kaltimkece.id Teka-teki siapa yang dipilih terpilih menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Berau akhirnya terjawab. Muhammad Said menjadi nama yang akhirnya dilantik menjadi Sekda, setelah melewati upacara sumpah jabatan yang dipimpin Bupati Berau Sri Juniarsih, Jumat 27 Oktober 2023.
Bertempat di Balai Mufakat, Komplek Rumah Jabatan Bupati Berau, Tanjung Redeb, pria yang sebelumnya berpredikat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Dispenda) Berau itu, menerima amanah. M Said diakui Sri Juniarsih mendapat nilai tertinggi, mengungguli dua kandidat lainnya, Kepala Dinas Pegubungan Berau, Andi Marewangeng dan Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah.
Usai pelantikan, Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, pelantikan itu untuk mengisi jabatan Sekda yang selama ini kosong dan hanya diisi oleh Penjabat (Pj). Tak lupa, Sri Juniarsih juga mengucapkan selamat kepada Muhammar Said atas jabatan barunya.
"Saya ucapkan selamat. Bekerjalah dengan hati, dan loyalitas untuk membangun Berau," katanya.
Bupati Berau memastikan, dalam seleksi dan perjalanan hingga Muhammad Said sebagai Sekda Berau, sudah tepat. Apalagi, penetapannya juga mengacu pada nilai tertinggi, hasil penilaian dari tim seleksi.
"Jadi penunjukan ini, murni berdasarkan nilai tertinggi. Meskipun, Muhammad Said memiliki usia yang lebih muda dari calon lainnya, tapi saya percaya dengan kemampuan yang dimiliki, bisa mengemban tugas dengan baik," katanya.
Sri Juniarsih menjelaskan, penunjukan Sekda tersebut tidak melibatkan hak prerogatif kepala daerah. "Kalau melihat calon berdasarkan usia dan pengalaman di birokrasi, tentu saya harus menggunakan hak prerogatif saya sebagi bupati," katanya.
Setelah ditetapkan sebagai Sekda, Bupati berharap kepada Muhammad Said, untuk segera melakukan penyesuaian dan adaptasi sebagai "komandan" ASN di Berau. Sebab, kata dia, sebagai kepala daerah, dirinya tidak bisa bekerja sendiri. Keberadaan Sekda yang mumpuni dan bisa diandalkan, bakal menjadi salah satu kunci merealisasikan 18 program kerja yang disusun.
"Saya membutuhkan sekda, asisten, dan kepala dinas yang berloyalitas tinggi agar 18 program kerja saya dapat berjalan lancar," jelasnya.
Sri Juniarsih menyadari, masa kepemimpinannya hanya berkisar satu tahun lagi, dan perlu ada akselerasi dalam merealisasikan program. Beban inilah yang sebagian akan menjadi tanggung jawab Muhammad Said untuk bisa direalisasikan.
"Saya ingin, semua program saya bisa tuntas sebelum masa jabatan habis. Dan utang-utang kepada masyarkat tidak ada lagi ketika saya tidak menjabat sebagai Bupati Berau lagi," ujarnya.
Disinggung terkait nuansa politik yang sempat menjadi gunjingan selama proses seleksi, Sri Juniarsih dengan tegas membantahnya. Bupati perempuan pertama di Berau itu menggaransi bahwa semua proses seleksi berjalan sesuai ketetapan yang disepakati, dan hasil penilaian murni berdasarkan hasil Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Berau.
"Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada poltis di dalamnya," pungkasnya.(adv/pemkabberau)