Pariwara Mahakam Ulu

Tertatih Pemkab Mahulu Kirim Bantuan Korban Banjir di Long Lunuk

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 344 Kali
Tertatih Pemkab Mahulu Kirim Bantuan Korban Banjir di Long Lunuk

Suasana banjir di Mahakam Ulu. FOTO: NALENDRO PRIAMBODO

Bukan perkara mudah menangani banjir di kabupaten paling pelosok di Kaltim ini. Jalur teramat sulit dilalui.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
Jum'at, 16 September 2022

kaltimkece.id Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mendistribusikan 500 paket bantuan untuk korban banjir besar di Kampung Long Lunuk dan sekitarnya. Banjir yang berlangsung pada 9-10 September 2022 ini sempat membuat 503 jiwa mengungsi. Paling banyak berasal dari Kampung Long Lunuk sebanyak 308 jiwa. Di beberapa titik banjir sempat merendam setengah dinding bangunan.

Rencananya, bantuan yang diberikan berupa sembako serta keperluan bayi dan wanita. “Selasa depan, bantuan kami distribusikan. Semoga tidak ada halangan,” ujar Kepala BPBD Mahulu, Agus Darmawan, Jumat, 16 September 2022, di kantornya.

Agus mengatakan, pengiriman bantuan dan penanggulangan pascabencana menemui beberapa hambatan. Pertama soal kondisi medan. Jalan darat dari ibu kota Mahulu ke Long Pahangai dilaporkan rusak parah. Sejumlah titik bahkan terendam air akibat luapan sungai. Jika menggunakan jalur air, arus di hulu Sungai Mahakam terlampau deras. Belasan jeram berubah menjadi ganas dan sulit dilalui.

“Begitu mendapat informasi banjir, personel BPBD Mahulu tidak bisa berangkat karena jalur sungai dan darat tidak bisa dilalui dan berbahaya,” beber Agus. “Kalau kita memaksakan berangkat, sama saja bunuh diri.”

Sembari menunggu air surut, BPBD Mahulu tengah menghimpun data korban terdampak banjir. Data ini untuk memudahkan penyaluran paket bantuan. Pengumpulan bahan-bahan bantuan pun menemui hambatan. Masalahnya, kata Agus, sejumlah penyedia sembako di Mahulu juga kekurangan stok. Meski demikian, BPBD Mahulu tak menyerah. Mereka mencari stok ke Samarinda dan kini sedang dikirim ke Mahulu.

Atas beragam kendala itu, Agus mewakili BPBD Mahulu memohon maaf kepada warga terdampak. Ia mengimbau warga tetap semangat dan bersabar dalam menghadapi musibah ini. “Personel kami akan maksimal menangani pascabencana,” janjinya.

Pada 10 September 2022, BPBD Mahulu juga menggalang dukungan ke BPBD Kaltim. Minggu lalu, sebanyak 35 paket bantuan dijemput di Kutai Barat melalui jalan darat. Bantuan ini akan diserahkan bersamaan dengan bantuan dari Pemkab Mahulu.

Menurut catatan BPBD Mahulu, 502 rumah dari 13 kampung di Kecamatan Long Pahangai terendam banjir. Sebanyak 503 jiwa dilaporkan mengungsi, 308 jiwa di antaranya berasal dari Kampung Long Lunuk. Tinggi permukaan air sempat hampir menyentuh atap bangunan. “Ketika banjir, mayoritas warga di Long Lunuk berada di ladang,” kata Agus.

Infografik penanganan banjir di Mahulu.
DESAIN GRAFIS: MUHAMMAD IMTIAN NAUVAL-KALTIMKECE.ID

 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu sedang menginventarisasi sarana dan prasaran sekolah yang terdampak banjir. Berdasarkan informasi yang dihimpun kaltimkece.id, tiga sekolah di Kampung Long Lunuk terdampak banjir. Beberapa sarana dan prasarana yang rusak meliputi buku pelajaran hingga peralatan elektronik penunjang belajar mengajar. Tidak menutup kemungkinan, masih ada sekolah di kampung lain juga terdampak.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Menengah, Disdikbud Mahulu, Bungai, menyampaikan, inventarisasi ini untuk menghitung tingkat kerusakan untuk kemudian diperbaiki. “Nanti kami pilah, mana yang bisa diusulkan pengadaan di BTT, DAK, dan Bankeu tahun depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengabarkan, sejumlah sekolah terdampak banjir kini tengah berberes. Banjir akibat curah hujan yang tinggi ini sempat membuat ujian penilaian tengah semester tertunda selama beberapa hari. “Kami akan melanjutkan penilaian tengah semester minggu depan,” tutupnya. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar