Pariwara Mahakam Ulu

Wabup Mahulu Minta Masyarakat Pro Aktif Berantas Narkoba

person access_time 7 months ago remove_red_eyeDikunjungi 427 Kali
Wabup Mahulu Minta Masyarakat Pro Aktif Berantas Narkoba

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Yohanes Avun

Peran aktif warga dan aparat penegak hukum diharapkan memperkuat pemberantasan narkoba di Mahulu. 

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
28 September 2021

kaltimkece.id Wakil Bupati Mahakam Ulu, Yohanes Avun mengapresiasi kepolisian yang berhasil mengamankan para pelaku penyalahgunaan narkoba di Mahulu. Beberapa hari lalu, hanya dalam tempo 1 x 24 jam, aparat penegak hukum berhasil mengamankan empat pelaku di Kampung Ujoh Bilang. Ia juga mengapresiasi bantuan dari masyarakat dalam upaya pemberantasan peredaran barang haram tersebut. 

“Ini berkat pro aktif warga melaporkan, kalau tidak aktif, aparat penegak hukum akan kesulitan kerja sendiri,” ujar Avun, Senin, 27 September 2021. 

Wabup menyampaikan penyalahgunaan narkoba di Mahulu berpotensi besar menyasar beragam kalangan. Mulai dari masyarakat biasa sampai abdi negara. Pria yang sempat menjabat Sekretaris Kabupaten Mahulu ini menegaskan, sanksi tegas menanti bagi mereka yang terbukti menyalahgunakan narkoba. 

“Bagi tenaga non PNS otomatis berhenti. Kalau PNS bisa penurunan pangkat, hilang jabatan dan kalau berat bisa dipecat. Kita harus tegas,” tegasnya. 

Avun yang juga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Mahulu ini menegaskan, upaya pemberantasan peredaran narkoba di Mahulu tidak hanya bisa dilakukan aparat penegak hukum semata. Karenanya, ia meminta dukungan masyarakat memberikan informasi dugaan penyalahgunaan di sekitarnya. Upaya ini penting untuk memutus mata rantai peredaran barang terlarang tersebut. 

“Segera laporkan ke polisi. Polisi pasti simpan kerahasiaan. Semakin banyak yang ditangkap, yang belum tertangkap pasti akan berpikir ulang,” sarannya. 

Upaya ini dia nilai penting. Sebab, dampak negatif yang ditimbulkan narkoba sangat merusak. Mulai dari ketergantungan, ekonomi, kesehatan sampai ancaman nyawa. 

“Bagi yang sudah terlanjur konsumsi supaya segera berhenti dan mengedar. Karena bahayanya merusak diri sendiri dan orang lain. Ada banyak usaha lain yang bisa dikerjakan,” ucapnya. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar