Pariwara Mahakam Ulu

Sejumlah Instruksi Bupati Mahulu Usai Melantik 27 Petinggi Kampung Terpilih

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 139 Kali
Sejumlah Instruksi Bupati Mahulu Usai Melantik 27 Petinggi Kampung Terpilih

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh malantik 27 petinggi dan 3 Pj Petinggi Kampung di Mahulu, Senin, 13 Desember 2021. Prokopim Mahulu

Para petinggi yang baru saja dilantik diminta segera mengambil langkah strategis.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
16 Desember 2021

kaltimkece.id Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh melantik 27 petinggi kampung dan tiga penjabat (Pj) petinggi atau kepala desa (kades) hasil pemilihan petinggi kampung pada Senin 13 Oktober 2021. Pelantikan berlangsung di Lamin Adat Ujoh Bilang 13 Desember 2021. Agar estafet kepemimpinan pemerintah kampung berjalan mulus, bupati definitif pertama di Bumi Urip Kerimaan ini menginstruksikan lima langkah yang harus ditempuh para petinggi. 

Pertama, menyelesaikan semua Surat Pertanggungjawaban kegiatan di akhir tahun 2021. Kedua, menyiapkan naskah memori serah terima jabatan, lengkap dengan laporan keuangan, silpa beserta sisa pekerjaan yang belum selesai. Ketiga, apabila terjadi sisa tugas, petinggi lama siap memfasilitasi dan memberi pendampingan penuh kepada petinggi baru. Keempat, memberitahukan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memeriksa laporan keuangan kampung pada Maret – April 2022 yang nantinya dilaporkan pada Juni 2022. 

Kepada para petinggi yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya, Bupati Bonifasius juga mengingatkan agar tidak seenaknya merombak personalia pengurus pemerintah kampung. Bupati menegaskan struktur pemerintah kampung bukan kabinet petinggi, tidak bisa dibongkar sewaktu-waktu dan bukan hak prerogatif petinggi. Semua harus didasarkan kebutuhan teknis pemerintah. Perombakan hanya bisa dilakukan setelah 6 bulan menjabat mengikuti prosedur panitia seleksi dan persetujuan camat setempat. “Pergantian personalia struktur kampung bukan semata-mata pertimbangan sesuai selera petinggi,” tegas bupati dalam pidato pelantikan, Senin, 13 Desember 2021

Begitu pula, bupati mengingatkan para petinggi agar tidak ambisius menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung. Harus sesuai kemampuan dan ketersediaan sumber daya di kampung. Bupati menyarankan jangan terlalu banyak kegiatan. Lebih baik sedikit namun fokus. Begitu pula, para petinggi baru dituntut mempercepat kemajuan di kampung sesuai harapan warga. 

Para petinggi diharap bekerja sama dengan Badan Permusyawaratan Kampung sebagai mitra pembangunan. Bupati juga meminta para petinggi yang baru dilantik memetik pelajaran dari petinggi sebelumnya. 

“Demi menghindari kealpaan yang sama di tahun berbeda,” kuncinya.

Selain melantik petinggi definitif, dalam kesempatan itu, buapti juga melantik tiga orang Penjabat (Pj) Petinggi. Ketiga Pj petinggi itu akan bertugas di tiga kampung. Yakni ; Kampung Long Penaneh 3 dikarenakan tidak ada warga yang mencalonkan diri sebagai calon petinggi. Kedua, Pj Petinggi Tiong Ohang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dan ketiga, Pj Petinggi Tri Pariq Makmur yang pada piltikam serentak 13 Oktober 2021 dimenangkan oleh kotak kosong. “Selamat datang dan selamat mengabdi,” ucap bupati. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar