Pariwara Mahakam Ulu

Tanda-Tanda Mahulu Kembali ke Zona Hijau pada April 2021 Kian Terang

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 236 Kali
Tanda-Tanda Mahulu Kembali ke Zona Hijau pada April 2021 Kian Terang

Aktivitas tes cepat Covid-19 di Mahakam Ulu. (istimewa)

Mahulu sementara daerah dengan jumlah kasus positif dan meninggal dunia terkecil di Kaltim.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
18 Februari 2021

 

kaltimkece.id Pandemi Covid-19 di Mahakam Ulu (Mahulu) kian tertangani. Bahkan hanya dalam tempo tiga hari, kabupaten termuda di Kaltim tersebut berhasil berganti dari zona merah ke zona kuning.

Kabupaten berjuluk Urip Kerimaan tersebut juga menjadi daerah dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif dan meninggal terkecil di Bumi Etam.

Kondisi itu terpotret dalam statistik harian yang dikeluarkan Satuan Tugas Covid-19 Kaltim tiga hari terakhir. Mahulu terakhir kali bertengger dengan 10 kabupaten dan kota lain di Kaltim di zona merah pada Selasa, 16 Februari 2021. Dari total 293 pasien terakumulasi positif Covid-19, sudah 235 orang dinyatakan sembuh dan 4 lainnya meninggal. Artinya, masih terdapat 54 orang dalam perawatan. Zona merah jika pasien positif di suatu daerah adalah dengan kasus aktif lebih 50 orang.

Keesokan harinya, Rabu, 17 Februari 2021, tidak ditemukan penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dari sisi lain jumlah pasien sembuh, bertambah 16 orang dari hari sebelumnya menjadi 251 orang. Menyisakan 38 pasien positif yang dirawat sudah cukup menghantarkan Mahulu turun status zona oranye. Penetapan zona oranye apabila di suatu daerah memiliki pasien positif dirawat antara 26-50 orang.

Kamis, 18 Februari 2021, terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 orang menjadi 300 orang. Meski demikian, jumlah pasien sembuh bertambah 22 orang menjadi 273 orang. Dengan menyisakan 23 pasien positif dirawat, Mahulu ditetapkan satu-satunya daerah zona kuning di Kaltim.

Sebagai perbandingan, kabupaten dan kota yang terhubung dengan Mahulu—lewat jalur transportasi darat dan sungai seperti Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Samarinda masih berkutat di zona merah. Kubar tercatat tetap berada di zona merah selama 4 bulan. Sementara Samarinda dan Kukar masih berkutat di zona merah selama 8 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mahulu, drg Agustinus Teguh Santoso, menilai raihan tersebut menjadi bukti kebijakan penanganan Covid-19 yang mereka terapkan berjalan di rel yang tepat dan sesuai target.

Kebijakan Mahulu menangani Covid-19 di daerahnya bisa dilihat lewat Instruksi Bupati Mahulu No 1 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Pengaturan Akses Keluar Masuk Wilayah Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Mahakam Ulu.

Beleid yang ditetapkan 29 Januari 2021 itu mengatur berbagai detail tata cara pencegahan pengendalian Covid-19. Mulai dari kebijakan buka tutup kawasan, kewajiban swab metode polymerase chain reaction (PCR) dan antigen bagi setiap pelaku perjalanan, karantina terpusat hingga pembatasan skala mikro.

"Kunci suksesnya yaitu, temuan kasus yang cepat dan akurat, pengobatan dan perawatan yang terpusat, cepat dan tepat, disiplin dan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan serta kepatuhan masyarakat untuk tidak bepergian dulu dan mengikuti ketentuan keluar masuk wilayah Mahulu secara benar," jelas Teguh kepada kaltimkece.id, Kamis, 18 Februari 2021.

Pria berkacamata tersebut optimistis dengan dukungan berbagai pihak, terutama kesadaran masyarakat mematuhi aturan, target mengembalikan Mahulu ke zona hijau bebas Covid-19 pada April 2021 bakal terealisasi. (*)

 

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar