Pariwara Mahakam Ulu

Setelah Kebakaran Besar di Ibu Kota Mahulu, Pemkab Berencana Perbaiki Tata Ruang Kawasan

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 138 Kali
Setelah Kebakaran Besar di Ibu Kota Mahulu, Pemkab Berencana Perbaiki Tata Ruang Kawasan

Kebakaran besar di Ujoh Bilang, 29 Mei 2021. (istimewa)

Ke depan, setiap yang ingin membangun harus mengantongi izin mendirikan bangunan.

Ditulis Oleh: Muhibar Sobary A
02 Juni 2021

kaltimkece.id Wakil Bupati Mahakam Ulu (Wabup Mahulu), Yohanes Avun, mengusulkan penataan ulang sebagian perkampungan di Kampung Ujoh Bilang. Pemikiran itu mengemuka setelah insiden kebakaran hebat melanda pusat ibu kota Mahulu tersebut, Sabtu, 29 Mei 2021.

Saat itu, hanya dalam tiga setengah jam amukan si jago merah membumihanguskan belasan bangunan permukiman penduduk. Perkantoran di pusat ibu kota Mahulu tersebut juga tak luput dari sasaran.

Peristiwa itu menjadi kebakaran permukiman terbesar di Mahulu pada 2021. Dari data yang dihimpun Posko Penanggulangan Bencana, sedikitnya 134 jiwa berhimpun dalam 12 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan kantor akibat kebakaran itu. Hingga kini, pihak berwajib terus menginvestigasi penyebab kebakaran tersebut.

Titik kebakaran terjadi di RT 01 dan 02 Kampung Ujoh Bilang tergolong permukiman padat. Jarak antara rumah penduduk yang mayoritas terbuat dari dinding kayu rata-rata kurang 1 meter. Perkampungan yang bersebelahan Sungai Mahakam itu berdiri berderet memanjang dan berhadapan, mengapit jalan kabupaten yang hanya bisa dilalui dua kendaraan roda empat. Kondisi itu berpotensi besar mempercepat api menyebar ke permukiman sekitar.

Penataan permukiman, lanjut Avun, juga harus dibarengi penertiban alokasi tata ruang yang semakin jelas. Ke depan, ia meminta setiap orang yang ingin membangun atau memiliki rumah harus mengantongi izin mendirikan bangunan. Begitu pula toko di dekat permukiman yang berjualan bahan bakar minyak mudah terbakar yang harus dibina.

“Kami harapkan dari semua rumah ditata kembali. Supaya yang jualan, juga BBM, harus kita tertibkan,” ujar Yohanes Avun kepada kaltimkece.id, Senin, 31 Mei 2021, di Samarinda.

Sejauh ini, Pemkab Mahulu telah mengucurkan berbagai bantuan dan santunan sebanyak Rp 25 juta per kepala keluarga. Bantuan itu diharapkan mengurangi beban warga yang hendak membangun kembali rumahnya.

“Nanti, yang penting dalam pembangunannya ditata kembali. Tidak mungkin lagi berdempet dan mepet jalan lagi,” sarannya. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar