang menuturkan jika Pemkab Mahulu konsisten dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Ditulis Oleh: PARIWARA
20 November 2020

kaltimkece.id Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang baru berusia 7 tahun, resmi menjadi Daerah Otonomi Penuh/Mandiri pada 16 Oktober 2018. Dua tahun kemudian, berhasil meraih penghargaan atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) 2018 dengan Status Kinerja Tinggi.

Atas kinerja tersebut, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mahulu Gede Yusa, mengajak seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mahulu mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih.

 “Harapan kita bisa memahami, menyadari bahwa piagam ini adalah hal yang sangat penting. Perlu dipertahankan bahkan harus di tingkatkan,” sebut  Gede Yusa setelah menerima penghargaan LPPD Tahun 2018 di ruang Rapat Gedung H Kementerian Dalam Negeri RI, Senin, 16 November 2020.

Dikatakan Gede Yusa, prestasi yang diraih merupakan penilaian terhadap peningkatan kemampuan pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah. Sehingga menghasilkan kinerja yang tinggi.

“Kalau berkinerja tinggi, berarti tingkat pelayanan juga bagus. Hal ini harus di pahami seluruh pegawai bahwa kinerja yang tinggi berpengaruh juga terhadap penilaian dari pusat. Ini terkait anggaran dan lain sebagainya,” kata Pjs Bupati.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Kabupaten Mahulu Dr Stephanus Madang menuturkan jika Pemkab Mahulu konsisten dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. “Oleh sebab itu, diminta atau tidak pun itu menjadi suatu keharusan dan kewajiban yang kita penuhi,” jelas Madang.

Ditambahkan Madang, penghargaan tersebut merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Mahulu sebagai Daerah Otonomi Baru. Mampu menampilkan kinerja yang diaktualisasikan dalam bentuk LPPD dan mendapat penilaian secara nasional dari Mendagri.

 “Sekalipun kita baru satu tahun menjadi Daerah Otomoni Mandiri, kita sudah mampu bersaing dengan 415 kabupaten/kota. Ini bukan kebetulan. Tapi suatu hal yang menunjukkan paling tidak niat kemauan kita untuk sejajar, setara dengan kabupaten kota yang sudah mandiri, jauh sebelum Mahulu dinyatakan daerah mandiri,” ungkapnya.

Dikatakan Sekkab lebih lanjut, sesuai arahan Mendagri, pemerintah daerah tak hanya mengejar peringkat, tetapi juga mampu meningkatkan skor penilaian. “Kita bukan hanya mengejar peringkat tapi kemampuan kita untuk meningkatkan penilaian dari skor-skor yang ada itu. Sehingga mudah ke depan, hal-hal masih perlu kita benahi itu, bisa lebih kita benahi lagi dan sempurnakan. Kita tingkatkan kinerja kita sehingga prestasi kita yang pada awal laporan ini sudah tinggi, paling tidak mampu kita pertahankan. Atau kita tingkatkan pada masa yang akan datang,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

Ikuti berita-berita berkualitas dari kaltimkece.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar