Pariwara Pemkab Berau

Disnakertrans Berau Ingin Peran Swasta Beri Pelatihan Lebih Ditingkatkan

person access_time 2 months ago remove_red_eyeDikunjungi 155 Kali
Disnakertrans Berau Ingin Peran Swasta Beri Pelatihan Lebih Ditingkatkan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berau, Junaidi. (foto: istimewa)

Ditulis Oleh: PARIWARA
01 Oktober 2021

kaltimkece.id – Sinergi pemerintah dengan swasta terus berlangsung di Berau. Peningkatan kualitas dan kapasitas keahlian jadi fokus yang saat ini ingin ditingkatkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau.

Secara berkala program pemerintah daerah telah berjalan. Yakni dengan menggelar pelatihan-pelatihan kepada warga untuk memberikan kemampuan lain sebagai bekal berwirausaha maupun melamar pekerjaan. Seperti pelatihan operator komputer, kursus menjahit, pelatihan di bidang otomotif, juga perbaikan AC.

“Kalau pemerintah sudah berjalan selama ini, tapi memang anggaran kami terbatas. jadi kadang pelatihan yang kami buat kuotanya juga terbatas antara 20-30 orang,” ujar Kepala Disnakertrans Berau Junaidi, Rabu 29 September 2021.

Terbatasnya anggaran yang dimiliki Disnakertrans ternyata tidak sebanding tingginya permintaan warga untuk diberi pelatihan. Inilah yang membuat Disnakertrans berharap keterlibatan swasta.

Dikatakan Junaidi, selama ini pihak swasta di Berau cukup sering memberikan pelatihan. Tetapi hanya terfokus pada satu bidang saja, yakni operator dan sejenisnya. Ia berharap ada sektor lain yang bisa ditingkatkan. Salah satunya keterampilan menjahit maupun bidang lainnya.

“Kalau laki-laki di sekitar tambang mungkin banyak yang sudah kerja di tambang. Tapi ibu-ibu juga perlu diberikan keterampilan misalnya pelatihan menjahit. Ini juga bisa jadi persiapan untuk pasca tambang,” bebernya.

Bukan hanya ibu-ibu, bisa saja para generasi muda yang baru menyelesaikan sekolah dan belum terakomodir di dunia pertambangan. Keterampilan servis AC juga bisa diberikan.

Dengan sinergi pemerintah dan swasta, tentu akan banyak manfaatnya. Satu di antaranya akan mengubah pola pikir masyarakat untuk bisa berwirausaha. Terutama bagi masyarakat yang tidak bisa masuk pada industri pertambangan atau perkebunan.  Apalagi, kalau pihak penyelenggara pelatihan bisa memberikan bantuan peralatan setelah proses pelatihan rampung.

“Misal pelatihan menjahit setelah selesai peserta dapat mesin jahit, atau pelatihan perbaikan AC setelah selesai dapat peralatan. Pasti akan banyak yang tertarik,” ucapnya.(*)

Editor: RJ Palupi

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar