Pariwara

Asupan Vitamin K untuk Hari Kampanye Terakhir

person access_time 6 days ago remove_red_eyeDikunjungi 3049 Kali
Asupan Vitamin K untuk Hari Kampanye Terakhir

Foto: Dokumentasi Hetifah

Hari terakhir kampanye diimplementasikan berbeda-beda oleh para calon legislatof periode mendatang. Hetifah memilih caranya sendiri.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
13 April 2019

kaltimkece.id Hari terakhir kampanye Pemilu 2019 jatuh Sabtu, 13 April 2019. Calon legislatif (caleg) beserta tim sukses umumnya jor-joran berkampanye. Namun, hal berbeda dilakukan caleg DPR RI dapil Kaltim dari Partai Golkar nomor urut 1, Hetifah Sjaifudian. Dia justru memanfaatkan untuk family time. Menghabiskan waktu bersama keluarga di Bandung, Jawa Barat. Menjauh dari hiruk-pikuk dunia politik.

Hetifah sampai di Kota Kembang pada Jumat malam, 12 April 2019, pukul 19.00 WIB. Menumpang pesawat maskapai Lion Air dari Balikpapan. Di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Siswanda Harso Sumarto yang tak lain suaminya sudah menunggu. Keduanya langsung menuju kediaman mereka di Jalan Ciwaregu, sebuah daerah dengan waktu tempuh hanya lima menit dari Gedung Sate.

Ada beberapa alasan perempuan yang kini menjabat wakil ketua komisi X DPR RI itu ke Kota Kembang. Benang merah alasan Hetifah ke Bandung adalah family time. “Pertama, menghadiri konser anak bungsu saya, perpisahan dengan siswa pertukaran pelajar yang tiga bulan terakhir tinggal di rumah saya,” jelasnya.

Anak bungsu Hetifah, Nahla Tetrimulya, dua tahun terkahir bergabung  dengan ITB Student Orchestra atau ISO, grup orkestra yang dibentuk mahasiswa Institut Teknik Bandung. Nahla memainkan alat music biola. Setiap tahun, ISO melaksanakan konser tahunan. “Dan untuk persiapan, latihan dilakukan selama tujuh bulan dengan jadwal latihan enam hari per pekan,” terangnya.

Konser ISO tahun ini dilaksanakan 13 April 2019, bertepatan hari terakhir kampanye. Beberapa pekan sebelum konser, Nahla mengirim pesan ke grup chatting keluarga. Isinya, mahasiswi semester IV Fakultas Teknik Sipil ITB itu berharap keluarganya menonton konser tahunan ISO tersebut. “Ya dia kan sudah latihan tujuh bulan terakhir, jadi kalo keluarga dia enggak ada, kan kasihan,” ujar Hetifah.

Sedangkan anak asuh dari program pertukaran pelajar, pada malam yang sama Eloise, siswi dari Prancis, mesti pindah ke host family untuk ketiga kali. Selama di Bandung, Eloise bersekolah di SMK Pariwisata Telkom. “Biasanya program pertukaran pelajar berjalan setahun. Dalam kurun waktu itu, si pelajar berpindah-pindah host family untuk mendapat pengalaman di keluarga berbeda,” tuturnya.

Sebelum Eloise, Heti pernah menjadi host family untuk pelajar asal Kanada. Perbedaan keduanya ada di sisi bahasa. “Kalau yang sebelumnya kan bahasa Inggris-nya lumayan fasih. Sementara Eloise baru belajar bahasa Inggris,” ujarnya.

Tempat untuk Kembali

Bagi sebagian caleg, hari terakhir kampanye adalah momentum terbaik dalam seluruh masa kampanye. Namun, bagi Hetifah kampanye bukan semata-mata pada masa kampanye. “Tapi mesti sejalan dengan tugas saya selama menjadi wakil rakyat,” tuturnya. Jadi bagi dia tak ada awal dan akhir. Yang jelas saat masa tenang tak ada lagi kampanye.

Alasan paling mendalam untuk Hetifah memilih keluarga, karena baginya keluarga adalah tempat kembali. Tak dia memungkiri dunia perpolitikan membuat Hetifah berpikir keras atas tugas yang dia emban. “Justru momen ini menjadi ajang mengumpulkan vitamin K (keluarga), agar jadi bekal saya menghadapi perang sebenarnya. Selama hari tenang, pemungutan suara, penghitungan, hingga pengumuman hasil,” jelasnya.

Perang yang dia maksud, adalah melawan oknum-oknum curang untuk menjaga suara. Untuk reputasi, Hetifah mengaku tak terlalu ambil pusing. Sepuluh tahun menjadi wakil rakyat sudah dia jalankan. Dia tak mau reputasi hancur karena oknum mencurangi perolehan suara. “Makanya saya minta tolong kepada relawan, serta penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu agar pemilu bisa berjalan demokratis dan berkeadilan,” ujarnya.

Selama di Bandung, Hetifah mendapat dorongan semangat baru dari suami dan keempat anaknya. Salah satunya Nahla. Si bungsu memastikan apa pun hasilnya, keluarga tetap di belakang Hetifah.

Satu hari melupakan kenyataan diri sebagai politisi yang sedang bertarung, efeknya langsung terasa. Tak hanya berkumpul dengan keluarga, Hetifah juga melepas penat dengan menengok tanaman anggrek dan ikan koi peliharaannya. “Asyik deh sehari melupakan kalau saya lagi bertarung. (*)

 

 Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar