Pariwara Pemkab Berau

Dinas Perikanan Berau Berikan Bantuan untuk Nelayan di Kampung Tumbit Dayak

person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 137 Kali
Dinas Perikanan Berau Berikan Bantuan untuk Nelayan di Kampung Tumbit Dayak

Bantuan perahu ketinting bagi nelayan di Kampung Tumbit Dayak. (foto: istimewa)

Ditulis Oleh: PARIWARA
30 September 2021

kaltimkece.id – Dinas Perikanan Berau terus berupaya membantu nelayan meningkatkan kesejahteraan hidup. Sebanyak 10 nelayan di Kampung Tumbit Dayak, Sambaliung mendapatkan bantuan perahu ketinting beserta alat tangkap.

Dikatakan Kepala Dinas Perikanan Berau Tenteram Rahayu, bantuan tersebut diserahkan Dinas Perikanan Berau sebagai bentuk realisasi atas program kerja Bupati dan Wakil Bupati. Khususnya dalam agenda pemberian bantuan stimulan meliputi Sarana Produksi Peternakan (Sapronak), Sarana Produksi (Saprodi) dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

“Tahap awal memang baru 10 nelayan sungai, tapi kita tidak akan berhenti di sini,” ujarnya, Selasa 28 September 2021.

Dikatakan Tenteram, Pemerintah Kabupaten Berau akan terus berupaya menyejahterakan masyarakat. Termasuk yang selama ini berprofesi sebagai nelayan tangkap, baik nelayan sungai maupun laut. Satu di antaranya adalah melalui pemberian bantuan kapal dan perlengkapan alat tangkap ikan. Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat nelayan hidup layak dan bisa meningkatkan perekonomian dari hasil laut dan budidaya perikanan lainnya.

“Kami berharap kelompok nelayan yang menerima bantuan ini dapat memanfaatkan dan menjaganya dengan penuh tanggung jawab,” imbaunya.

“Apa yang diberikan Pemerintah merupakan bentuk kepedulian dan perhatian yang besar kepada masyarakat nelayan, agar dapat hidup sejahtera dan terbebas dari kemiskinan,” tambahnya.

Dengan diterimanya bantuan ini, diharapkan dapat menambah semangat dan motivasi nelayan untuk bekerja. Tenteram juga berpesan kepada para nelayan agar selalu menggunakan alat tangkap ramah lingkungan saat mencari ikan. Dia berpesan untuk tidak merusak biota yang ada dengan menangkap ikan menggunakan alat tangkap ilegal. Pada jangka waktu yang lama, kerusakan biota akan menyebabkan penurunan hasil tangkapan ikan. “Bagi nelayan yang belum mendapatkan bantuan, ke depan akan diupayakan lebih banyak lagi penerima manfaat dari program ini,” tutupnya. (*)

Editor: RJ Palupi

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar