Pariwara Mahakam Ulu

Strategi Pancing Investasi Jaringan Internet Mahulu, Kail PAD Ratusan Juta dari Sewa Menara

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 55 Kali
Strategi Pancing Investasi Jaringan Internet Mahulu, Kail PAD Ratusan Juta dari Sewa Menara

Racikan strategi membangun jaringan telekomunikasi di Mahulu perlahan membuahkan hasil nyata. kaltimkece.id (Robitoh Johan Palupi)

Racikan strategi membangun jaringan telekomunikasi di Mahulu perlahan membuahkan hasil nyata. 

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
14 September 2021

kaltimkece.id Kehadiran menara pemancar sinyal telekomunikasi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memberi berbagai dampak positif. Menghubungkan dan mempermudah komunikasi yang mempercepat tumbuhnya beragam usaha baru. Tak sampai di situ, tiang pemancar sinyal ini berpotensi menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkab Mahulu. 

Pun demikian, menyelaraskan tugas menghadirkan pelayanan telekomunikasi sekaligus menghasilkan PAD itu tidak mudah. Butuh strategi jitu merangsang investor penyedia jasa telekomunikasi agar menghadirkan layanan internet kepada masyarakat luas.

Mengingat, kabupaten termuda di Kaltim yang berbatasan dengan Negeri Jiran Malaysia ini memiliki wilayah luas dan jumlah penduduk yang sedikit. 

Secara geografis, Badan Pusat Statistik Mahulu mencatat kabupaten seluas 18.390 kilometer persegi ini memiliki tingkat kepadatan penduduk yang rendah. Pada 2019, angkanya hanya 1,49 penduduk per kilometer persegi. Artinya rata-rata hanya 1 sampai 2 orang yang menempati per satuan kilometer.

Dalam dunia bisnis, penyedia jasa telekomunikasi melihat kerapatan penduduk yang jarang seperti ini kurang menguntungkan. Masalahnya, perlu miliaran rupiah untuk membuka menara pemancar dengan akses sinyal 4G. Belum lagi ongkos perawatan. Beberapa perusahaan bahkan punya hitungan minimal yakni 5 ribu penduduk per satu menara pemancar 4G.

Pemkab Mahakam Ulu tidak berpangku tangan dengan kenyataan itu. Jaringan internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Pemerintah daerah akhirnya menyediakan berbagai stimulus untuk merangsang investasi jaringan. Skema hibah lahan dari warga dijalankan untuk mempermudah dan memangkas biaya pembelian tanah pendirian menara. Baik yang dimiliki pemkab maupun pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Dari sisi perizinan, pemerintah setempat mempermudah pemasangan pemancar sinyal dengan menggelontorkan berbagai paket subsidi. Sebagai contoh adalah gratis sewa penggunaan menara selama tiga tahun. Sewa menara berikut penggunaan bahan bakar minyak pembangkit daya juga digratiskan. Program ini dimulai sejak 2017 dan berjalan lima tahun.

“Kalau semakin menjanjikan subsidi kita lepas. Dari empat menara yang Pemkab Mahulu sewakan, tiga unit sudah habis masa subsidi dan menjadi sumber PAD,” ujar Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh melalui Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Telematika Diskominfostandi Mahulu, Evodius Awang, kepada kaltimkece.id, Senin, 13 September 2021.

Empat menara telekomunikasi milik Pemkab Mahulu itu tersebar di berbagai kampung. Di antaranya ; Kampung Sirau, Long Bagun, Long Melaham dan Ujoh Bilang persisnya di Simpang Tikah. 

Dari empat menara tersebut, tiga unit menara berpotensi besar menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi kas Pemkab Mahulu. Yakni, menara di Kampung Sirau, Long Bagun dan Long Melaham. 

Ketiga menara tersebut kini disewa oleh oleh salah satu perusahaan raksasa penyedia jasa telekomunikasi. Persisnya lewat perjanjian kerja sama (PKS) bersama Pemkab Mahulu. Konsepnya, operator jasa layanan telekomunikasi selaku pemilik pemancar sinyal menyewa menara milik Pemkab Mahulu selama lima tahun hingga 2024. 

“Potensi PAD dari penyewaan tiga menara telekomunikasi itu totalnya sekitar Rp 200 juta,” ungkapnya. 

Besarnya kecilnya potensi PAD dari penyewaan menara pemancar ini bergantung dari jumlah penduduk yang menggunakan layanan telekomunikasi di wilayah tersebut. 

Evo menggarisbawahi, meskipun telah menghasilkan PAD, penyewaan menara telekomunikasi milik Pemkab bukan untuk kepentingan mencari keuntungan. Sebab, tugas paling utama, adalah memastikan sinyal internet hadir di 50 kampung di Mahulu.

"Jadi, pemerintah hadir membantu masyarakat. Kita beri fasilitas dan subsidi untuk memudahkan investor masuk," tutupnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar