Pariwara Pemkab Berau

Progres Pembangunan RSUD di Berau, Amdal Disusun, DED Hampir Rampung

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 192 Kali
Progres Pembangunan RSUD di Berau, Amdal Disusun, DED Hampir Rampung

Suasana lahan di Kelurahan Sungai Bedungun yang akan menjadi tempat berdirinya RSUD baru.

Proyek ini diperkirakan memakan biaya Rp 288 miliar. Pelelangan proyek ditarget bulan depan.

Ditulis Oleh: PARIWARA
Kamis, 24 November 2022

kaltimkece.id Pemerintah kabupaten terus mematangkan rencana pembangunan rumah sakit umum daerah di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sungai Bedungun, Tanjung Redeb, Berau. Senin pagi, 15 November 2022, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Berau mengadakan konsultasi publik. Konsultasi ini merupakan bagian dari pembentukan analisis mengenai dampak lingkungan alias amdal dari pembangunan RSUD itu.

Kepala Bidang Pengembangan Pemukiman, Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi, DPUPR Berau, Jimmy Arwi Siregar, memberikan penjelasan mengenai amdal. Amdal adalah kajian menentukan dampak dari suatu usaha atau kegiatan seperti pembangunan terhadap lingkungan hidup. Kajian ini penting dilakukan untuk menentukan kelanjutan pembangunan.

Amdal memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya dapat meminimalisasi dampak negatif dari suatu pembangunan. Dengan begitu, keberlangsungan hidup ekosistem alam dapat terjaga.

Jimmy mengatakan, apabila pengerjaan amdal pembangunan RSUD di Sungai Bedungun telah rampung, langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Berau untuk membahas proses tender atau pelelangan proyek tersebut. Baru setelah itu dilakukan tender.

“Ini cukup memakan waktu. Kami upayakan proses tender dilakukan secepatnya. Target kami, pada Desember (2022) sudah ada hasil tender di UKPBJ,” sebutnya.

Selain membentuk amdal, Dinas Pekerjaan Umum juga sedang menyusun detail gambar kerja atau detail engineering design (DED) RSUD Sungai Bedungun. Jimmy membeberkan, pengerjaan DED tersebut sudah hampir rampung. Proyek RSUD ini diperkirakan memakan biaya Rp 288 miliar. “Pembangunan fisik rumah sakit ini menggunakan skema tahun jamak atau multiyears,” bebernya.

Pembangunan rumah sakit baru ini merupakan salah satu dari 18 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas-Gamalis. Rumah sakit ini amat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Bumi Batiwakkal. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar