Pariwara Pemkab Berau

Usaha Pemkab Berau Memasukan Produk UMKM Lokal ke Retail

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 211 Kali
Usaha Pemkab Berau Memasukan Produk UMKM Lokal ke Retail

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

Memasarkan produk lokal di retail diyakini cara ampuh memperbaiki ekonomi masyarakat. Sayangnya, memasukkannya tidak gampang.

Ditulis Oleh: PARIWARA
Jum'at, 23 September 2022

kaltimkece.id Pandemi Covid-19 sempat menghancurkan perekonomian masyarakat. Pasalnya, mereka kesulitan mencari pemasukan karena aktivitasnya dibatasi. Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah penularan corona.

Mendongkrak pemasaran produk-produk buatan usaha mikro, kecil, dan menengah alias UMKM diyakini cara tepat untuk memulihkan perekonomian masyarakat. “Kalau ekonomi sudah membaik, semua roda kehidupan akan berjalan baik juga,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, kepada awak media, Senin, 21 September 2022.

Oleh sebab itu, Bupati Sri Juniarsih menyerukan kepada semua pelaku retail modern, baik lokal maupun nasional, untuk membantu memasarkan produk-produk UMKM di Berau. Ia juga meminta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan memfasilitasi produk UMKM masuk retail.

“Ini menjadi usaha kita untuk merealisasikan produk lokal masuk retail agar ekonomi masyarakat meningkatkan,” jelasnya.

Produk UMKM di Berau masuk retail, sambung dia, memang sudah namun jumlahnya sangat sedikit. Agar jumlahnya bisa meningkat, ia juga mendorong para pelaku UMKM membenahi kualitas produk, kemasan, hingga labelnya, termasuk mengurus perizinan produk masuk retail.

“Biar rasanya biasa saja tapi kalau dikemas dengan bagus akan membuat orang mau mencoba membelinya, karena tampilannya unik,” ujar Sri Juniarsih. Ia pun mendorong agar pihak ketiga meningkatkan pelatihan dan pendampingan pelaku UMKM. “Supaya mereka benar-benar bisa mendalami profesinya dengan baik dan lebih profesional dalam mengolah bahan produk menjadi kuliner khas Berau,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Diskoperindag Berau, Salim, menyebutkan, saat ini baru ini lima produk UMKM Berau yang sudah dijual di retail lokal. Belum ada produk lokal yang masuk retail nasional karena ketentuannya diakui rumit.

“Ketentuannya itu seperti perizinan dan kehalalan. Masa kadaluarsanya juga harus jelas tertulis di kemasan,” beber Salim.

Kemasan produk, tambah dia, juga harus bagus dan sesuai standar. Kemampuan produksi juga menjadi ketentuan. Ini yang paling sering menjadi kendala. Pelaku UMKM disebut kerap tidak bisa menyediakan produk tambahan ketika produknya habis di retail. “Jadi, harus ada komitmen dari pelaku UMKM untuk rutin memproduksi,” ujar Salim. Ia berjanji, Diskoperindag Berau tidak berhenti membantu dan mendampingi UMKM untuk memperbaiki kualitas, mutu, hingga kemasan produknya. (*)

shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar